Sabtu, 18 April 2026

ROHANI KRISTEN

Doa, Bacaan dan Renungan Katolik Oleh Romo Pilifus Junianto, SSCC, Sabtu 7 November 2020

Romo Pilifus Junianto, SSCC mengantar seluruh umat Katolik untuk melewati hari ini dalam doa, bacaan dan renungan rohani.

Penulis: Thom Limahekin | Editor: Thom Limahekin
ISTIMEWA
Romo Pilifus Junianto, SSCC 

Editor: Thomm Limahekin

TRIBUNBATAM.id, BATAM – Sabtu, 7 November 2020 merupakan Hari Biasa Pekan XXXI dalam Kalender Liturgi Gereja Katolik.

Romo Pilifus Junianto, SSCC mengantar kita untuk melewati hari ini dalam doa, bacaan dan renungan rohani:

Antifon Pembuka (Mzm 112:5-6)

Orang baik menaruh belas kasih dan memberi pinjaman, ia melakukan segala usaha dengan semestinya. Orang jujur tidak pernah goyah dan akan dikenang selama-lamanya.

Bacaan dari Surat Rasul Paulus kepada Jemaat di Filipi (4:10-19)       

"Segala perkara dapat kutanggung dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku."

Saudara-saudara, aku sangat bersukacita dalam Tuhan, bahwa akhirnya kalian semakin menaruh perhatian lagi kepadaku.

Baca juga: Doa Malam dan Madah Katolik: Ya, Allah, Bersegeralah Menolong Aku

Memang perhatianmu selalu ada, tetapi tidak ada kesempatan bagimu. Hal ini kukatakan, bukan karena aku kekurangan.

Sebab aku telah belajar mencukupi diriku dalam segala keadaan. Aku tahu apa itu kekurangan, dan aku pun tahu apa itu kelimpahan.

Dalam segala hal dan dalam segala perkara tiada sesuatu yang merupakan rahasia bagiku;

baik dalam hal kenyang, maupun dalam dalam hal kelaparan, baik dalam hal kelimpahan maupun dalam hal kekurangan.

Segala perkara dapat kutanggung dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.

Namun baik jugalah perbuatanmu, yaitu bahwa kalian telah mengambil bagian dalam kesusahanku.

Kalian sendiri pun tahu, hai orang Filipi.

Waktu aku baru mulai mengabarkan Injil, ketika aku berangkat dari Makedonia,

tidak ada satu jemaat pun yang mengadakan perhitungan utang-piutang dengan daku selain kalian.

Di Tesalonika aku telah satu dua kali menerima kiriman bantuan dari kalian.

Yang kuutamakan bukanlah pemberian itu, melainkan buahnya yang makin menambah keuntunganmu.

Kini aku telah menerima dari padamu semua yang perlu, malahan lebih daripada itu.

Aku berkelimpahan, karena aku telah menerima kirimanmu dari Epafroditus, suatu persembahan yang harum, suatu kurban yang disukai dan berkenan kepada Allah.

Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus.

Demikianlah sabda Tuhan

U. Syukur kepada Allah.

Baca juga: Doa Katolik Agar Menjadi Orang Kudus, Bersama Santo Fransiskus dari Asisi

LUKISAN - Santo Yohanes dari Capistrano 3
LUKISAN - Santo Yohanes dari Capistrano 3 (ISTIMEWA)

Mazmur Tanggapan:

Ref. Berbahagialah orang yang takwa pada Tuhan.

Ayat. (Mzm 112:1-2.5-6.8a.9)

1.     Berbahagialah orang yang takwa pada Tuhan, yang sangat suka kepada segala perintah-Nya. Anak cucunya akan perkasa di bumi, keturunan orang benar akan diberkati.

2.     Orang baik menaruh belaskasihan dan memberi pinjaman, ia melakukan segala urusan dengan semestinya. Orang jujur tidak pernah goyah; ia akan dikenang selama-lamanya.

3.    Hatinya teguh, ia tidak takut. Ia murah hati, orang miskin diberinya derma; kebajikannya tetap untuk selama-lamanya, tanduknya meninggi dalam kemuliaan.

Bait Pengantar Injil:

Ref. Alleluya, alleluya, alleluya

Ayat. (2Kor 8:9) 

Yesus Kristus telah menjadi miskin, meskipun Ia kaya, agar kalian menjadi kaya berkat kemiskinan-Nya.
           
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas (16:9-15)

"Jika kalian tidak setia mengurus mamon durhaka, siapakah yang mau mempercayakan harta sejati kepadamu?

Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, “Ikatlah persahabatan dengan mempergunakan mammon yang tidak jujur, supaya jika mammon itu tidak dapat menolong lagi, kalian diterima dalam kemah abadi.

Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar.

Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar.

Jadi jika kalian tidak setia mengurus mammon yang tidak jujur, siapakah yang akan mempercayakan harta sejati kepadamu?

Baca juga: Doa dan Madah Malam Katolik: Ya Bapa Mahakuasa, Jauhkan Impian Suram, Singkirkan Khayalan Malam

LUKISAN - Santo Yosef, Bunda Maria dan Tuhan Yesus di Nazareth
LUKISAN - Santo Yosef, Bunda Maria dan Tuhan Yesus di Nazareth (ISRIMEWA)

Seorang hamba tidak mungkin mengabdi dua tuan.

Karena jika demikian ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain; atau ia akan setia kepada yang seorang, dan tidak mengindahkan yang lain.

Kalian tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada mammon.”

Semuanya itu didengar oleh orang-orang Farisi, hamba-hamba uang itu, dan mereka mencemoohkan Yesus.

Maka Yesus berkata kepada mereka, “Kalian membenarkan diri di hadapan orang, tetapi Allah mengetahui hatimu. Sebab apa yang dikagumi manusia, dibenci oleh Allah.”

Demikianlah Injil Tuhan

U. Terpujilah Kristus.

Pernakah mendengar lagu “Kepompong”  dipopulerkan oleh Sind3ntosca? Sebuah alunan yang liriknya mengkisahkan proses persahabatan.

Ibarat tahapan perubahan ulat menjadi kepompong  dan akhirnya bermetamorfosis menjadi kupu-kupu. Tidak langsung jadi, alias instant, tapi perlu menempuh tahap demi tahap.

Dalam menjalin relasi dengan Allah, manusia pun mesti menempuh proses. Tidak mau bersahabat dengan Allah juga menjadi pilihan, yang akhirnya bermuara kepada kebinasaan.

Hari ini kita disapa oleh Injil Lukas bersikap bijak dalam menjalin persahabatan. Jernih dalam bertindak dan berpikir sehingga bersih juga dalam berelasi dengan Allah.

Jangan sampai mammon (materi, kenikmatan, hobi, atau kesukaan lainnya) mengaburkan relasi intim kita dengan Allah Sang Pemberi Kehidupan. 

Baca juga: Doa Katolik kepada Santo Yosef, Bapak Asuh Tuhan Yesus dan Suami Bunda Maria

LUKISAN - Santo menggendong Tuhan Yesus
LUKISAN - Santo menggendong Tuhan Yesus (ISRIMEWA)

Takabur karena merasa bahwa yang didapat karena usaha sendiri.

Mari belajar juga dari Paulus dari sapaan suratnya kepada  Umat Filipi.

Ia merasa bahwa segala perkara dapat ditanggungnya karena semata-mata kekuatan dari Allah. Paulus tidak lupa diri, ia tidak takabur akan perhatian Allah yang senantiasa menyertainya.

Mari bertanya diri: bagaimana persahabatanku dengan Allah? Apakah aku takabur akan berkatNya yang senantiasa bersertaku?

Doa:

Bapa yang Maharahim, puji syukur atas penyertaan-Mu sepanjang hari ini.

Ampunilah dosa dan kesalahanku  yang telah kami lakukan hari ini jika aku lupa akan kasihMu. 

Kami serahkan segala keberadaan kami dalam naungan belas kasih-Mu.

Semoga Engkau berkenan menyempurnakannya, sehingga layak menjadi pujian bagi kemuliaan-Mu, kini dan sepanjang masa. Amin. (TRIBUNBATAM.id/Thomm Limahekin/*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved