Breaking News:

ASET BP BATAM

Berkaca dari Dam Baloi, BP Batam Ajak Masyarakat Lestarikan Daerah Resapan Air

Dam Baloi kini telah rusak akibat pencemaran limbah di area waduk dan sekitarnya. Padahal dam itu awalnya untuk sumber air bersih bagi warga Batam

TRIBUNBATAM.ID/ISTIMEWA
Informasi soal Dam Baloi. BP Batam mengajak masyarakat melestarikan daerah resapan air 

Editor: Dewi Haryati

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Dam Baloi adalah salah satu waduk yang terletak di kawasan Kelurahan Sungai Panas, Kecamatan Batam Kota, Kota Batam, Provinsi Kepri.

Sama halnya dengan waduk-waduk lainnya di Batam, Dam Baloi mulanya diperuntukkan sebagai sumber air bersih bagi masyarakat Batam.

Adapun kapasitas pasokan air dari Dam Baloi mencapai 30 liter per detik. Pasokan air ini mampu menghidupkan aktivitas industri dan rumah tangga di kawasan Pelita, Jodoh, Nagoya dan sekitarnya.

Sayangnya, waduk yang dibangun tahun 1977 itu kini telah mengalami kerusakan. Kerusakan Dam Baloi tak pelak merupakan dampak pencemaran limbah di area waduk dan sekitarnya.

"Dam Baloi sudah rusak, dan apa yang terjadi di Dam Baloi, tidak mustahil dapat terjadi di dam-dam lainnya," ujar Manajer Air Baku BU Fasling BP Batam, Hadjad Widagdo.

Baca juga: Sejarah Pembangunan Enam Waduk di Batam, Waduk Sei Harapan hingga Tembesi

Baca juga: Jadi Sumber Air Baku, Inilah Profil Enam Waduk di Kota Batam, Paling Luas Duriangkang

Kini, kondisi terkini Dam Baloi cukup memprihatinkan. Area tangkapan air yang mengelilingi dan menjaga air waduk kini telah dijamuri oleh permukiman.

Aktivitas masyarakat yang mulanya dilarang dilakukan di sekitar waduk, kini telah marak terjadi hingga kondisi Dam Baloi tak tertolong lagi.

Akibat pencemaran limbah, kualitas air di Dam Baloi pun mencapai titik terendahnya, sehingga tidak dapat lagi dikonsumsi.

"Itulah kenapa kita, dari BP Batam sendiri, melarang aktivitas masyarakat di kawasan waduk, karena dapat mengakibatkan air tercemar," jelas Hadjad.

Berkaca dari rusaknya kualitas air di Dam Baloi, BU Fasling BP Batam kian mendorong upaya-upaya pelestarian waduk lainnya, seperti Dam Duriangkang, Dam Sei Harapan, Dam Mukakuning, Dam Tembesi, dan Dam Nongsa.

Adapun upaya pelestarian yang selama ini diterapkan, berupa pembersihan air waduk dari gulma eceng gondok, penertiban aktivitas ilegal di sekitar waduk, hingga pembangunan instalasi pengolahan air limbah (IPAL). (adv)

Editor: Dewi Haryati
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved