Jumat, 15 Mei 2026

Megawati Buat Mahasiswa Terdiam Ketika Mengajak Debat Soal Pancasila, Beri Jawaban Telak Ini

Ada hal menarik ketika mantan Presiden RI Megawati Soekarnoputri diajak debat oleh mahasiswa di Amerika Serikat soal Pancasila.

Tayang:
Tribunnews.com
Cerita Megawati Soekarnoputri diajak debat oleh mahasiswa di Amerika Serikat soal Pancasila. Foto Ilustrasi 

TRIBUNBATAM.id, JAKARTA - Ada hal menarik ketika mantan Presiden RI Megawati Soekarnoputri diajak debat oleh mahasiswa di Amerika Serikat soal Pancasila.

Peristiwa itu terjadi saat Ketua Dewan Pengarah BPIP Megawati Soekarnoputri melakukan kunjungan ke Amerika Serikat dan menemui beberapa mahasiswa Indonesia.

Awalnya, Megawati tidak mau menanggapi debat yang dilayangkan mahasiswa soal Pancasila.

Ketua Umum PDI Perjuangan ini mengaku tidak ingin berdiskusi maupun berdebat dengan orang yang belum membaca sejarah Pancasila.

Menurutnya, hal tersebut akan menjadi debat kusir antara keduanya.

Baca juga: Megawati Bertanya, Apa Sumbangsih Generasi Milenial Terhadap Bangsa, hanya Demo?

Baca juga: Ketum PDIP Megawati Soroti Keterlibatan Anak-anak saat Demo Tolak UU Cipta Kerja

"Mereka datang beberapa orang sebagai perwakilan, terdiam. Saya tahu mereka pasti belum baca. Jadi saya bilang, kalau nanti kita mau debat, kalian belum baca, namanya debat kusir, koprol bambu, saya tidak bersedia," kata Megawati.

Megawati mengatakan para mahasiswa ingin berdebat dengannya soal Pancasila.

Tantangan debat tersebut dibalas Megawati dengan menanyakan apakah mahasiswa tersebut sudah membaca tentang sejarah lahirnya Pancasila.

Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri saat memberikan pidato di Kongres V PDIP mengatakan banyak pihak yang mendekatinya, Kamis (8/8/2019)
Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri saat memberikan pidato di Kongres V PDIP mengatakan banyak pihak yang mendekatinya, Kamis (8/8/2019) (Tribunnews.com)

"Mereka minta diskusi dengan saya urusan Pancasila. Lalu sampai mereka bilang, 'kita musti debat bu'. Lalu saya tanya mudah saja, debat boleh, diskusi boleh. Pertanyaan saya. 'Sudah pernah kah kalian baca yang namanya lahirnya Pancasila 1 Juni 1940?'," tutur Megawati dalam sambutannya pada Dialog Kebangsaan Universitas Negeri Jakarta (UNJ) yang digelar secara daring, Selasa (10/11/2020).

Setelah ditanyakan hal tersebut, Megawati mengatakan para mahasiswa tersebut menjadi terdiam.

Dirinya lalu menyarankan agar para mahasiswa mencari informasi mengenai sejarah Pancasila di University of Hawai.

Megawati mengatakan di perpustakaan tersebut banyak buku mengenai Bung Karno yang dalat dipelajari oleh para mahasiswa.

Presiden Joko Widodo, Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri, dan Panitia Pengarah Rakernas PDI-P Prananda Prabowo (kiri ke kanan) bersama para kader PDI-P lainnya mengacungkan simbol metal dengan ketiga jarinya seusai pembukaan Rakernas III PDI-P di Sanur, Bali, Jumat (23/2/2018).
Presiden Joko Widodo, Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri, dan Panitia Pengarah Rakernas PDI-P Prananda Prabowo (kiri ke kanan) bersama para kader PDI-P lainnya mengacungkan simbol metal dengan ketiga jarinya seusai pembukaan Rakernas III PDI-P di Sanur, Bali, Jumat (23/2/2018). ((POOL/DOK. PDI-P ))

"Saya bilang coba datang ke situ, kamu cari, kamu baca. Saya janji kalau saya ke Amerika lagi, jemputlah saya dengan perjanjian kamu sudah baca," ungkap Megawati.

Akhirnya, pada kesempatan berikutnya ke Amerika Serikat, Megawati kembali bertemu dengan para mahasiswa.

Namun para mahasiswa justru menolak untuk berdebat dengannya.

"Ayo apa yang kami tanyakan kepada saya? Mereka bilang gini. Enggak jadi bu, kita enggak usah debat. Lah kenapa? Karena kami sudah mengerti apa maksud dan isi pidato itu. Jadi? Ya seharusnya seperti itu," pungkas Megawati.

(*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Cerita Megawati Ditantang Debat Pancasila oleh Mahasiswa di Amerika Serikat

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved