Minggu, 19 April 2026

ASET BP BATAM

Upaya BP Batam Atasi Pasokan Air : Membangun IPAL hingga Kerahkan TMC

Pembangunan sambungan pipa transmisi antara Waduk Tembesi dan Waduk Mukakuning adalah salah satu contoh upaya BP Batam menjaga ketersediaan air.

ISTIMEWA
Suasana waduk Duriangkang. 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Pengelolaan air di Batam menjadi tugas dan wewenang Badan Pengusahaan (BP) Batam, demikian pula perihal kelestarian waduk.

Guna memenuhi kebutuhan air bersih di Kota Batam, BP Batam selalu berupaya mengatasi ketersediaan pasokan air, baik di waduk maupun sumber lainnya.

Pembangunan sambungan pipa transmisi antara Waduk Tembesi dan Waduk Mukakuning adalah salah satu contoh upaya BP Batam menjaga ketersediaan air di Batam.

Pasalnya, Waduk Mukakuning sebelumnya masih mengalami potensi kekeringan dengan tampungan air yang kurang dari kapasitasnya. Setelah diresmikan, suplai air bersih di Mukakuning pun bertambah.

Selain itu, BP Batam terus berupaya menggali sumber-sumber air lain di Kota Batam.

Pembangunan instalasi pengolahan air limbah (IPAL) menjadi bentuk upaya menjaga ketersediaan air baku serta pengolahan limbah.

Bangunan IPAL yang dikelola BP Batam ini hampir rampung berdiri di kawasan Bengkong Sadai.

Jaringan perpipaan pun telah terpasang di sekeliling perumahan kawasan Batam Center.

"Hasil IPAL ini berupa air bersih 230 liter per detik dan pupuk kompos 18m² per harinya," jelas Manajer Pengolahan Air Limbah BU Fasling BP Batam, Iyus Rusmana.

Produk akhir air bersih tersebut dapat disalurkan untuk kegiatan kawasan industri di Kota Batam, dan kelak direncanakan dapat dimanfaatkan untuk keperluan rumah tangga.

Upaya BP Batam tidak terhenti sampai di situ saja.

Badan layanan umum ini berusaha menjajal berbagai peluang dengan tujuan peningkatan suplai air, salah satunya dengan menerapkan teknologi modifikasi cuaca (TMC) pada bulan Juni 2020 lalu.

Kehadiran TMC meningkatkan curah hujan di Kota Batam, sehingga waduk-waduk pun terisi sampai mengalami overflowing, contohnya di Waduk Sei Harapan.

Di samping itu, pihak BP Batam juga berupaya merealisasikan kemungkinan penyaluran air menggunakan pipa bawah laut antar pulau dari Lingga, Bintan, atau pun waduk-waduk di kawasan hinterland Pulau Batam.

Menurut Direktur BU Fasling BP Batam, Binsar Oktavidwin Tambunan, pulau-pulau di wilayah Kecamatan Galang dapat dimanfaatkan untuk menyuplai air baku bagi Kota Batam.

Saat ini, di Pulau Rempang sudah terdapat satu waduk, yakni Dam Monggak dengan kapasitas 232 liter per detik. Sedangkan di Pulau Galang terdapat Dam Sei Gong yang berkapasitas 400 liter per detik.

"Kebutuhan air di kedua daerah itu masih belum signifikan karena pembangunan belum dimulai. Sehingga potensi air di sana bisa disuplai ke Batam," ujar Binsar. (adv)

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved