Breaking News:

PILKADA BATAM

Debat Calon Wali Kota Batam, Rudi-Amsakar Dapat Pertanyaan dari Lukita-Basyid, Ini Jawabannya

Kedua paslon Pilkada Batam saling bertanya & menyanggah di ajang debat calon wali Kota Batam.Ini jawaban Rudi-Amsakar atas pertanyaan Lukita-Basyid

Penulis: Roma Uly Sianturi | Editor: Dewi Haryati
TRIBUNBATAM.ID/ARGIANTO
DEBAT CALON WALI KOTA BATAM - Suasana debat Calon Wali Kota Batam, mempertemukan Lukita Dinarsyah Tuwo dan Abdul Basyid dengan Muhammad Rudi dan Amsakar Achmad di Harris Hotel Batam Centre, Rabu (25/11/2020). Di antara sesi debat, para paslon boleh saling bertanya dan menyanggah. 

Editor: Dewi Haryati

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Di sesi berikutnya, kedua pasangan calon (paslon) Pilkada Batam diperkenankan bertanya kepada calon lainnya, di ajang debat calon Wali Kota Batam.

Calon Wali Kota Batam nomor urut 2, Muhammad Rudi menjawab pertanyaan paslon Nomor Urut 01 di acara debat Calon Wali Kota Batam itu.

Saat itu Muhammad Rudi tampak santai menjawab pertanyaan dari paslon Lukita-Basyid terkait Free Trade Zone (FTZ).

Menurutnya FTZ masih relevan.

"Terima kasih paslon nomor 1. Bapak/ibu mungkin belum mengetahui UU Omnibuslaw sudah selesai, tinggal PP-nya saja yang belum," kata Rudi, Rabu (25/11/2020) sebagaimana yang disiarkan di Batam TV.

Baca juga: Debat Calon Wali Kota Batam, Ini Jawaban Lukita-Basyid Ditanya Strategi Pemulihan Sektor Pariwisata

Menurutnya, Batam sudah FTZ, barang yang masuk masih seperti dari luar negeri. Ada biaya yang keluar. Maka keluarlah pembatasan barang keluar dari Batam. Karena itu kebijakan kepabeanan.

"Dalam jangka waktu dekat, kita akan minta kepada menteri keuangan akan ada penambahan bagi pedagang online. Barang yang tidak bisa keluar, bisa dipermudah. Kalau terkabulkan, maka terjawablah solusi paslon nomor 1," kata Rudi.

Minta Komitmen Sekolah Swasta Tak Mahal Lagi

Sementara itu, Calon Wakil Wali Kota Batam nomor urut 2, Amsakar Achmad mengatakan, saat membahas basis data terpadu dari Kementerian Sosial, itu berpadu dari sensus penduduk selama 10 tahun. Hal ini diungkapkan saat menyanggah paslon nomor urut 1.

"Intinya yang dibuat paslon 2 tak jauh beda dengan sistem kami," kata Amsakar.

Sementara itu, saat menjawab pertanyaan paslon nomor urut 1 tentang pendidikan, banyak yang mengeluh dan berlomba-lomba ke negeri. Karena swasta tidak ada siswa, negeri tak bisa menampung.

Menanggapi hal tersebut, Amsakar mengakui, persoalan pendidikan membeludak di sekolah negeri karena pendidikan di negeri gratis. Sementara swasta tidak.

"Berdasarkan data 55 sampai 60 persen saja yang tertampung di sekolah negeri. Selebihnya di sekolah swasta. Diperlukan subsidi, adanya insentif untuk guru dan mereka wajib memberikan keringanan 20 persen keringanan," katanya.

Saat menjawab sanggahan paslon 1, Rudi mengatakan, kalau sepakat memberikan insentif kepada seluruh guru. Hal itu sudah pihaknya lakukan selama 7 tahun.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Batam
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved