PILKADA BATAM
PILKADA BATAM - Kapolresta Barelang AKBP Yos Guntur SIK Tinjau Gudang Logistik KPU Batam
Kapolresta Barelang, AKBP Yos Guntur SIK meninjau gudang logistik KPU Batam di Gudang Ex Giant Batuaji, Batam, Kamis (20/11/2020).
Penulis: ronnye lodo laleng |
BATAM, TRIBUNBATAM.id - Kapolresta Barelang, AKBP Yos Guntur SIK meninjau gudang logistik KPU Batam di Gudang Ex Giant Batuaji, Batam, Kamis (20/11/2020).
Dalam pengecekan itu, Kapolresta Barelang didampingi Kabag Ops AKP Lulik Febyantara, SIK dan Kasat Intelkam AKP Yudiarta Rustam beserta Kapolsek Batuaji Kompol Jun Chaidir.
AKBP Yos Guntur SIK, mengatakan, pengecekan gudang logistik itu dilakukan dengan tujuan mengetahui sejauh mana kesiapan logistik yang nantinya akan digunakan pada saat pelaksanaan Pemilihan 9 Desember 2020 mendatang.
Pada kesempatan itu, Kapolresta meminta personel yang bertugas mengamankan Gudang Logistik ini agar selalu meningkatkan kewaspadaan, jangan lengah dan tetap menjaga kesehatan.
“Logistik yang berada di gudang saat ini yaitu Kotak Suara Pilgub, Kotak suara Pilwako, Tinta, serta alat kelengkapan TPS lainnya," katanya.
Baca juga: Logistik Pilkada Batam dan Kepri Bakal Didistribusikan Mulai 5 Desember
Yos Guntur menginstruksikan personel yang melaksanakan pengamanan dan penjagaan di gudang logistik KPU ini agar bertugas dengan ikhlas serta penuh rasa tanggung jawab.
“Ini merupakan tugas negara. laksanakan dengan sebaik-baiknya serta tetap semangat.”ujar Yos.
Secara umum, Polri siap mengamankan pelaksanaan Pilkada akhir tahun nanti.
”Mengingat pandemi Covid-19 belum berakhir tentunya diimbau kepada peserta pemilu dan semua lapisan masyarakat Batam, agar tetap menerapkan protokol kesehatan dengan tujuan pelaksanaan pilkada, damai, sejuk, sehat dan selamat,” paparnya.
Didistribusikan Mulai 5 Desember
Komisi Pemilihan Umum (KPU) Batam bakal mendistribusikan logistik keperluan Pilkada Batam dan Pilgub Kepri ke masing-masing kecamatan mulai 5 Desember sampai 8 Desember 2020.
Ketua KPU kota Batam Herrigen Agusti saat ditemui di Kantor KPU Sekupang, Batam, Jumat (20/11/2020) mengatakan, saat ini KPU masih mempersiapkan sejumlah logistik.
Seperti pelipatan surat suara calon gubernur dan wakil gubernur Kepri serta menunggu kedatangan surat suara calon wali kota dan wakil walikota Batam yang direncanakan tiba 23 November 2020 mendatang.
"Untuk surat suara calon gubernur dan wakil gubernur direncanakan selesai dilipat hari ini," ujarnya Herrigen.
Sementara itu untuk logistik lainnya seperti kotak suara dilanjutkan Herrigen, saat ini sudah selesai dirakit.
Begitu juga dengan paku untuk mencoblos serta tinta saat ini sudah berada di gudang logistik KPU Batam.
"Untuk logistik kita anggap sudah beres. Tinggal menunggu surat suara calon wali kota dan wakil walikota. Selanjutnya pada 5 sampai 8 Desember kita akan distribuskan ke seluruh kecamatan," terang Herrigen.
Adu Cepat Lipat Surat Suara
Ibu-ibu di Batam adu cepat melipat surat suara demi mendapatkan upah dari KPU Batam.
Dengan kecepatan mereka bekerja melipat surat suara, dalam sehari mereka mendapatkan upah Rp 500.000.
Saat pantauan TRIBUNBATAM.id, tangan mereka tak henti bergerak, lipat sana lipat sini hingga kertas surat suara yang semula lebar kini menjadi 3 lipatandan diikat karet.
Mereka adu kecepatan bak pacu lomba untuk melipat agar dapat jumlah lipatan yang banyak.
Petugas lipat surat suara itu didominasi para kaum ibu rumah tangga.
Sementara para lelaki jumlahnya bisa dihitung jari.
Hari ini Komisi Pemilihan Umum (KPU) kota Batam, Rabu (18/11/2020) menerjunkan 113 petugas lipat surat suara.
Suasana gedung pelipatan surat suara tampak hening dari kebisingan.
Baca juga: BEGINI Persiapan Amsakar Achmad Jelang Debat Kandidat di Pilkada Batam
Hanya suara kipas angim dipadu musik yang terdengar.
Para petugas lipat, masing-masing hening mengejar target jumlah lipatan surat suara.
Tak ada interaksi di antara mereka.
"Harus cepat pak, biar banyak dapat. Udah ada 1.000 surat suara yang saya lipat dari pagi tadi," ujar seorang petugas lipat surat suara, Liza.
Kata Liza, tidak ada waktu 'ngerumpi' lantaran ia harus fokus melipat surat suara.
"Lumayan bang, fokus aja. Semalam saya dapat lipat 2000 surat suara. Sudah bergaji 500 ribu," ujarnya.
Menurut dia hari ini ia akan mampuh menyelesaikan 3000 surat suara.
"Kemarin masuk pagi pulangnya jam 16:00 sore. Hari ini sampai pukul 19:00 WIB, jadi bisalah kejar 3000 surat suara," katanya.
Artinya kalau makin banyak yang kita lipat, banyak lah dapat duitnya, cetusnya sembari tersenyum.
Tidak hanya Liza, beberapa ibu-ibu lainnya juga merasakan hal yang sama. Ada yang hanya mampu melipat 1000 hingga 1500 surat suara per hari.
Dalam melipat surat suara, para ibu ibu harus rapi dan hati hati agar surat suara tidak robek.
Satu lipatan kertas surat suara, petugas akan dibayara 250 rupiah. (*/TRIBUNBATAM.id/Ronnye Lodo Laleng/Beres Lumbantobing)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/21112020kapolresta-barelang-akbp-yos-guntur.jpg)