Breaking News:

TRIBUN WIKI

Sejarah dan Keunikan Arsitekstur Masjid Raya Sultan Riau, Pakai Putih Telur jadi Bahan Bangunan

Masjid Raya Sultan Riau merupakan salah satu masjid tua dan bersejarah yang telah ditetapkan sebagai situs cagar budaya oleh pemerintah Indonesia.

Penulis: Widi Wahyuning Tyas | Editor: Widi Wahyuning Tyas
National Geographic Indonesia/Warsono
MASJID - Masjid Raya Sultan Riau adalah salah satu masjid tertua di Pulau Penyengat 

Editor: Widi Wahyuning Tyas

TRIBUNBATAM.id, TANJUNGPINANG - Salah satu situs paling ikonik di Pulau Penyengat adalah Masjid Raya Sultan Riau.

Masjid ini merupakan salah satu masjid tua dan bersejarah yang telah ditetapkan sebagai situs cagar budaya oleh pemerintah Indonesia.

Satu hal yang paling unik dari masjid ini adalah penggunaan putih telur sebagai campuran bahan bangunannya.

Telur tersebut digunakan untuk membangun tembok masjid dan dipercaya bisa membuatnya lebih kokoh.

Warna masjid ini relatif sangat mencolok dibanding bangunan lainnya lantaran dibalut dengan cat berwarna kuning cerah.

Selain sebagai tempat ibadah, Masjid Raya Sultan Riau juga menjadi destinasi wisata religi sekaligus sejarah yang banyak didatangi wisatawan.

Baca juga: Menengok Kekayaan Sejarah Pulau Penyengat, Tempat Lahir Tata Bahasa Melayu

Arsitektur

Masjid ini memiliki 13 kubah, yakni sepuluh kubah berbentuk bulat dan tiga berbentuk persegi panjang.

Ada pula 4 menara yang dibangun di setiap sudut masjid.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved