Breaking News:

PILKADA KEPRI

Ditanya Soal PKS Intoleran, Suryani: Tidak Mungkin, Saya dan PKS Jumpai Pendeta Kok

Saat bersilaturahmi dengan warga Bengkong Wahyu, Kota Batam, Minggu (22/11), Suryani yang menegaskan jika semua orang sama di hadapan Negara.

Penulis: | Editor: Septyan Mulia Rohman
TribunBatam.id/Alamudin
SURYANI - Calon Wakil Gubernur Kepri Suryani menjawab kabar intoleran yang ditujukan kepadanya dan partai politik yang mengusungnya di Pilkada Kepri. 

Ditanya Soal PKS Intoleran, Suryani: Tidak Mungkin, Saya dan PKS Jumpai Pendeta Kok

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Calon Wakil Gubernur Kepri Suryani mendapat pertanyaan tentang keanekaragaman suku, budaya dan agama di Kota Batam. 

Pertanyaan itu lebih kepada bagaimana dia menanggapi keanekaragaman itu jika pasangan Isdianto dan Suryani (INSANI) memenangkan Pilkada Kepri pada 9 Desember 2020, serta memimpin Provinsi Kepri.

Pertanyaan tersebut disampaikan saat Suryani bersilaturahmi dan berkampanye di Bengkong Wahyu, Kelurahan Tanjung Buntung, Kecamatan Bengkong pada Minggu (22/11/2020) malam.

Suryani menegaskan semua orang yang ada di Kepri dan Indonesia sama di hadapan Negara.

"Tidak ada mayoritas minoritas, Kita Satu NKRI," ujar Suryani tegas didampingi oleh Wakil Sekretaris Pemenang INSANI, Uba Ingan Sigalingging.

Calon Wakil Gubernur Nomor Urut 02 itu menyebutkan, Kepri merupakan daerah yang cukup majemuk di mana ada warga dari berbagai suku, rasa dan agama.

SURYANI - Calon Wakil Gubernur kepri nomor urut 02 Suryani didampingi Wakil Sekretaris Tim Pemenangan INSANI Uba Ingan Sigalingging saat berkampanye di Bengkong Wahyu, Bengkong, Kota Batam, Minggu (22/11).
SURYANI - Calon Wakil Gubernur kepri nomor urut 02 Suryani didampingi Wakil Sekretaris Tim Pemenangan INSANI Uba Ingan Sigalingging saat berkampanye di Bengkong Wahyu, Bengkong, Kota Batam, Minggu (22/11). (TribunBatam.id/Alamudin)

Namun, mereka mampu hidup rukun, damai, dapat saling menerima dan membangun Kepri bersama-sama.

"Memang banyak isu bahwa PKS tidak toleran kepada pemeluk agama lain.

Saya tegaskan itu tidak ada. Kalau memang kami tidak toleran maka tidak mungkin partai kami diterima di masyarakat Indonesia dan mendapatkan suara di Pemilu," ujar Suryani mengklarifikasi pertanyaan masyarakat.

Halaman
12
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved