Breaking News:

PILKADA BATAM

Ini Sikap Edi Pasca Laporan Soal Calon Wali Kota Batam Digugurkan Bawaslu, Kecewa?

Edi tetap menghargai keputusan Bawaslu Batam yang menggugurkan laporannya soal calon wali kota Batam. Namun ada hal yang disayangkannya

Penulis: | Editor: Dewi Haryati
wahyu
TANGGAPAN - Edi Asmara, warga Batam memberikan tanggapannya soal laporan terkait dugaan penyalahgunaan wewenang oleh Calon Wali Kota Batam petahana digugurkan Bawaslu. Foto ilustrasi pilkada 

Editor: Dewi Haryati

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Edi Asmara, mahasiswa di Batam yang melaporkan calon Wali Kota Batam petahana HM Rudi ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Batam, tetap bersikap santai.

Kendatipun laporannya terkait dugaan penyalahgunaan wewenang yang dilakukan Rudi, Senin (19/10/2020) lalu dinyatakan gugur oleh Bawaslu.

Laporan penyalahgunaan wewenang itu terkait pengangkatan atau rotasi jabatan Kadispora dan Kadisdukcapil Batam. Kadispora lama Heryanto diangkat dalam jabatan baru sebagai Kadisdukcapil Kota Batam, sementara jabatan yang ditinggalkannya dijabat oleh Said Khaidar yang juga mantan Kadisdukcapil.

"Kami santai saja. Apapun keputusan Bawaslu Kota Batam kita sebagai negara hukum, kami menghargai. Tapi, kami menyayangkan tidak secara komprehensif alasan pleno menolak laporan kami," kata Edi, Jumat (23/10/2020).

Edi mengatakan, aturan larangan rotasi jabatan sesuai edaran Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian. Yakni mengeluarkan Surat Edaran Nomor 273/487/SJ yang isinya melarang kepala daerah petahana yang maju di Pemilihan Kepala Daerah 2020 melakukan rotasi jelang Pilkada.

Baca juga: Bawaslu Batam Kaji Laporan terkait Calon Wali Kota Batam HM Rudi, Akan Lanjut atau Dihentikan

Baca juga: Bawaslu Gugurkan Laporan Mahasiswa Batam terkait Calon Wali Kota Batam, Ini Dasarnya

Itu sebagai upaya pencegahan dini mengantisipasi potensi terjadi pelanggaran oleh kepala daerah khususnya petahana dalam Pilkada Serentak 2020.

Edaran tersebut mengacu pada ketentuan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Wali Kota. Bahkan, Pelaksana Tugas Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum Kemendagri Bahtiar yang kini menjabat sebagai Pjs Gubernur Kepri mengatakan, larangan kepada petahana untuk melakukan rotasi.

"Rotasi kan sudah dilakukan. Kenapa tak melanggar pula," ucap heran.

Meski begitu, ia sebagai masyarakat Indonesia menggunakan hak demokrasinya. Ia pun tidak mempermasalahkan jika orang menilai negatif kepada dirinya.

"Tapi ingat, bahwa kami juga bagian dari pengawal konstitusi kita. Silakan masyarakat nilai. Bebas kok dan kami akan terus berjuang melawan pelanggaran Pemilu," kata Edi.

Sikap Bawaslu

Sebelumnya diberitakan, laporan mahasiswa Batam yang juga Ketua Brigade Nusantara, Edi Asmara ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Batam, gugur. Laporan yang diarahkan ke calon Wali Kota Batam petahana, HM Rudi dinilai tidak berdasar.

"Isi yang dilaporkan adalah dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh Wali Kota Batam (HM Rudi, red) pada rotasi jabatan. Setelah kami plenokan, tidak memenuhi unsur pidana dan juga maladministrasi.

Jadi gugur laporannya," kata Komisioner Bawaslu Batam ,Mangihut Rajagukguk, Jumat (23/10/2020).

Isi pelaporan yang disampaikan ke Bawaslu Kota Batam, Senin (19/10/2020) yakni dugaan penyalahgunaan wewenang yang dilakukan oleh Rudi.

Halaman
12
Sumber: Tribun Batam
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved