Breaking News:

NEWS VIDEO

VIDEO - Ratusan Orang Serbu Rumah Ibu Pemilik BMW Cash Cari Sugianto, 60 Miliar Lenyap Tak Berbekas

Ratusan nasabah investasi bodong BMW Cash menyerbu kediaman ibu Sugianto alias Anto di Asahan, Sumatera Utara.

Editor: Rio Batubara

Itu gausah kita bahas dulu, yang kita bahas itu untuk ini semua," ujarnya.

Ia menganjurkan saat ini untuk tidak merekrut member baru terlebih dahulu.

Namun bila ingin merekrutpun memiliki peraturan yang sangat kuat.

"Jadi dibuat surat pernyataan, dan sebagainya baru bisa direkrut.

Jadi permintaan saya saat ini, bila saya diizinkan, melanjutkan perjuangan ini, saya akan membayarkan keuntungan satu persen," ujarnya.

Katanya, ia saat ini sedang tidak ingin diganggu, ia ingin menaikan treading dikarenakan modal mulai menipis.

"Nanti berapa hari, dan berapa minggu kita ketemu bersama leader untuk bertemu saya, kita curhat bagaimana inisiatifnya kedepan.

Tapi untuk saat ini tolong izinkan saya untuk melakukan apa yang saya ucapkan dari awal-awal dulu," katanya.

Dana yang dimaksudnya adalah dana modal, dan itu adalah janjinya sedari dulu pertama kali merintis.

Ia meminta kepada para leader untuk meminta anggotanya agar tidak melaporkan Sugianto ke pihak yang berwajib agar treading dapat terus berjalan.

"Saya memohon, teman-teman sabar. Ini adalah masa susah kita.

Hanya beberapa hari saya tidak hadir, kalian bilang saya tidak ada kabar.

Saya tahu kalian semua hancur, kalian semua berhak menundukan kepala," ujarnya.

Ini memang salahku, tapi ingat teman-teman, saya akan berjanji mengcover dana modal semua.

Ia meminta kepada leadernya untuk berkumpul bareng dan berbaikan bersama, agar bisa mendiskusikan hal ini.

Pernah Masuk Penjara Edarkan Uang Palsu

Seorang tetangga, Suraji mengungkapkan bahwa Sugianto alias Anto bukan kali pertama ini terjerat kasus.

Sebelumnya Anto disebut pernah menjalani masa hukuman di penjara, lantaran tertangkap mengedarkan uang palsu (upal).

"Beberapa tahun lalu, enggak ingat kapan tepatnya, pernah terkena kasus uang palsu.

Ditangkap di Meranti (Asahan). Uang itu dicetaknya sendiri," ungkap Suraji, Jumat (13/11/2020) malam.

Menurut Suraji, keahlian mencetak uang palsu itu dipelajari oleh Sugianto alias Anto secara otodidak.

Terlebih saat itu, Anto disebut mulai belajar berbagai program dan aplikasi komputer.

Bahkan atas kemahirannya mengoperasikan komputer, Anto sempat membuka usaha rental dan fotocopy di sekitar tempat tinggal mertuanya.

"Mulai belajar-belajar komputer.

Otodidak kayaknya sampai sempat buka rental komputer.

Di situ juga ada ditemukan polisi uang palsu, alat-alatnya sempat dibawa, disita," ujarnya.

Buka Reparasi Elektronik Tapi Barang Tak Diperbaiki

Sementara terkait latar belakang pendidikan, Anto merupakan alumnus sebuah STM swasta di Kota Kisaran.

Owner BMW Cash itu mengambil jurusan elektronik.

"Dia (Anto) ini tamatan STM, jurusan elektor.

Begitu tamat pernah buka reparasi barang-barang elektronik.

Jadi ada beberapa orang yang bawa TV, radio dan barang eletronik lainnya lah untuk dibetulin, uang diambil.

Tapi barangnya tak pernah selesai," ungkapnya.

Warga Sudah Tahu Tabiat Anto

Terkait kasus yang menimpa Anto, Suraji mengaku tak merasa heran.

Lantaran mengenal sosok Anto yang memang sejak kecil tumbuh di kampung mereka.

Anto dikenal jago bersilat lidah sehingga bisnis yang digembar-gemborkannya tak lagi membuat warga tertarik.

Meski bisnis investasi BMW Cash milik Anto sempat mencuat, tidak ada tetangga tempat tinggal orang tuanya di Dusun VII, Desa Punggulan, Kecamatan Air Joman, Kabupaten Asahan, yang mau ikut dalam bisnis tersebut.

"Warga sini sudah tahu tabiat si Anto, jadi hampir enggak ada yang mau ikut BMW Cash. Kalau desa sebelah ada," ucapnya.

Hal senada disampaikan tetangga lainnya, Atik.

Wanita paruh baya itu juga mengungkapkan bahwa Anto pernah terjerat kasus hingga harus mendekam di penjara.

Tapi sejak bisnis BMW Cash berjalan, di massa pandemi covid-19 pernah berbagi, memberikan beras seberat 5 kilogram kepada warga sekitar.

"Memang pernah masuk (penjara) dulu.

Tapi pun dia baik juga, ada bagi-bagi beras sama kami, pas baru-baru covid," jelas Atik.

(cr2/tribun-medan.com)

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved