Breaking News:

ASET BP BATAM

Sejarah Pembangunan Enam Waduk di Batam, Waduk Sei Harapan hingga Tembesi

Pembangunan waduk di Kota Batam telah dimulai sejak tahun 1978, yakni Dam Nongsa dan Dam Sei Harapan

TRIBUNBATAM.ID/ISTIMEWA
WADUK DI BATAM - Salah satu waduk di Kota Batam, Waduk Tembesi 

Editor: Dewi Haryati

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Aktivitas rumah tangga dan industri di Kota Batam sangat bergantung dengan sumber air bersih yang tertampung di waduk-waduk.

Di kawasan mainland sendiri, terdapat sedikitnya enam waduk yang masih berfungsi mengalirkan air bersih di Batam.

Adapun keenam waduk tersebut adalah Dam Duriangkang, Dam Sei Ladi, Dam Nongsa, Dam Mukakuning, Dam Tembesi, dan Dam Sei Harapan.

Keenam waduk yang masih aktif tersebut menghidupi seluruh aktivitas rumah tangga beserta sekitar 24 kawasan industri di Batam.

Pembangunan waduk di Kota Batam pun telah dimulai sejak tahun 1978, yakni Dam Nongsa dan Dam Sei Harapan. Dam Nongsa mulai beroperasi pada tahun 1979, setahun setelah dibangunnya. Demikian pula Dam Sei Harapan.

Sedangkan Dam Sei Ladi, mulai dibangun tahun 1985 dan beroperasi pada tahun 1986. Tiga tahun setelahnya, Dam Mukakuning pun mulai dibangun dan beroperasi pada tahun 1991.

Pada tahun 1990, Dam Duriangkang mulai dibangun dan beroperasi di tahun 2001. Sementara itu, waduk yang baru dibangun di wilayah Sagulung, berdiri pada tahun 2014, yakni Dam Tembesi.

Sebagai satu-satunya sumber air di Batam, BU Fasling BP Batam mengimbau masyarakat untuk selalu menghemat persediaan air, serta menjaga kelestarian waduk.

"Waduk di Batam itu single purpose, artinya tidak bisa diperuntukkan bagi aktivitas lain selain penyaluran air bersih. Maka berbagai kegiatan warga di waduk bisa dikatakan ilegal," ujar Manajer Air Baku BU Fasling BP Batam, Hadjad Widagdo. (adv)

Editor: Dewi Haryati
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved