Breaking News:

NEWS VIDEO

VIDEO Pelimpahan Kasus Penggelapan Pajak oleh Kanwil DJP Kepri di Kantor Kejari Bintan

Kanwil DJP Kepri melimpahkan barang bukti kasus penggelapan pajak ke Kejati Kepri di kantor Kejari Bintan.

Editor: Septyan Mulia Rohman

BINTAN, TRIBUNBINTAN.com - Kanwil DJP Kepri atau Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Kepri mengungkap tindak pidana kasus perdana penggelapan pajak.

Direktur PT Extel Communication Asan ditetapkan sebagai tersangka.

Kepala Bidang Pemeriksaan, Penagihan, Intelijen dan Penyidikan Kanwil DJP Kepri, Affan Nuruliman mengungkapkan modus yang dibuat tersangka.

Yang bersangkutan diketahui tidak melaporkan Surat Pemberitahuan (SPT) dengan kondisi sebenarnya.

Tersangka yang mempunyai beberapa tempat usaha, hanya melaporkan sebagian unit usahanya.

Dengan adanya kasus ini,Affan Nuruliman berpesan terhadap para wajib pajak, khususnya di Wilayah Kerja Kanwil DJP Kepri.

KASUS PENGGELAPAN PAJAK - Penyidik Kejati Kepri memeriksa berkas pelimpahan kasus penggelapan pajak yang diungkap Kanwil DJP Kepri di kantor Kejari Bintan.
KASUS PENGGELAPAN PAJAK - Penyidik Kejati Kepri memeriksa berkas pelimpahan kasus penggelapan pajak yang diungkap Kanwil DJP Kepri di kantor Kejari Bintan. (TribunBatam.id/Alfandi Simamora)

Kewajiban perpajakan itu sebenarnya seperti 'Sales Assessment' artinya wajib pajak itu menghitung sendiri, membayar sendiri dan melaporkan sendiri.

"Artinya wajib pajak itu diantar jujur, apabila ada kekurangan atau kesalahan kantor pajak akan mengimbau dan mengundang untuk menagih," ucapnya, Rabu (11/10).

Namun, jika masih belum bisa ditagih pihaknya akan masuk ke pemeriksaan.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved