Breaking News:

Laut Natuna Utara

Indahnya Bunga Sporadis Raflesia di Kepulauan Laut Cina Selatan Terancam Punah Karena Minim Anggaran

Bunga ini termasuk jenis tanaman bunga sporadis, atau berbunga dan mekar di waktu yang tak terjadwal.

TribunBatam.id/Istimewa
BUNGA RAFLESIA - Bunga Raflesia yang berada di Batu Tabir, Desa Tarempa Selatan, Kecamatan Siantan, Kabupaten Kepulauan Anambas, Provinsi Kepri. 

Minim Anggaran, Bunga Raflesia di Kepulauan Laut Cina Selatan Terancam Punah

TRIBUNBATAM.id, ANAMBAS - Puspa Langka atau Raflesia arnoldii, bunga khas Nusantara di gugusan Kepulauan Anambas, Kepulauan Riau, di pergantian musim 2020 ini, lagi mekar di habitat aslinya.

Habitat bunga berada di kawasan hutan alam yang diawasi Unit Pelayanan Terpadu (UPT) Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP) Unit VI Anambas, Kepulauan Riau,

Sayangnya, karena keterbatasan kewenangan struktural dan minimnya anggaran operasional, bunga yang hanya mekar setahun sekali ini terancam punah.

Polisi hutan di kepuluan perbatasan ini berharap ada perhatian lebih dari pemerintah daerah dan pusat.

Padma raksasa (bahasa Lat. in: Rafflesia arnoldii) adalah tumbuhan parasit obligat yang terkenal karena memiliki bunga berukuran sangat besar, bahkan merupakan bunga terbesar di dunia.

Kamis (5/11/2020), Tribun mendapat kesempatan menyaksikan mekarnya bunga ini di Desa Batu Tabir Rintis Desa Tarempa Selatan, Kecamatan Siantan, Kabupaten Kepulauan Anambas.

Habitat bunga berdiamter 35 cm hingga 40 cm ini berada di gugusan kepulauan Laut China Selatan atau Laut Natuna Utara, di wilayah perairan yang kini jadi wilayah konflik dengan China.

"Saya juga dengar di Gunung Samak ada juga bunga raflesia, tapi itu kan di luar kewenangan kami,ujar Kepala UPT KPHP Unit VI Anambas, Haeri Yanto, kepada TribunBatam.id, Kamis (5/11/2020).

Bunga padma Nusantara atau Raflesia_arnoldii
Bunga padma Nusantara atau Raflesia_arnoldii (dok_kompas)

BACA: Bulan Maret, Bunga Raflesia Arnoldi Mekar di Anambas

Dia menyebut, untuk yang di Batu Tabir itu setidaknya ada tujuh titik lokasi.

Bahkan, jelasnya, masih ada beberapa titik di kawasan hutan lindung lagi yang belum disurvei.

Dia mengakui, selain keterbatasan kewenangan, anggaran operasional pengawasan antar pulau dan infrastruktir komunikasi di wilayah ini jadi salah satu tantangan para polisi jagawana.

Bersama, perangkat dan warga desa Bukit Tabir, pihak jagawana ini mengajak warga untuk menjaga habitat bunga langka di kepulauan perbatasan Indonesia, Singapura, Vietnam dan lautan China selatan ini.

Puspa langka sekaligus bunga nasional Indonesia, Rafflesia arnoldii memang bernilai tinggi. 

Bunga Raflesia yang ditemukan tumbuh di Anambas oleh Arifin, polisi hutan (Polhut) Anambas bersama dua rekannya tidak jauh dari aliran sungai sekitar satu kilometer dari bendungan air Batu Tabir Desa Tarempa Selatan, Kecamatan Siantan.
Bunga Raflesia yang ditemukan tumbuh di Anambas oleh Arifin, polisi hutan (Polhut) Anambas bersama dua rekannya tidak jauh dari aliran sungai sekitar satu kilometer dari bendungan air Batu Tabir Desa Tarempa Selatan, Kecamatan Siantan. (istimewa)

Di kawasan taman nasional Kebun Raya Bogor, Jawa Barat, bunga ini jadi ikon dan jadi destinasi wisata andalan di penghujung musim kemarau dan awal musim penghujan.

Namun, tak semua orang semasa hidupnya bisa menyaksikan keindahan dan keunikannya.  Bunga ini termasuk jenis tanaman bunga sporadis, atau berbunga dan mekar di waktu yang tak terjadwal.

Namun, di kawasan ini bunga-bunga palma yang tumbuh di sekitar tanaman keras dan batang pohon ini, biasanya mekar di masa transisi musim. Antara Oktober hingga Maret. 

Bunga raflesia yang berada di Batu Tabir mempunyai diameter 38 centimeter.

Pihak UPT KPHP Unit VI Anambas menyebutkan perannya dalam mengelola perhutanan punya jangka panjang dalam mengelola tata hutan untuk 10 tahun kedepan harus seperti apa.

"Kami di KPHP ini punya hak kelola kami ini ada hutan lindung, hutan hijau dan hutan produksi terbatas, kewenangan kita di tiga ini untuk 10 tahun kedepannya maunya seperti apa," ucapnya.

Keterbatasan anggaran yang diberikan Provinsi Kepri melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Kepri, karena Anggaran operasional tersebut hanya bisa di gunakan untuk sewa kantor, ATK, Listrik dan perjalanan dinas.

Sejak tahun 2019 lalu, mereka sudah mengusulkan dan meminta pejabat eselon empat (4) kepada Provinsi Kepri melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk d tempatkan di Anambas, sampai saat ini belum direalisasikan oleh Provinsi Kepri.

Dia berharap pemerintah provinsi dan pusat memberi perhatian khusus. “Kami Anggota Polhut itu sendiri untuk melakukan patroli bahkan untuk kegiatan yang ada pengaduan dari masyarakat juga sering ditanggulangi sendiri.”

Ia juga ingin dengan adanya ekowisata bunga raflesia ini bisa jadi pendapatan bagi daerah sendiri.

Saat ini pihak KPHP Anambas belum bisa menjaga Bunga raflesia karena adanya keterbatasan, namun yang bisa ia lakukan saat ini hanya pengecekan dan pemantauan terhadap pertumbuhan bunga itu sendiri.

"Kami ingin buat ini nanti sebagai sarana pendidikan, pengenalan kepada masyarakat juga tentang keragaman hayati yang di Anambas," sebutnya.

Lanjutnya, Batu Tabir yang memiliki lokasi bunga raflesia tumbuh ini nantinya akan dijadikan lokasi ekowisata.

"Kemarin 2019 itu kita sudah menawarkan ke Kepala Desa di sana itu agar dikelola untuk dimasukkan kepada program hutan kemasyarakatan," terangnya.

UPT KPHP Unit VI Anambas ingin masyarakat di sini terlibat dalam memberdayakan kawasan hutan yang punya potensi wisata.

Bunga langka ini keberadaannya masih sangat terbatas dan sulit dikembangbiakkan. 

Dilansir Kompas, walaupun langka, dapat ditemukan di beberapa hutan, kebun raya, dan Taman Nasional di Sumatera, Banten, juga Jawa Barat, untuk beberapa waktu

. "Rafflesia itu sangat sulit ditentukan, karena sporadis (mendadak) tumbuhnya. Tapi kalau dulu di Pangandaran ada itu peak seasonnya Juni, Juli, Agustus," terang Peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Khusus Rafflesia dan Anggrek di Kebun Raya Bogor, Sofie Mursidawati.

Halaman
Penulis: Rahma Tika
Editor: thamzil thahir
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved