Breaking News:

Tingkat Pengangguran di Singapura Naik 3,6%, Lebih dari 20.000 Pekerja di PHK Tiap Tahunnya

Angka tersebut tergolong melambat jika dibandingkan dengan bulan-bulan sebelumnya, karena Singapura telah membuka kembali sejumlah sektor industri ...

Channel News Asia
Gedung Kementerian Tenaga Kerja (Ministry of Manpower (MOM)) Singapura 

TRIBUNBATAM, SINGAPURA - Tingkat pengangguran di Singapura naik 3,6 persen pada September 2020.

Namun, angka itu tergolong melambat jika dibandingkan dengan bulan-bulan sebelumnya, karena Singapura telah membuka kembali sejumlah sektor industri setelah ditutup akibat Covid-19.

Kendati demikian, para pejabat memperingatkan bahwa, kondisi pasar tenaga kerja akan tetap lemah di tengah pelemahan ekonomi yang berkepanjangan.

Sebagaimana dilansir Channel News Asia, Sabtu, (31/10/2020), perkiraan kuartal ketiga dari Kementerian Tenaga Kerja (MOM) Singapura yang dirilis pada hari Jumat (30/10/2020) menunjukkan bahwa tingkat pengangguran secara keseluruhan naik 0,2 poin dari 3,4 persen pada Agustus lalu.

Angka tersebut melampaui rekor tertinggi selama puncak krisis keuangan global. 

Kesenjangan antara warga Singapura dan penduduk tetap naik dari 4,6 persen pada Agustus menjadi 4,7 persen, sementara tingkat pengangguran warga negara meningkat dari 4,7 persen pada Agustus menjadi 4,9 persen. Ini menjadikan jumlah penduduk yang menganggur menjadi 112.500, dimana 97.700 merupakan warga Singapura

Sebanyak 9.100 pekerja yang terdiri dari 7.000 di bidang jasa, 1.900 di bidang manufaktur dan 200 di konstruksi, kemungkinan akan terkena PHK pada kuartal ketiga, melebihi dari resesi sebelumnya. Kecuali yang terjadi selama krisis keuangan global, ketika 12.760 orang di- PHK pada kuartal pertama 2009. 

MOM memperingatkan bahwa pemangkasan diperkirakan akan meningkat selama kuartal ini di sektor manufaktur dan jasa, terutama di bidang seni, hiburan dan rekreasi, transportasi udara, karena sektor ini terus terpengaruh oleh pandemi dan perlu adanya tindakan pengelolaan yang aman. 

Di sisi lain, akan ada sedikit pengurangan dalam bidang konstruksi karena sektor tersebut secara bertahap telah dilanjutkan. 

Pekerjaan residen juga pulih pada kuartal ketiga mendekati level sebelum Covid-19, dari 2,29 juta pada Juni menjadi 2,34 juta pada September. Pekerjaan residen adalah 2,36 juta pada akhir tahun lalu.

Adapun pekerjaan non-residen terus turun, dari 1,10 juta di bulan Juni menjadi 1,03 juta di bulan September. 

Baca juga: Covid-19 di AS Meningkat Drastis, Catatkan Rekor 90 Ribu Kasus Baru dalam Sehari

MOM mengatakan, meskipun ada peningkatan pekerjaan di antara penduduk saat bisnis dimulai kembali, pasar tenaga kerja akan tetap lemah.

"Kelemahan di pasar tenaga kerja kemungkinan akan berlanjut karena perusahaan dan pekerja terus beroperasi dalam lingkungan ekonomi yang tidak pasti. Kondisi untuk sektor terkait perjalanan terus menjadi tantangan," 

"Masih ada ketidakpastian yang signifikan mengenai tingkat keparahan wabah Covid-19, serta lintasan pemulihan ekonomi global," kata MOM, dikutip dari CNA.

Menteri Tenaga Kerja, Josephine Teo mengatakan, pekerjaan lokal yang sangat menggembirakan berhasil tumbuh dan berkembang.

"Upaya kolektif pengusaha dan karyawan, dimulainya kembali kegiatan, ditambah pencarian pekerjaan, saya pikir semua ini berkontribusi pada perluasan lapangan kerja di antara penduduk setempat," kata Teo. 

Menurutnya, meskipun tingkat pengangguran naik, fakta bahwa lapangan kerja juga ikut tumbuh menawarkan sedikit harapan.

"Artinya, orang-orang bergabung dalam pencarian, tetapi juga orang-orang yang mendapatkan pekerjaan," jelasnya pada konferensi pers tentang pembaruan pasar tenaga kerja pada Jumat, (30/10). (*)

Baca juga: With an Increase of 3,143, Covid-19 Cases in Indonesia Now Reached 410,088

Baca juga: Tanggapan Kakak Rizky Billar Setelah Bertemu Langsung dengan Lesti, Sebut Wanita Idaman

Baca juga: Sejarah dan Daftar Prodi UIB, Kampus Swasta di Batam dengan 12 Jurusan

Baca juga: Lagi Musim Mangga, Cobain Resep Asinan Mangga Rambutan, Kudapan Segar Disantap Bersama Keluarga

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved