Breaking News:

Masyarakat Resah, Polisi Selidiki Pengunggah Video Viral Mata Jenazah Pasien Covid-19 Hilang

Koordinator Pengamanan dan Penegakan Hukum Satgas Covid-19 Kabupaten Probolinggo, Ugas Irwanto mengatakan polisi akan menyelidiki viralnya video itu.

Editor: Anne Maria
istimewa
Foto jenazah positif corona yang disebut matanya hilang dan berdarah karena dicongkel. 

Editor: Anne Maria

TRIBUNBATAM.id, PROBOLINGGO - Beberapa waktu lalu warga diresahkan dengan video yang mengabarkan kondisi jenazah pasien Covid-19 yang kehilangan matanya.

Video tersebut sempat beredar luas hingga viral di tengah publik.

Diketahui jika video tersebut diambil di Probolinggo.

Koordinator Pengamanan dan Penegakan Hukum Satgas  Covid-19 Kabupaten Probolinggo, Ugas Irwanto pun mengatakan polisi akan menyelidiki viralnya video itu.

Sebab video itu dinilai meresahkan jika terus menyebar.

"Akan diselidiki. Tadi saya rapat dengan Pak Wakapolres. Kalau dibiarkan, membahayakan. Keluarga M siap memberikan kesaksian," kata Ugas saat ditemui di Mapolres Probolinggo, Jumat (6/11/2020).

Video itu mengabarkan kondisi jenazah pasien Covid-19 yang kehilangan matanya.

Disebutkan bahwa mata jenazah asal Kecamatan Paiton, Probolinggo, Jawa Timur, berinisial M itu mengeluarkan darah dan hilang.

Satgas  Covid-19 Probolinggo telah bertemu Wakapolres Probolinggo Kompol Agung Setiyono membahas hal tersebut.

Atas keresahan masyarakat, polisi menyelidiki siapa pengunggah video tersebut.

Foto jenazah positif corona yang disebut matanya hilang dan berdarah karena dicongkel.
Foto jenazah positif corona yang disebut matanya hilang dan berdarah karena dicongkel. (Istimewa)

Alami Stroke dan Pendarahan

Ugas mengatakan M dirawat di RSUD dr Moh Saleh dan meninggal dengan status positif  Covid-19.

Hasil pemeriksaan medis, M memiliki penyakit bawaan stroke dan sempat mengalami pendarahan karena tekanan darah yang tinggi.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved