TRIBUN PODCAST
Pilkada Kepri saat Pandemi Corona, Kadinkes Kepri Tawarkan Strategi 6 M Cegah Klaster Covid-19
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Mohammad Bisri memprediksi jumlah kasus Corona saat Pilkada Kepri meningkat drastis.
Editor: Septyan Mulia Rohman
TRIBUNBATAM.id, BATAM – Jumlah kasus virus Corona di Kepri terus saja meningkat.
Satu sisi, tahapan Pilkada Kepri terus berjalan hingga pelaksanaannya 9 Desember 2020.
Ancaman klaster baru penyebaran Covid-19 mengancam saat Pilkada Serentak ini.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Mohammad Bisri memprediksi jumlah kasus Corona saat Pilkada Kepri meningkat drastis.
Dalam Tribun Podcast, Rabu (28/10), Bisri menyebutkan perkiraan tersebut didasarkan pada pengamatannya terhadap siklus kasus Covid-19 setiap tiga bulanan.
Namun demikian, Bisri mengingatkan kalau tingginya kasus pada Desember 2020 bukan terjadi karena adanya Klaster Pilkada.
Dia menegaskan jumlah kasus yang meningkat itu merupakan suatu siklus natural dari pandemi virus.

“Coba kita tengok ke belakangan. Pada tiga bulan pertama pada 2020, kasus aktif Covid-19 Kepri mencapai 400.
Nah, tiga bulan ke dua, kasus aktifnya naik menjadi 800 kasus. Makanya saya perkirakan pada saat Pilkada nanti kasus aktifnya bisa mencapai 1.200 kasus,” kata Bisri dalam bincang-bincang santai tersebut.
Oleh karena itu, upaya yang dilakukan oleh pemerintah pusat, pemerintah daerah dan masyarakat saat inilah adalah memperlambat lanjut virus tersebut agar tidak cepat menjadi pandemi sampai ditemukan vaksin anti-Covid-19.
Kiat 6 M yang dimaksudkan oleh Bisri adalah Mencuci tangan secara teratur, Menggunakan masker secara benar.
Kemudian menjaga jarak dan menghindari kerumuman, Menjaga imun tubuh dengan mengonsumsi makanan yang bergizi, Meningkatkan daya tahan tubuh dengan banyak berolahraga serta Menghindari informasi tidak benar alias hoaks.
“Saya sendiri tidak hanya menawarkan 3 M saja, tetapi 6 M kepada masyarakat.
Dengan kita ini, saya yakin, siapapun akan terhindar dari Covid-19,” tegas Bisri.
Baca juga: Sederet Upaya Tekan Corona di Bintan, Sosialisasi hingga Terbitkan Aturan bagi Pelanggar Prokes
Baca juga: Partai Demokrat Siapkan Jurus di Pilkada Kepri, AHY Targetkan Menang 40 Persen

Kepala Dinkes Provinsi Kepri itu secara khusus mengingatkan masyarakat untuk menerapkan kiat setiap saat khususnya pada saat kasus Covid-19 tengah meningkat drastis.
Kiat tersebut juga mesti diterapkan oleh masyarakat ketika Pilkada serentak berlangsung.
“Pada kesempatan ini saya mengimbau kepada masyarakat agar langsung pulang ke rumah setelah memberikan hal suara. Jangan berkumpul di TPS untuk melihat pengumuman jumlah suara,” tegas Bisri.
Dia kemudian meminta aparat keamanan untuk memperhatikan hal tersebut agar penambahan kasus Covid-19 dari Klaster Pilkada bisa terhindari. Dinkes Provinsi Kepri dan Kabupaten/Kota dipastikan akan siap sedia di fasilitas kesehatan untuk mengantisipasi kasus-kasus yang terjadi pada saat Pilkada berlangsung.
“Kita semua harus berperan aktif agar kasus Covid-19 bisa ditekan pada saat Pilkada serentak nanti,” tandas Bisri.
Dari data yang dihimpun TRIBUNBATAM.id, per 27 Oktober 2020, ada 3.534 kasus positif Covid-19 di Provinsi Kepri. Dari jumlah kasus tersebut, ada 2.418 pasien sudah dinyatakan sembuh dan 88 orang meninggal dunia. (TRIBUNBATAM.id/Thomm Limahekin)