Breaking News:

NEWS WEBILOG TRIBUN BATAM

Jalur Hijau Singapura-Indonesia Dibuka, Direktur BTP: Jadi Angin Segar untuk Pariwisata Kepri

Direktur Batam Tourism Polytechnics (BTP), M Nur Nasution bilang, wabah Corona saat ini membuat industri pariwisata Kepri sangat memprihatinkan

TRIBUNBATAM.ID/ISTIMEWA
NEWS WEBILOG Tribun Batam menghadirkan Direktur Batam Tourism Polytechnics (BTP), M Nur Nasution sebagai pembicara, Sabtu (17/10/2020) 

Editor: Dewi Haryati

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Kondisi pariwisata dunia saat ini sangat memprihatin karena wabah virus corona, khususnya pariwisata di wilayah Kepri.

Direktur Batam Tourism Polytechnics (BTP), M Nur Nasution dalam bincang santai News Webilog Tribun Batam memaparkan, wabah virus corona yang terjadi saat ini membuat industri pariwisata sangat memprihatinkan tanpa terkecuali.

Industri pariwisata di Indonesia juga pernah mengalami keterpurukan pada tahun 1998. Saat itu para wisatawan takut berkunjung ke Indonesia, karena terjadi kerusuhan yang membuat wisatawan takut. Namun hal tersebut belum seberapa dibanding wabah virus corona yang terjadi saat ini.

Pria kelahiran Yogyakarta 30 April 1967 itu mengatakan, wabah yang terjadi saat ini, memang sangat berat dan sangat sulit dihadapi.

"Pemerintah sudah melakukan upaya, namun memang kondisi saat ini memang sangat berat," kata Nur, Sabtu (17/10/2020).

Baca juga: Jalur Perbatasan Batam-Singapura Dibuka, Sekda Jefridin: Kawasan Pariwisata harus Bersih

Baca juga: Sektor Pariwisata Anjlok Selama Pandemi Covid-19, Ini Fokus Dinas Pariwisata Kepri

General Manager Bali Niksoma itu melanjutkan, pemerintah sudah melakukan berbagai upaya untuk memerangi wabah corona. Namun kondisinya memang sangat sulit.

"Kita juga sudah berusaha, namun masih sulit untuk merangkak maju," katanya.

Dia mengatakan, pihaknya beberapa minggu lalu mengadakan dua kali pertemuan di Batam, yakni di Hotel Radisson dan Batam view. Hasilnya, yakni pembukaan akses untuk Singapura.

"Ini akan menjadi angin segar bagi industri pariwisata di Kepri," katanya.

Meski pembukaan jalur hijau antara Singapura dan Indonesia masih sebatas bisnis dan instansi, namun hal tersebut akan sangat berdampak positif bagi industri pariwisata.

"Awalnya hanya sebatas bisnis dan instansi, namun ke depan akan mengarah ke hal yang lebih bagus," kata Nur.

Dia mengatakan, ke depan setelah jalur hijau dibuka, pengawasan harus terus diperketat agar tidak terjadi hal-hal yang bisa menimbulkan dampak negatif.

"Pemeriksaan protokol kesehatan harus ditingkatkan. Dengan demikian, suasana pariwisata akan terus bergairah," kata Nur.

(Tribunbatam.id/ Ian Sitanggang)

Penulis: Ian Pertanian
Editor: Dewi Haryati
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved