Breaking News:

ADVERTORIAL

BST Bantu Pulihkan Penguatan Ekonomi Indonesia di Tengah Pandemi Covid-19

Kepala Bidang Penanganan Fakir Miskin Dinsos Kota Batam Zulkaf Hambali mengatakan, peluncuran BST ini dimulai dari April, Mei dan Juni 2020

TRIBUNBATAM.ID/ISTIMEWA
FOTO BERSAMA - Foto bersama. Dinas Sosial Kota Batam bersama Kantor Pos Indonesia mengadakan sosialisasi mengenai manfaat dan penyaluran BST kepada masyarakat melalui talkshow yang disiarkan di RRI Batam, Jumat (6/11/2020) 
TRIBUNBATAM.id, BATAM - Semenjak mewabahnya pandemi Covid-19 di Indonesia, pemerintah selalu berupa untuk menopang perekonomian agar tidak ikut terperosok di tengah pandemi Covid-19.
Segala macam upaya terus dilakukan dari pemberian bantuan sosial secara intensif dan berkala.
Dalam rangka mendukung pemulihan ekonomi di Indonesia, khususnya di daerah, Dinas Sosial Kota Batam bersama Kantor Pos Indonesia mengadakan sosialisasi mengenai manfaat dan penyaluran Bantuan Sosial Tunai (BST) kepada masyarakat melalui talkshow yang disiarkan di RRI Batam, Jumat (6/11/2020).
Kepala Bidang Penanganan Fakir Miskin Dinsos Kota Batam Zulkaf Hambali mengatakan, peluncuran BST ini dimulai dari April, Mei dan Juni 2020.
Peserta Keluarga manfaat (PKM) yang mendapatkan BST, yaitu dari Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dan non DTKS untuk di Kota Batam ada sekitar 25.581.
Hambali menyebutkan syarat untuk mendapatkan BST adalah PKM yang sudah masuk kedalam DTKS maupun non DTKS.
"Karena di DTKS itu ada penerima bantuan PKH, PMT dan BST," jelasnya.
Hambali mengatakan di luar data itu, pemerintah juga membuka keran sesuai kuota di Kota Batam.
"Perbedaan antara BST dan BLT, kalau BST adalah program pemerintah pusat yang dianggarkan melalui kementerian sosial untuk masyarakat pra-sejahtera dan masyarakat miskin. Sedangkan BLT adalah bantuan pemerintah untuk usaha menengah dan usaha kecil lewat Menteri Koperasi dan UKM," ujar Hambali.
Hambali mengatakan bahwa tujuan  pemberian BST oleh pemerintah adalah menambah nilai jual beli untuk belanja bahan pokok masyarakat.
Sementara itu Kepala Cabang PT Kantor Pos Batam, Masni Gardenia Augusta mengatakan, BST dimulai pada minggu ke-3 bulan Mei 2020.
"Penerima BST per dua bulan dibayar di bulan Juni. Untuk pembagian di tahap ke-7 ini dialokasikan sebanyak 22.301 KPM, kami juga turun ke beberapa pulau untuk membantu masyarakat miskin dan yang sakit," jelas Masni.
Selain itu Masni juga menyebutkan pihaknya juga pengecekan data ke Dinas Sosial.
"Jika kita temukan data yang doubel maka datanya kita keluarkan dan kita laporkan ke pusat, berikutnya akan ada penambahan lagi berdasarkan koordinasi dengan Dinas Sosial," ujarnya.
Masni menambahkan, dengan adanya BST ini diharapkan bisa menggerakkan ekonomi masyarakat di tengah pandemi Covid-19.
Masni mengatakan awalnya pembagian BST akan dipusatkan di satu titik di kota yakni di kantor cabang PT Pos Indonesia yang berada di Batam Center.
"Tapi hasil koordinasi dengan berbagai pihak termasuk tenaga kesehatan, dari BST dibagikan satu titik, di pecah 17 titik. Hal itu guna untuk efesiensi penerapan protokol kesehatan di tengah pandemi," tambahnya.
Sementara itu Ketua DPD GMNI Husnul Husain Mahubesy menilai, dalam penyaluran BST ini pemerintah masih terbilang minim melakukan sosialisasi.
"Karena minimnya sosialisasi sehingga masyarakat juga kurang mengetahui informasi apalagi daerah Kepri adalah daerah kepulauan yang memiliki banyak pulau. Sehingga sosialisasi pemerintah sangat penting lewat media online maupun media cetak," ujarnya.
Lanjut Husnul, di tengah keterbatasan sosialisasi itu, pihaknya mengapresiasi pemerintah yang sudah memberikan BST kepada masyarakat.
"Karena munculnya covid-19, ekonomi di Indonesia menurun cukup signifikan. Oleh sebab itu, adanya BST ini sangat membantu masyarakat," ujarnya.
Husnul berharap kedepannya pemerintah harus bekerja lebih optimal dalam melakukan sosialisasi dan survei lapangan dalam melihat kondisi masyarakat, baik masyarakat miskin maupun masyarakat yang terkena dampak covid-19.
"Kami dari mahasiswa mendukung dan menjadi mitra kritisnya pemerintah dalam bekerja untuk mensejahterakan masyarakat. Satu kata untuk BLT, untuk rakyat optimalkan ekonomi Indonesia," ujar Ketua DPD GMNI Kepri itu. (adv)
Editor: Dewi Haryati
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved