Breaking News:

HARI PAHLAWAN 2020

Mengenang Pertempuran Surabaya, Bukti Kegigihan Rakyat Pertahankan Kemerdekaan

Pertempuran Surabaya merupakan pertempuran pertama bangsa Indonesia setelah proklamasi kemerdekaan, 17 Agustus 1945.

Editor: Widi Wahyuning Tyas
NATIONAL ARCHIVE via Tribunnews
PERTEMPURAN - Pertempuran Surabaya yang memuncak pada 10 November 1945 menjadi cikal bakal peringatan Hari Pahlawan. FOTO: DOKUMENTASI SUASANA PERTEMPURAN 

Pada 31 Oktober 1945, Brigader Mallaby tewas dan menyulut kemarahan pihak sekutu.

Pihak sekutu memperingatkan masyarakat Surabaya untuk menyerah, jika tidak akan dihancurkan.

Namun masyarakat Surabaya tidak mau memenuhi tuntutan pihak sekutu.

Baca juga: Hari Pahlawan 10 November, Masuk Hari Besar Bukan Libur Seperti Sumpah Pemuda

Puncak perang Surabaya

Puncak pertempuran Surabaya terjadi pada 10 November 1945.

Pasukan sekutu melakukan penyerangan di Kota Surabaya dan pejuang Indonesia tidak gentar malah bersemangat berjuang.

Dalam menghadapi sekutu, senjata yang dipakai pejuang tidak hanya senjata tapi juga bambu runcing.

Tak sedikit pejuang Indonesia gugur dalam pertempuran tersebut mencapai 20.000 orang, sementara dari pihak sekutu mencapai 1.500 orang.

Pertempuran terakhir terjadi pada 28 November 1945.

Semangat para pejuang dalam mempertahankan kemerdekaan membuat Presiden Soekarno menetapkan 10 November sebagai Hari Pahlawan.

Ini ditetapkan melalui Keppres Nomor 316 Tahun 1959 tanggal 16 Desember 1959.

Pertempuran di Surabaya tersebut berlangsung selama tiga minggu.

Kerugian jiwa di pihak Indonesia cukup banyak dan mencapai ribuan.

Penduduk banyak mengungsi meninggalkan Kota Surabaya.

Selain itu banyak bangunan-bangunan rusak dan hancur.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Pertempuran Surabaya, Pertempuran Indonesia Pertama setelah Proklamasi".

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved