Burger King Bikin Heboh Warganet, Serukan Pesan McDonald, KFC, Pizza Hut hingga Warteg
Burger King, jaringan restoran spesialis hamburger asal Amerika Serikat membuat heboh netizen Tanah Air
Burger King Bikin Heboh Warganet, Serukan Pesan McDonald, KFC, Pizza Hut hingga Warteg
TRIBUNBATAM.ID - Burger King, jaringan restoran spesialis hamburger asal Amerika Serikat membuat heboh netizen Tanah Air.
Ia mengunggah sebuah poster berisi kalimat yang dianggap 'aneh' sekaligus menarik minat warganet.
Baca juga: Kilas Balik Sejarah Berdirinya Burger King hingga Miliki Ribuan Outlet di Seluruh Dunia
Baca juga: Kumpulan Promo dan Diskon di Batam September 2020, Indomaret, Levis, Burger King hingga KFC
Pasalnya Burger King meminta masyarakat mendukung pelaku usaha yang juga kompetitornya yakni McDonald's.
Unggahan Burger King menjadi topik yang ramai dibicarakan warganet Indonesia.
Baca juga: Ada Varian Whopper Baru di Burger King, Lebih Auntentik Tanpa Pewarna dan Penyedap
Baca juga: Promo Burger King Selama Juli 2020, Hanya Rp 15 Ribuan
Dalam unggahan di Instagram pada Rabu (5/11/2020), Burger King juga meminta masyarakat memesan makanan dari gerai lainnya seperti Flip Burger, Carl's Jr, Wendy's, J.co, Klenger Burger, KFC, CFC, Domino's Pizza, Pizza Hut dan lainnya hingga warteg (warung Tegal).
Sejarah Burger King dan pemiliknya di Indonesia
Dirangkum dari laman Britannica, Burger King adalah jaringan restoran spesialis hamburger terbesar kedua di Amerika Serikat setelah McDonald's.
Baca juga: Ada Promo Super King of the Week dari Burger King, Cheeseburger Hanya Rp 15 Ribu
Di awal abad ke-21, Burger King mengklaim memiliki sekitar 14.000 toko di hampir 100 negara.
Kantor pusatnya berada di Miami, Florida.
Menurut perusahaan, Burger King didirikan tahun 1954 oleh James W. McLamore dan David Edgerton di Miami.
Baca juga: Simak Promo Spesial Burger King, Pizza PHD, hingga Richeese Factory
Baca juga: McDonalds Kolaborasi dengan Travis Scott, Rilis Merchandise Bantal Nugget
McLamore dan Edgerton menjual waralaba pertama mereka pada tahun 1959 dan Burger King segera menjadi restoran waralaba yang tersebar di seluruh Amerika Serikat.
Pada 1963, waralaba Burger King pertama dibuka di luar Amerika Serikat yakni di Puerto Rico.
Selanjutnya, Burger King terus mengalami banyak perubahan kepemilikan dan tata kelola perusahaan.
Pada 1967, perusahaan tersebut dijual ke Pillsbury Company, yang pada akhir 1970-an, membawa masuk Donald N. Smith, mantan eksekutif McDonald's, untuk merevitalisasi Burger King dengan memperluas menu dan memperketat kontrol pemegang waralaba.
Baca juga: Promo King Savers dari Burger King, Paket Lengkap Hanya Rp 89 Ribuan
Pada 1989, Pillsbury sendiri diakuisisi oleh perusahaan Inggris Grand Metropolitan (Grand Met) PLC.
Grand Met menjadi Diageo PLC setelah mergernya dengan pembuat bir Irlandia Guinness PLC pada tahun 1997.
Lalu, pada 2002 Diageo menjual Burger King kepada konsorsium pemodal ekuitas swasta, yaitu Grup Texas Pasifik, Bain Capital, dan Goldman Sachs Capital Partners.
Pada 2010 3G Capital, sebuah grup investasi yang dikendalikan oleh miliarder Brazil, Jorge Paulo Lemann, mengambil alih perusahaan tersebut dengan cara membeli dengan leverage.
Kemudian, tahun 2012, saham Burger King dijual kembali ke publik, tetapi 3G tetap memiliki kepentingan pengendali.
Baca juga: Kasus Covid-19 Meningkat, McDonalds Batalkan Pembukaan Kembali 135 Gerai di Singapura
Pada 2014, Burger King Worldwide bergabung dengan perusahaan donat dan jaringan restoran makanan cepat saji Kanada, Tim Hortons.
Hal itu membuat perusahaan induk baru bernama Restaurant Brands International dibentuk.
Hamburger besar bernama Whopper adalah produk andalan Burger King.
The Whopper diperkenalkan pada tahun 1957, pada saat pesaingnya McDonald's masih hanya menjual hamburger kecil.
Baca juga: Beredar di Medsos, Resep Membuat Kentang Goreng Renyah Ala Restoran Cepat Saji McDonalds
Awalnya pemilik Burger King di Indonesia PT Mitra Adi Perkasa Tbk (MAPI) melalui anak usahanya PT Sari Burger Indonesia (SBI) sebagai pengelola Burger King.
Namun, MAPI melakukan divestasi atau mengurangi kepemilikan sahamnya di SBI untuk mengejar skala ekonomis.
Dengan cara tersebut, investasi yang dibutuhkan untuk membuka gerai menjadi lebih ringan lantaran MAPI sebagai pemegang saham minoritas, investasinya tidak sebesar mitra baru MAPI tersebut.
Baca juga: VIDEO - McDonalds Sarinah Dipenuhi Pengunjung Sehari Jelang Ditutup, Banyak Warga Nostalgia
Selanjutnya MAPI telah menandatangani perjanjian investasi untuk penjualan saham SBI dengan QSR Indoburger Pte. Ltd.
Namun, kini MAPI masih memiliki saham Burger King sebesar 33,52 persen berdasarkan laporan perusahaan periode Juni 2020.
Nilai investasi yang dimiliki dengan penempatan ini adalah Rp 86,62 miliar.
Baca juga: McDonalds di Inggris dan AS Tak Menerima Layanan Makan di Tempat, Bagaimana di Indonesia?
.
.
.
(*)
SUMBER: KONTAN
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/bkbkbkkbkb.jpg)