Selasa, 21 April 2026

ANAMBAS TERKINI

Setelah Raflesia, Bunga Kelelewar Hitam Ditemukan di Pulau Siantan Anambas

Bunga Kelewar Hitam yang ditemukan ini berawal dari UPT KPHP Unit VI Anambas yang mendata lokasi Bunga Raflesia di Pulau Siantan.

TribunBatam.id/Istimewa
BUNGA KELELAWAR HITAM - Bunga kelelawar hitam (Tacca Chantrieri) atau Black Bat Flower yang hidup di Pulau Siantan, Kabupaten Kepulauan Anambas, Provinsi Kepri. 

Editor: Septyan Mulia Rohman

ANAMBAS, TRIBUNBATAM.id - Unit Pelayanan Terpadu Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi atau UPT KPHP Unit VI Anambas kembali menemukan spesies bunga unik di Pulau Siantan, Kabupaten Kepulauan Anambas, Provinsi Kepri.

Setelah Raflesia, mereka menemukan Bunga Kelelewar Hitam atau Balck Bat Flower.

Tanaman dengan nama latin Tacca Chantrieri ini ditemukan salah seorang anggota UPT KPHP, Kevin saat survei titik lokasi bunga Raflesia di Pulau Siantan.

Selain memiliki bentuk bunga yang unik, tanaman ini dipercaya berkhasiat untuk menstabilkan sel-sel kanker, khususnya kanker payudara dan prostat.

"Lokasinya di situ juga dan habitatnya banyak. Sebetulnya bunga ini sudah lama tumbuh, tapi kebanyakan masyarakat ini tidak tahu ini bunga apa.

Jadi pas kami lihat bunga ini unik kami cari di internet, ternyata ini Bunga Kelelawar Hitam," ujar Kevin, Kamis (12/11/2020).

BUNGA KELELAWAR HITAM - Bunga Kelelawar Hitam di Pulau Siantan, Kabupaten Kepulauan Anambas, Provinsi Kepri.
BUNGA KELELAWAR HITAM - Bunga Kelelawar Hitam di Pulau Siantan, Kabupaten Kepulauan Anambas, Provinsi Kepri. (TribunBatam.id/Istimewa)

Tidak semua daerah di Indonesia bisa ditumbuhi oleh bunga Black Bat Flower ini.

Sejauh ini bunga Black Bat Flower hanya tumbuh di Kabupaten Kepulauan Anambas dan daerah Sulawesi.

"Habitatnya di sini cukup banyak, karena waktu itu kami survei, dan bunga ini sangat sensitif.

Sebab bunga ini akan mekar melihat kondisi cuaca," tuturnya.

Apabila curah hujan tinggi bunga kelelawar hitam ini sulit untuk hidup, walaupun hidup tapi bunga ini tidak bisa mekar.

Sementara itu pada kondisi cuaca panas pun ia juga tidak bisa hidup, terlebih lagi pada musim kemarau.

Lama hidup bunga ini paling lama hanya7 hari saja, biasanya ia tumbuh disekitar pohon dan batang-batang menjalar yang ada di hutan.

Diketahui bahwa spesies bunga ini termasuk bunga langka, temperatur minimum untuk tumbuhnya spesies ini adalah 18 derajat celsius.

BUNGA KELELAWAR HITAM - Bunga Kelelawar Hitam di Pulau Siantan, Kabupaten Kepulauan Anambas, Provinsi Kepri.
BUNGA KELELAWAR HITAM - Bunga Kelelawar Hitam di Pulau Siantan, Kabupaten Kepulauan Anambas, Provinsi Kepri. (TribunBatam.id/Istimewa)

Tinggi tanaman bunga ini sekitar 80-110 cm. Batangnya panjang dengan warna merah kecoklatan. Semakin ke puncak tanaman, warna batang makin menghijau.

Daunnya agak melingkar dan memiliki lipatan khas berwarna hijau tua. Bentuk bunganya benar-benar mirip kelelawar.

"Bunga ini hidup kalau kondisi suhu itu lembab," ucapnya.

Bunga Raflesia di Anambas

Warga Kepri yang ingin melihat Bunga Raflesia tak perlu jauh-jauh sampai ke Bogor, Jawa Barat.

Di Kabupaten Kepulauan Anambas, tepatnya di Pulau Siantan terdapat bunga yang tergolong langka ini.

Unit Pelayanan Terpadu (UPT) Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP) Unit VI Anambas mengatakan ada 7 titik lokasi yang telah ditemukan oleh pihaknya di kawasan tersebut.

"Saya juga dengar di Gunung Samak ada juga bunga raflesia, tapi itu kan diluar kewenangan kami.

Untuk yang di Batu Tabir itu ada 7 titik lokasi dan masih ada beberapa titik lagi yang belum kita survei," ujar Kepala UPT KPHP Unit VI Anambas, Haeri Yanto, kepada TribunBatam.id, Kamis (5/11/2020).

Bunga raflesia yang berada di Batu Tabir mempunyai diameter 38 centimeter.

Pihak UPT KPHP Unit VI Anambas menyebutkan perannya dalam mengelola perhutanan punya jangka panjang dalam mengelola tata hutan untuk 10 tahun kedepan harus seperti apa.

"Kami di KPHP ini punya hak kelola kami ini ada hutan lindung, hutan hijau dan hutan produksi terbatas, kewenangan kita di tiga ini untuk 10 tahun kedepannya maunya seperti apa," ucapnya.

Lanjutnya, Batu Tabir yang memiliki lokasi bunga raflesia tumbuh ini nantinya akan dijadikan lokasi ekowisata.

BUNGA RAFLESIA - Bunga Raflesia yang berlokasi di Batu Tabir, Desa Tarempa Selatan, Kecamatan Siantan, Kabupaten Kepulauan Anambas, Provinsi Kepri.
BUNGA RAFLESIA - Bunga Raflesia yang berlokasi di Batu Tabir, Desa Tarempa Selatan, Kecamatan Siantan, Kabupaten Kepulauan Anambas, Provinsi Kepri. (TribunBatam.id/Istimewa)

"Kemarin 2019 itu kita sudah menawarkan ke Kepala Desa di sana itu agar dikelola untuk dimasukkan kepada program hutan kemasyarakatan," terangnya.

UPT KPHP Unit VI Anambas ingin masyarakat di sini terlibat dalam memberdayakan kawasan hutan yang punya potensi wisata.

Ia juga ingin dengan adanya ekowisata bunga raflesia ini bisa jadi pendapatan bagi daerah sendiri.

Saat ini pihak KPHP Anambas belum bisa menjaga Bunga raflesia karena adanya keterbatasan, namun yang bisa ia lakukan saat ini hanya pengecekan dan pemantauan terhadap pertumbuhan bunga itu sendiri.

"Kami ingin buat ini nanti sebagai sarana pendidikan, pengenalan kepada masyarakat juga tentang keragaman hayati yang di Anambas," sebutnya.(TribunBatam.id/Rahma Tika)

Baca juga berita Tribun Batam lainnya di Google News

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved