HUMAN INTEREST
Bukan dari Keluarga Militer, Maswedi Bangga Jadi Prajurit TNI, Kini Jadi Danlanal TBK
Letkol Maswedi bukan berasal dari keluarga militer. Orangtuanya malah dari keturunan kiyai. Tapi sejak kecil dia memang sudah ingin jadi prajurit
Editor: Dewi Haryati
TRIBUNBATAM.id, KARIMUN - Bukan berasal dari keluarga militer, tak menjadi penghalang bagi seorang Maswedi mewujudkan cita-citanya jadi seorang prajurit TNI.
Ayah dan ibunya berasal dari keturunan tokoh agama atau kiyai.
Namun keinginan menjadi seorang tentara sudah terpatri kuat di dalam dirinya sejak kecil.
Kegigihannyapun berbuah manis. Kini dia menjadi Komandan Angkatan Laut Tanjungbalai Karimun (Danlanal TBK).
Namanya dikenal Letkol Laut (P) Maswedi.
Maswedi bercerita, jauh sebelum jadi prajurit TNI AL, ia sempat punya cita-cita lain.
Tetap jadi prajurit.
Ya, pria kelahiran Sampang Madura, 26 Januari 1978 dan besar di Probolinggo itu sangat ingin menjadi anggota Komando Pasukan Khusus (Kopassus) TNI AD.
Maswedi merupakan jebolan AAL (Akademi Angkatan Laut) angkatan 47 tahun 2001.
"Awalnya malah saya ingin jadi Kopassus. Setelah lulus Akabri saya yakin jika saya bangga menjadi prajurit AL," kata Maswedi saat ngobrol santai dengan awak media di Mako Lanal TBK, Rabu (14/10/2020) lalu.
Sebenarnya Maswedi juga bukan berasal dari keluarga berdarah militer ataupun pegawai pemerintah.
Baca juga: Danlanal Karimun Berganti, Dipimpin Letkol Laut (P) Mandri Kartono, Kini Bertugas di Mabes TNI AL
Baca juga: Dipimpin Danlanal TBK, Tim Gabungan Cari Oknum Anggota TNI dan PNS di THM Karimun
Kedua orangtuanya berasal dari keturunan tokoh agama atau kiyai.
Hanya saja keinginannya menjadi prajurit telah terpatri sejak duduk di bangku sekolah. Maswedi selalu aktif di kegiatan ekstra kurikuler pramuka selama menjadi pelajar.
Setelah jebol dari Akabri, Maswedi lebih sering bertugas di Kapal Republik Indonesia (KRI).
Sebelum menjabat Danlanal TBK, perwira TNI AL yang wajib lari 10 kilometer setiap hari tersebut bertugas sebagai Palaksa Denma Koarmada I.
Sebagai Danlanal TBK, Maswedi memprioritaskan penindakan penyelundupan narkoba di samping menindak tindak pidana lainnya.
"Yang saya lawan pertama kali adalah narkoba. Dan juga utuk pelanggaran tindak pidana perairan yang lain itu, terutama setelah dinyatakan bersalah sesuai Undang-undang," tegasnya.
Kemudian, ia juga akan terus melakukan pengawasan dengan menggelar patroli rutin di sejumlah titik yang dianggap rawan di wilayah tugas Lanal TBK .
Hal ini tak terpisah dari Kabupaten Karimun yang merupakan wilayah kepulauan dan berdekatan dengan Malaysia serta Singapura.
"Sebagian besar wilayah Karimun ini penghidupannya dari laut. Karena itu saya akan optimalkan unsur jajaran saya yaitu Posal, Posmat maupun KAL Patkamla," sebutnya.
Bersama jajarannya, Maswedi juga memprioritaskan pengawasan di titik-titik rawan yang telah dipetakan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/1510danlanal-tbk-letkol-laut-p-maswedi.jpg)