Breaking News:

Dituduh Beri Laporan Palsu Soal Rekor Kasus Covid-19 Harian, Malaysia Membantah Tegas

Kementerian Kesehatan Malaysia membantah telah memalsukan jumlah kasus Covid-19 harian Sabtu lalu, yang mencatat rekor tertinggi infeksi harian.

STRAITS TIMES
VIRUS CORONA - Malaysia membantah laporan yang menuduh angka rekor Covid-19 itu palsu. 

Editor: Putri Larasati Anggiawan

TRIBUNBATAM.id, KUALA LUMPUR - Kementerian Kesehatan Malaysia membantah telah memalsukan jumlah kasus Covid-19 harian Sabtu lalu, yang mencatat rekor tertinggi infeksi harian dengan 1.228.

Ini adalah pertama kalinya jumlah kasus harian menembus 1.000 kasus di negara itu.

"Ada beberapa pesan palsu yang dikirim di WhatsApp oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Kementerian ingin menegaskan bahwa pernyataan ini sama sekali tidak benar.

Tolong hentikan penyebaran berita palsu seperti ini.

Jumlah total kasus yang dilaporkan pada 24 Oktober 2020 adalah 1.228 kasus," kata kementerian itu dalam posting Facebook pada Minggu (25/10/2020) malam.

Baca juga: Kembali Cetak Rekor, Malaysia Laporkan Kasus Covid-19 Harian Tertinggi dengan 1.228 Infeksi

Pesan tersebut mengklaim bahwa direktur jenderal (Ditjen) kementerian Noor Hisham Abdullah tidak senang dengan instruksi Perdana Menteri Muhyiddin Yassin untuk memalsukan jumlah kasus.

Pesan itu juga mengatakan bahwa pemerintah ingin menggunakan angka rekor untuk infeksi untuk mendorong kasus yang menyatakan keadaan darurat di negara itu, sehingga Parlemen ditangguhkan.

"Perhatikan dengan seksama langkah DG selanjutnya karena dia kemungkinan akan mengundurkan diri di bawah tekanan atau didorong keluar dari tindakan oleh (Muhyi-ddin)," kata satu pesan, yang kemungkinan berasal dari sebuah situs yang menggambarkan dirinya sebagai "situs berita sosial".

Halaman
1234
Penulis:
Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved