Rabu, 13 Mei 2026

TRIBUN WIKI

1.000 Kali Lebih Kuat dari Bom Hiroshima, Begini Dahsyatnya Ledakan Bom Hidrogen Amerika Serikat

Pada 1 November 1952, Amerika Serikat (AS) melakukan uji coba bom hidrogen atau termonuklir pertama di dunia.

Tayang:
ISTIMEWA
BOM - Amerika Serikat (AS) menguji coba bom termonuklir atau bom hidrogen pertama di dunia pada 1 November 1952. FOTO: Jamur ledakan bom 

Editor: Widi Wahyuning Tyas

TRIBUNBATAM.id - Pada 1 November 1952, Amerika Serikat (AS) melakukan uji coba bom hidrogen atau termonuklir pertama di dunia.

Bom hidrogen ini diledakkan di Atol Eniwetok di Pasifik.

Pada perlombaan senjata nuklir melawan Uni Soviet, bom ini menunjukkan keunggulan AS.

AS mulai mempercepat program pengembangan bom hidrogen setelah Uni Soviet berhasil menguji coba bom atom buatannya pada September 1949.

Namun, program pengembangan tersebut ditentang beberapa orang, termasuk J. Robert Oppenheimer, salah satu bapak bom atom.

Bom hidrogen memiliki daya ledak sangat dahsyat karena kekuatannya mencapai 1.000 kali besar daripada bom nuklir konvensional.

Baca juga: Mengenang Tragedi Aberfan, Longsornya Limbah Batu Bara yang Kubur Ratusan Siswa hingga Tewas

Persiapan

Pada Januari 1950 Presiden Harry S. Truman membuat keputusan kontroversial, yakni melanjutkan dan menggiatkan riset dan pembuatan senjata termonuklir.

Keputusan ini disayangkan oleh David Lilienthal, kepala Badan Energi Atom, karena dia tidak menyukai penciptaan bom "Super".

Pada 24 Februari 1950, Kepala Staf Gabungan meminta Truman untuk menyetujui pengembangan bom hidrogen dan sarana untuk memproduksi dan mengirimkannya.

Setelah mendapat nasihat dari Komite Spesial Dewan Keamanan Nasional, Truman menyetujui permintaan itu tanggal 10 Maret.

Empat bulan kemudian, Truman meminta Crawford H. Greenewalt, Presidden E.I. du Pont de Nemours and Company, untuk mengurus desain, konstruksi, dan lokasi baru fasilitas yang digunakan untuk memproduksi plutonium dan tritium, bahan untuk membuat bom termonuklir.

Karena jangkauan pesawat Soviet semakin meningkat, komisi tersebut memilih daerah South River dan Ohio River sebagai lokasi fasilitas pengembangan senjata.

Baca juga: Berkekuatan 50 Megaton, Begini Dahsyatnya Ledakan Tsar Bomba, Bom Terkuat Sepanjang Sejarah

Operasi pengujian

Pada awal tahun 1951 AS menjalankan Operasi Rumah Kaca untuk menguji berbagai desain pokok yang nantinya krusial dalam pengembangan senjata termonuklir.

Uji coba terpenting dalam operasi ini terjadi pada 8-9 Mei dan hasilnya sesuai dengan yang diharapkan.

Setelah ini, para ilmuwan AS menuju ke tahap pengembangan berikutnya, yakni mencari cara membakar bahan bakar termonuklir bermassa besar dengan ledakan fisi yang relatif kecil.

Mereka berhasil menemukan jawabannya, dan kemudian diputuskan akan ada dua operasi pengujian yang terpisah.

Operasi pertama bernama IVY dan akan dijalankan sesegera mungkin untuk menguji coba desain Teller-Ulam.

Operasi yang kedua bernama CASTLE dan akan segera dilakukan setelah IVY selesai dijalankan.

Dalam operasi ini, akan ada pengujian kondigurasi Teller-Ulam dalam bentuk yang cocok untuk penggunaan militer.

Pengujian termonuklir pertama atau IVY dilakukan pada 1 November 1952 di Atol Enewetak di Kepulauan Marshall, Pasifik.

Peledakan bom yang diberi nama "Mike Shot" itu berjalan sukses. Bom itu berkekuatan 10 megaton TNT atau setara 1.000 kali daya ledak bom atom di Hiroshima.

Diameter bola api mencapai 3,25 km. Elugelab, pulau tempat uji coba, benar-benar "menguap" dan meninggalkan lubang berdiameter 6.300 kaki dan dalamnya mencapai 160 kaki.

Awan jamur yang dihasilkan mencapai lebar 100 meter. Saat itu, ledakan bom tersebut adalah ledakan nuklir terbesar yang pernah terjadi.

Baca juga: Mengenang Tragedi Maut Bintaro, Sejarah Buruk Perkeretaapian Indonesia, Ratusan Orang Tewas

Perlombaan

Setelah AS berhasil menguji coba bom hidrogen, negara lainnya mulai berusaha mengikut jejak AS.

Uni Soviet mengetes bom hidrogen pertamanya pada 12 Agustus 1953.

Inggris menyusul pada Mei 1957 dan diikuti China tahun 1967 dan Prancis tahun 1968.

India turut menguji "perangkat termonuklir" tahun 1998 dan diyakini sebagai bom hidrogen.

Selama akhir tahun 1980-an ada sekitar senjata termonuklir yang disimpan oleh berbagai negara di dunia.

Namun, jumlah ini menurun selama tahun 1990-an. Daya ledaknya yang mengerikan telah menjadi perhatian masyarakat dunia sejak tahun 1950-an.

Artikel ini telah tayang di Tribunnewswiki.com dengan judul 'Hari Ini dalam Sejarah 1 November 1952: Amerika Serikat Meledakkan Bom Hidrogen Pertama di Dunia'.

Sumber: TribunnewsWiki
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved