Minggu, 19 April 2026

China kembali Dilanda Wabah Bernama Brucellosis, Sebanyak 6.620 Orang Terinfeksi

Diketahui, wabah ini pertama kali ditemukan pada September 2020 usai kebocoran limbah di sebuah perusahaan biofarmasi di Lanzhou tahun lalu.

Kompas.com
Ilustrasi China 

TRIBUNBATAM.id, BEIJING - China kembali dilanda wabah bernama Brucellosis. Wabah tersebut diketahui melanda Lanzhou, Provinsi Gansu, China

Hingga saat ini, sebanyak 6.620 orang terinfeksi penyakit tersebut. 

Sebagaimana dilansir Channel News Asia, Jumat, (6/11/2020), sebanyak 126 orang yang terinfeksi telah dirawat di 11 rumah sakit di Lanzhou. 

Komisi kesehatan Lanzhou mengatakan, bahwa pemerintah kota telah membuka klinik khusus bagi orang-orang yang merasa mengalami gejala brucellosis

Pada 24 September lalu, pemerintah kota mengalokasikan dana kompensasi sebesar 10 juta yuan atau sekitar Rp.21 miliar untuk pemantauan, diagnosis, pengobatan dan kompensasi bagi yang terinfeksi. 

Pemerintah pun dilaporkan akan mendesak perusahaan farmasi yang menjadi dalang tersebarnya wabah untuk mempercepat relokasi pabrik ke luar kota. 

Wakil Wali Kota Lanzhou, Wei Qingxiang mengatakan, akan terus melakukan pengujian gratis bagi warga. Sementara orang yang dinyatakan terinfeksi akan menerima pengobatan gratis.

Diketahui, wabah ini pertama kali ditemukan pada September 2020 usai kebocoran limbah di sebuah perusahaan biofarmasi di Lanzhou tahun lalu. 

Pada saat itu, Komisi Kesehatan Lanzhou mengungkapan, ada sebanyak 3.245 orang yang telah terjangkit penyakit tersebut. 

Atas insiden kebocoran itu, delapan orang telah dimintai pertanggungjawaban. Sebanyak 55.725 orang telah diuji sejauh ini untuk mendeteksi apakah terinfeksi atau tidak. 

Penyakit brucellosis dikenal juga dengan demam malta atau demam Mediterania.

Infeksi bakteri ini menyebabkan munculnya sejumlah gejala pada tubuh seperti sakit kepala, nyeri otot, demam, dan kelelahan.  

Menurut informasi dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat, meskipun gejala yang ada mungkin mereda, beberapa gejala bisa menjadi kronis atau tidak pernah hilang. 

Lebih lanjut, CDC menjelaskan penularan penyakit itu dari manusia ke manusia sangat jarang. Kebanyakan orang terinfeksi dengan makan makanan yang terkontaminasi atau menghirup bakteri. (*) 

Baca juga: JUMLAH Pasien Covid-19 di Batam Tambah 60 Orang, Total 3.051 Kasus

Baca juga: Ditularkan dari Hewan ke Manusia, Kenali Penyebab dan Gejala Brucellosis, Apa Bahayanya?

Baca juga: Teguran Tak Bisa Bikin Warga Batam Patuh Pakai Masker, Kemungkinan Sanksi Denda Segera Diterapkan

Baca juga: Corona Serang Anambas, Setelah Satpol PP Positif Covid-19, Anggota DPRD Dikabarkan Positif Corona

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved