Breaking News:

BINTAN TERKINI

Ekspor Perdana, Karet Bintan Tembus ke Perancis dan Belanda

Dua negara tujuan baru yakni Perancis dan Belanda berhasil ditembus karet asal Bintan pada medio Oktober 2020, yakni Belanda dan Perancis.

Penulis: Endra Kaputra | Editor: Tri Indaryani
ISTIMEWA
Petugas Karantina Pertanian Tanjungpinang saat melakukan pengecekan karet Bintan. 

Editor : Tri Indaryani

TRIBUNBATAM.id, TANJUNGPINANG - Kementerian Pertanian melalui Karantina Pertanian Tanjungpinang mencatat dua negara tujuan baru berhasil ditembus karet asal Bintan pada medio Oktober 2020, yakni Belanda dan Perancis.

Hal ini menjadi kado istimewa saat bertepatan dengan Hari Karantina Pertanian ke-143 tahun yang jatuh pada tanggal 18 Oktober lalu.

"Ini menggenapkan jumlah tujuan negara ekspor untuk komoditas unggulan ekspor asal Bintan, karet lempengan menjadi 15 negara," kata Kepala Karantina Pertanian Tanjungpinang, Raden Nurcahyo Nugroho, Senin (26/10/2020).

Disampaikannya, kinerja ekspor asal sub sektor perkebunan ini di wilayah kerjanya ini mencatat pertumbuhan yang signifikan.

Dari jumlah negara, dibanding tahun lalu baru berjumlah 7 negara saja.

Secara total, pada periode Januari sampai Oktober 2020 ekspor karet lempengan dari Bintan tercatat telah berlangsung sebanyak 115 kali dengan volume 18,5 ribu ton dengan nilai Rp 348,6 miliar.

Sedangkan ditahun 2019 pada periode yang sama ekspor terjadi hanya 74 kali, volume 11 ribu ton dengan nilai Rp 188,9 miliar, atau meningkat hampir dua kali lipat, tambah Raden.

"sebagai informasi, karet lempengan sebagai bahan baku berbagai jenis industri. Sebelum diekspor, karet lempengan ini dilakukan pemeriksaan guna memastikan telah memenuhi persyaratan teknis yang dipersyaratan negara tujuan," sebutnya.

Pejabat Karantina Pertanian Tanjungpinang Wilker Sri Bayintan Kijang, Suradi melakukan pemeriksaan terhadap media pembawa karet lempengan dengan volume yang sama masing-masing 226,8 ton untuk Belanda dan Perancis (23/10) kemarin.

Pada waktu yang sama salah satu perusahaan juga mengekspor karet lempengan ke Uni Emirate Arab sebanyak 504 ton, sehingga total nilai ekspor karet tersebut adalah Rp 17,3 miliar.

"Pandemi yang melanda dunia berdampak pada kurangnya stok bahan baku karet untuk pembuatan ban 'Michelin' di Eropa, sehingga PT PBD bisa ekspor ke Belanda dan Perancis," terang nya.

Selaku koordinator program peningkatan ekspor melalui gerakan tiga kali lipat ekspor pertanian di Kabupaten Bintan, Raden secara aktif meningkatan sinergisitas dengan berbagai entitas.

"Akses informasi potensi kami buka seluas-luasnya melalui klinik ekspor. Harapannya dapat mendorong negara, ragam dan pelaku ekspor yang baru, ini sesuai arahan Menteri Pertanian," jelasnya.

"Tidak hanya itu, percepatan layanan ekspor dengan bekerja cepat, cermat dan akurat, juga diterapkan sesuai arahan Menteri Pertanian," tambahnya lagi. (Tribunbatam.id/endrakaputra)

Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved