Selasa, 28 April 2026

TRIBUN WIKI

Kilas Balik Sejarah Berdirinya Burger King hingga Miliki Ribuan Outlet di Seluruh Dunia

Restoran cepat saji Burger King baru-baru ini menyita perhatian masyarakat lantaran aksi solidaritas yang dilakukannya.

Tribunnews
BURGER KING - Burger King menyerukan kampanye solidaritas agar pelanggan memesan makanan di restoran lain. FOTO: OUTLET BK 

Editor: Widi Wahyuning Tyas

TRIBUNBATAM.id - Restoran cepat saji Burger King baru-baru ini menyita perhatian masyarakat lantaran aksi solidaritas yang dilakukannya.

Burger King menyerukan suatu kampanye yang mengajak para pelanggannya untuk membeli produk makanan dari restoran lain.

Sejumlah nama restoran pun disebutkan dalam kampanye ini, termasuk kompetitornya, McDonalds's dan KFC.

Dalam unggahan di akun Instagram resmi Burger King Indonesia @burgerking.id, terpampang gambar dengan narasi yang berjudul "Pesanlah dari McDonald's".

Isi pesannya mengajak untuk membeli produk dari restoran di Indonesia guna membantu para karyawan bisa bertahan di tengah pandemi.

"Pesanlah dari McDonald's. Tidak pernah terpikirkan oleh kami untuk meminta Anda melakukan ini," tulis Burger King dalam unggahannya, dikutip pada Rabu (4/11/2020).

Kampanye ini merupakan bentuk solidaritas Burger King di tengah situasi pandemi yang serba sulit.

Unggahan ini sontak menuai ribuan komentar positif dari warganet.

Sebagai kilas balik, berikut Tribun Batam sajikan profil dan sejarah restoran Burger King.

Sekilas tentang Burger King

Burger King merupakan perusahaan restoran cepat saji dengan menu andalan hamburger.

Burger King mengoperasikan lebih dari 15.003 restoran di seluruh 50 negara bagian dan 98 negara serta wilayah AS di seluruh dunia.

Terkenal dengan burger panggang api termasuk Whopper, Burger King juga menawarkan sandwich ayam, sandwich ikan, kentang goreng, onion ring, salad, kentang goreng, dan Croissanwiches untuk sarapan.

Tahun 2016, mereka memperkenalkan Hot Dog panggang sebagai salah satu menu yang ikut dijual di gerai mereka. 

Baca juga: Ada Varian Whopper Baru di Burger King, Lebih Auntentik Tanpa Pewarna dan Penyedap

Sejarah

outlet pertama BK

Bisnis waralaba Burger King mulai dibuka pada 1954 di Miami.

Pendirinya adalah James W. McLamore dan David Edgerton.

Mereka memiliki pengalaman luas dalam bisnis restoran sebelum memulai usaha ini.

Keduanya percaya pada konsep sederhana untuk menyediakan makanan berkualitas dengan harga terjangkau kepada pelanggan, disajikan dengan cepat, di lingkungan yang menarik dan bersih.

Tahun 1957, Burger King memperkenalkan hamburger The Whooper yang kemudian menjadi menu andalan mereka hingga saat ini.

Pada tahun 1961, McLamore dan Edgerton telah memperoleh hak waralaba nasional untuk Perusahaan, yang kemudian mengoperasikan 45 restoran di seluruh Florida dan Tenggara.

Pada tahun 1967, Pillsbury Company yang berbasis di Minneapolis mengakuisisi Perusahaan, yang kemudian memiliki 8.000 karyawan yang bekerja di 274 restoran.

Layanan drive-thru, yang dirancang untuk memuaskan pelanggan "saat bepergian", diperkenalkan pada tahun 1975 dan sekarang menyumbang sekitar 58 persen dari bisnis restoran.

"Take-out" mewakili 20 persen dari makan di luar premis.

Burger King Corporation diakuisisi pada bulan Desember 2002 oleh dana ekuitas swasta yang dikendalikan oleh Texas Pacific Group, Bain Capital Partners dan Goldman Sachs Funds.

Perusahaan tersebut melakukan penawaran umum di pasar modal (go public) pada Mei 2006 dengan harga $ 17 per saham dan mengumpulkan $ 393 juta.

Burger King Holdings tetap dimiliki mayoritas oleh grup ekuitas yang terdiri dari Texas Pacific Group, Bain Capital Partners dan Goldman Sachs Funds.

Baca juga: Icip Gurihnya Roti Belauk Khas Kepri, Cocok untuk Sarapan dan Teman Minum Teh

Perusahaan diakuisisi oleh 3G Capital pada Oktober 2010 senilai $ 4 miliar. Mereka go public kembali pada tahun 2012. 

Burger King di Indonesia

Adapun di Indonesia, lisensi bisnis Burger King di bawah kepemilikan waralaba PT Sari Burger Indonesia, entitas usaha PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI).

Dilihat sejarahnya, Burger King pertama kali hadir di Indonesia pada tahun 1980-an dan sempat tutup pada tahun 1998 setelah terkena dampak krisis moneter.

Pada April 2007, Burger King kembali hadir di Indonesia dan mulai dioperasikan oleh Grup MAP.

Laporan keuangan MAPI per Juni 2020 mencatat, PT Samsonite Indonesia, PT Dom Pizza Indonesia (Domino's Pizza) dan PT Sari Burger Indonesia merupakan entitas asosiasi.

Porsi kepemilikan MAPI atas investasi di Sari Burger per Juni 2020 mencapai 33,52%, dengan nilai Rp 86,62 miliar.

MAPI mulai beroperasi secara komersial pada tahun 1995. Saat ini, kegiatan perusahaan terutama dalam bidang perdagangan eceran pakaian, sepatu, aksesoris, tas dan peralatan olahraga di lebih dari 2.000 toko/outlet yang berlokasi di Jakarta, Bandung, Surabaya, Bali, Medan, Makassar, Batam, Manado dan kota-kota lainnya di Indonesia.

Perusahaan tergabung dalam kelompok usaha (Grup) Mitra Adiperkasa.

Pemegang saham mayoritas Perusahaan adalah PT Satya Mulia Gema Gemilang. 

Baca juga: Terbesar di Bintan, Begini Sejarah dan Keunikan Arsitektur Masjid Raya Baitul Makmur

Burger King dan McDonald's

Pandemi Covid-19 dan resesi ekonomi yang membayangi sejumlah negara di tahun 2020, perusahaan makanan cepat saji Burger King ikut terkena dampaknya.

Namun, di tengah kesulitan pendapatan profit, Burger King justru secara terang-terangan mengajak konsumen untuk membeli produk perusahaan lain, termasuk kompetitornya McDonald's.

Dalam unggahan di akun Instagram @burgerking.id yang diberi judul Pesanlah dari McDonald's, perusahaan tersebut meminta masyarakat untuk memesan makanan dari gerai lainnya. Tidak hanya McDonald's, tetapi juga pesaing lain seperti Flip Burger, Carl's Jr, Wendy's, Klenger Burger, KFC, CFC, Domino's Pizza, Pizza Hut, dan lainnya hingga warteg.

"Tidak pernah terpikirkan oleh kami untuk meminta Anda melakukan ini, tapi semua restoran yang memiliki beribu karyawan membutuhkan pertolongan Anda saat ini," demikian yang tertulis di unggahan yang di-upload pada Selasa (3/11/2020) malam.

Tim Burger King Indonesia berpesan jika masyarakat ingin membantu, maka dapat memesan makanan melalui pesan antar, takeaway, dan drive-thru.

"Menikmati Whopper [produk Burger King] pilihan yang terbaik, namun memesan Big Mac [produk McDonald's] juga tidak ada salahnya," tambah Burger King.

Tak hanya di Indonesia, ajakan serupa juga dilakukan oleh Burer King di Inggris, Prancis, dan di negara lain.

Ketika Burger King Inggris dan Indonesia menarik rasa solidaritas dengan industri makanan yang lebih luas, Burger King yang beroperasi di Amerika Utara mengambil pendekatan yang lebih konfrontatif untuk promosi.

Jaringan burger itu menawarkan Whopper gratis kepada pelanggan yang berkendara melalui salah satu dari lima restoran tutup yang pernah dioperasikan oleh saingannya McDonald's (MCD), Wendy's, Sonic atau Jack in the Box.

Sebagai bagian dari promosi bertema Halloween, pelanggan dalam jarak 100 meter dari salah satu lokasi yang terdaftar, dapat mengkonfirmasi lokasi mereka di aplikasi Burger King untuk menerima kupon Whopper gratis. 

Tak hanya sekali dua kalu, Burger King juga pernah menghentikan penjualan Whopper, salah satu menu burger yang jadi andalan mereka untuk mendukung kampanye McDonald's.

Dalam campaign tersebut, McDonalds membantu anak-anak penderita kanker lewat penjualan hamburger Big Mac.

Demi mendukung hal ini, Burger King sengaja menghentikan penjualan Whopper agar campaign McDonalds tidak terganggu. 

Artikel ini telah tayang di Tribunnewswiki.com dengan judul 'Burger King'.

Sumber: TribunnewsWiki
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved