Breaking News:

BATAM TERKINI

Harga Cabai dan Bawang Merah di Batam Naik, Pedagang di Pasar Botania Mulai Pusing 

Harga cabai dan bawang merah di Batam mengalami kenaikan yang cukup signifikan sehingga membuat daya beli masyarakat turun.

TRIBUNBATAM.id/ICHWAN NURFADILLAH
Seorang pedagang di Pasar Botania I, Batam sedang berjualan, Selasa (17/11/2020). Harga cabai dan bawang merah di Batam naik. 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Kenaikan harga beberapa bahan pokok untuk kebutuhan dapur di Kota Batam membuat beberapa pedagang mengeluh.

Bukan tanpa alasan, kenaikan ini juga mempengaruhi daya beli masyarakat.

Seperti penuturan beberapa pedagang di Pasar Botania I Kota Batam, Selasa (17/11/2020).

"Minggu ini naiknya drastis, pusing saya. Karena perputaran cabai saat ini sangat lambat. Biasanya orang membeli paling sedikit seperempat kilo, sekarang rata-rata belinya satu ons," keluh pedagang bernama Anggit kepada TRIBUNBATAM.id.

Dia menuturkan, untuk cabai merah, Minggu lalu harinya berkisar Rp 40 ribu per kilonya.

Akan tetapi, minggu-minggu ini, harganya bisa mencapai Rp 54 ribu per kilonya.

Sementara itu, untuk cabai rawit, harganya pun juga ikut naik. Jika Minggu lalu berkisar Rp 32 ribu per kilonya, Minggu ini, harganya menjadi Rp 40 ribu perkilo.

Baca juga: HARGA Daging Sapi dan Ayam di Pasar Batam Turun, Cek Harga Terbarunya

"Kalau cabai rawit setan, minggu lalu harganya Rp 46 ribu per kilo. Hari ini menjadi Rp 54 ribu perkilo, sedangkan cabai hijau, dari harga Rp 36 ribu perkilo menjadi Rp 42 ribu perkilo," jelas Anggit lagi.

Tidak hanya cabai saja, harga bawang juga ikut naik. Minggu lalu, bawang putih hanya sebesar Rp 20 ribu perkilonya. Sekarang, harganya naik menjadi Rp 28 ribu perkilo.

Sedangkan bawang Jawa dari Rp 42 ribu perkilo menjadi Rp 52 ribu perkilo.

Kenaikan ini, timpal pedagang bernama Agung, tidak sesuai dengan daya beli masyarakat yang menurun hingga 50 persen.

Apalagi sejak pandemi Covid-19 melanda Kota Batam beberapa bulan lalu. Daya beli masyarakat seolah menurun drastis dikarenakan dampak dari pandemi ikut mempengaruhi terjadinya gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

"Kalau harga sayur masih normal, biasanya saya bisa jual kangkung sehari 50 kilo, sekarang hanya 20 kilo saja," kata Agung. (Tribunbatam.id/Ichwan Nurfadillah)

Penulis: Ichwan Nur Fadillah
Editor: Tri Indaryani
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved