Breaking News:

Benarkah BLT Karyawan Gelombang Kedua Rp 1,2 Juta Berbeda dari yang Pertama? Simak Kata Menaker

Berikut penjelasan Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah soal proses pencairannya

Editor: Aminudin
hai.grid.id
Ilustrasi 

TRIBUNBATAM.id -  Belum terima BLT karyawan gelombang 2? simak lagi penjelasan Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Ida Fauziyah soal proses pencairannya.

Diketahui, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) dan BP Jamsostek telah selesai melakukan proses validasi dan verifikasi BLT karyawan gelombang 2.

Tapi bukan berarti BLT karyawan gelombang 2 akan langsung cair setelah itu.

Dilansir dari Antara, Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Ida Fauziyah menjelaskan bahwa penyaluran BLT karyawan gelombang 2 ini berbeda dari gelombang 1.

Pasalnya, pada BLT karyawan gelombang 2 ini, Kemenaker mendapat rekomendasi dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) agar dilakukan evaluasi data oleh DJP Kemenkeu.

"Harus atas rekomendasi dari KPK, kami harus memadankan data penerima program ini dengan wajib pajak.

Karena di peraturan menteri itu mereka yang dilaporkan upahnya di bawah Rp 5 juta.

Nah, kalau upahnya di atas itu dan wajib pajak berarti mereka tidak berhak menerima," ujar Ida, Sabtu (7/11/2020).

Dirinya menjelaskan bahwa saat ini data penerima BLT karyawan gelombang 2 dalam tahap evaluasi yang dilakukan oleh Kementerian Keuangan melalui Direktorat Jenderal Pajak (DJP).

Lebih lanjut kata Ida, evaluasi data ini dilakukan atas usulan dari KPK agar penerima subsidi gaji sesuai dengan persyaratan yang tercantum di dalam Peraturan Menteri Ketenagakerjaan (Permenaker) Nomor 14 Tahun 2020.

"Bagaimana dengan pencairan tahap kedua? Setelah kami mencairkan tahap pertama atas rekomendasi KPK kami perlu memadankan data penerima dengan data wajib pajak di Kementerian Keuangan," ujar dia.

Halaman
1234
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved