TRIBUN WIKI
Fantastis! Inilah 7 Negara Terkaya di Dunia, Ada yang Tak Punya Sumber Daya Alam
Ada beberapa hal yang membuat suatu negara diberi julukan sebagai negara terkaya di dunia, misalnya dari pendapatan per kapita para warga negaranya.
Editor: Widi Wahyuning Tyas
TRIBUNBATAM.id - Ada lebih dari 200 negara di dunia yang berdiri dengan beragam kondisi ekonomi.
Beberapa negara tergolong miskin.
Sedang yang lainnya terbilang sangat maju dan sejahtera.
Negara yang tergolong kaya itu bisa mengelola sektor potensial yang dimilikinya, meski ada beberapa yang tak memiliki sumber daya alam memadai.
Umumnya, negara-negara kecil justru bisa tumbuh menjadi negara yang kaya.
Hal ini tak lepas dari keuntungan dalam hal pengelolaan keuangan dan rezim pajak yang relatif lebih mudah dikontrol.
Ada beberapa hal yang membuat suatu negara diberi julukan sebagai negara terkaya di dunia, misalnya dari pendapatan per kapita para warga negaranya hingga besarnya Pendapatan Domestik Bruto (PDB).
Berikut urutan 7 negara terkaya di dunia 2020 dikutip dari Global Finance:
Baca juga: 7 Negara Paling Tidak Aman di Dunia, Indonesia Nomor Berapa?
1. Qatar

Negara di Timur Tengah ini menjadi negara terkaya di dunia urutan satu dengan PDB atas dasar paritas daya beli (PPP) mencapai 132.886 dollar AS.
Sumber kekayaan negara ini diketahui berasal dari cadangan minyak, gas, dan petrokimia yang sangat besar, tidak sebanding dengan populasi yang sangat kecil, yakni hanya 2,8 juta jiwa.
Sehingga, pembangunan arsitektur ultramodern untuk gedung hingga mal sangat masif sehingga membuat Qatar masuk dalam daftar negara terkaya di dunia selama 20 tahun.
Dikarenakan saat ini sedang pandemi Covid-19, Qatar juga menjadi salah satu negara yang terdampak dengan jumlah kasus terkonfirmasi melebihi 100.000.
Namun, yang mengejutkan, perekonomian diproyeksikan akan terus tumbuh dalam jangka menengah di tengah peningkatan produksi gas dan investasi menjelang Piala Dunia 2022.
2. Luksemburg

Negara dengan penduduk sebanyak 600 ribu orang ini berhasil menempati urutan ke-2 negara terkaya di dunia.
Terletak di jantung Eropa, negara yang berpenduduk sekitar 600.000 ini memiliki banyak hal untuk ditawarkan, baik kepada turis maupun warganya.
Luksemburg menggunakan sebagian besar kekayaannya untuk menghadirkan perumahan, perawatan kesehatan, dan pendidikan yang lebih baik bagi rakyatnya, yang sejauh ini menikmati standar hidup tertinggi di zona Euro.
Namun, meski krisis keuangan global dan tekanan dari UE dan OECD untuk mengurangi kerahasiaan perbankan hanya berdampak kecil pada ekonomi, wabah Covid-19 memaksa banyak bisnis tutup dan pekerja kehilangan pekerjaan.
Statec, sebuah layanan statistik pemerintah nasional, telah menyatakan bahwa mereka memperkirakan resesi akan berlangsung sesingkat mungkin, dan pada 2021, PDB negara tersebut akan pulih sebesar 7 persen dari -6 persen tahun ini.
Baca juga: Mesir hingga China, Inilah 7 Negara Tertua di Dunia, Simpan Nilai Sejarah dan Peradaban
3. Singapura

Negara di kawasan Asia Tenggara ini berhasil menduduki posisi posisi ke-3 negara terkaya di dunia.
Singapura adalah surga fiskal yang makmur di mana keuntungan modal dan dividen bebas pajak.
Tapi, bagaimana Singapura bisa begitu makmur?
Ketika negara kota itu merdeka pada 1965, setengah dari populasinya buta huruf.
Dengan hampir tidak ada sumber daya alam, Singapura berhasil bangkit melalui kerja keras dan kebijakan cerdas, menjadi salah satu tempat paling ramah bisnis di dunia.
Saat ini, Singapura adalah pusat perdagangan, manufaktur, dan keuangan yang berkembang pesat (bahkan yang terpenting 97 persen dari populasi orang dewasa sekarang melek huruf).
Tetapi bukan berarti bahwa mereka telah kebal dari efek penurunan global.
Pada kuartal kedua tahun ini, ekonomi anjlok di tingkat 41 persen, menjatuhkan negara ke dalam resesi untuk pertama kalinya dalam satu dekade.
Baca juga: Kesulitan Air dan Sanitasi Rendah, Inilah 5 Negara Termiskin di Dunia Tahun 2020
4. Brunei Darussalam

Bukan hanya Singapura, negara lain dari kawasan Asia Tenggara yang masuk jajaran terkaya di dunia, yakni Brunei Darussalam.
Negara yang dipimpin Sultan Hassanal Bolkiah ini ternyata memiliki kekayaan yang luar biasa.
Diketahui, kekayaan tersebut bersumber dari cadangan minyak dan gas alam.
Diperkirakan kekayaan itu mencapai sekitar 28 miliar dollar AS atau setara dengan Rp 392 triliun.
Bahkan, kekayaan tersebut lebih dari 50 kali kekayaan Ratu Elizabeth di Inggris.
5. Irlandia

Pertumbuhan negara di kawasan Eropa ini sepertinya tidak ada yang dapat menghalangi.
Sementara seluruh Eropa menghadapi semua jenis ketidakpastian seperti Brexit, ketegangan perdagangan dengan AS, krisis pengungsi dan migran, ekonomi Irlandia terus meningkat.
Irlandia berhasil menempati urutan ke-6 dengan PDB-PPP sebesar 83.399 dollar AS atau setara dengan Rp 1,1 miliar.
Pada 2019, sementara zona Euro tumbuh hanya 1,2 persen, Irlandia meningkat lebih dari 5,5 persen, mengkonsolidasikan perannya sebagai negara dengan pertumbuhan tercepat di benua itu.
6. Norwegia

Sejak penemuan cadangan lepas pantai yang besar pada akhir 1960-an, mesin ekonomi Norwegia telah digerakkan oleh minyak.
Sebagai salah satu penghasil minyak bumi terbesar di Eropa Barat, negara ini telah diuntungkan selama beberapa dekade dari kenaikan harga.
Tetapi tidak lagi setelah harga anjlok ditambah pandemi global terjadi, membuat ekonomi terjun bebas.
Saat ini, perekonomian yang bergantung pada ekspor ini menghadapi resesi pertamanya sejak krisis keuangan global.
Apakah ini berarti bahwa kekayaannya akan berkurang secara signifikan? Sepertinya tidak.
Pada Juni, hanya beberapa minggu setelah memangkas suku bunga menjadi nol, gubernur bank sentral negara tersebut mengatakan dia terkejut dengan kecepatan dan kekuatan rebound ekonomi dalam produktivitas.
7. Uni Emirat Arab

Pertanian, perikanan, dan mutiara perdagangan, dahulunya adalah andalan ekonomi negara ini.
Kemudian minyak ditemukan pada 1950-an dan membuat segalanya berubah.
Saat ini, penduduknya yang sangat kosmopolitan menikmati kekayaan yang melimpah dan arsitektur Islam tradisional bercampur dengan pusat perbelanjaan mewah.
Dan, pekerja datang dari seluruh dunia terpikat oleh gaji bebas pajak sambil menikmati terik matahari sepanjang tahun karena hanya sekitar 20 persen penduduk yang tinggal di negara itu yang sebenarnya lahir secara lokal.
Ekonomi Uni Emirat Arab juga semakin terdiversifikasi.
Di luar sektor hidrokarbon yang secara tradisional dominan, terdapat sektor lain seperti perdagangan dan keuangan, serta konstruksi dan pariwisata, yang merupakan industri utama.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "9 Negara Terkaya di Dunia 2020, Indonesia Nomor Berapa?".
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/ricjrihc.jpg)