Breaking News:

bright PLN Batam Tingkatkan Perekonomian Masyarakat Kepulauan Melalui Budidaya Rumput Laut

bright PLN Batam bekerjasama dengan DPD POSPERA Provinsi Kepulauan Riau membantu mengembangkan komunitas masyarakat di Pulau Amat Belanda.

ISTIMEWA
bright PLN Batam bekerjasama dengan DPD Posko Perjuangan Rakyat (POSPERA) Provinsi Kepulauan Riau membantu mengembangkan komunitas  masyarakat  yang berada di  Pulau Amat Belanda, Belakang Padang untuk memanfaatkan lingkungan sekitarnya. 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Dalam upaya menangani dampak ekonomi masyarakat pada sektor kelautan dan perikanan akibat musibah pandemi Covid-19, bright PLN Batam bekerjasama dengan DPD Posko Perjuangan Rakyat (POSPERA) Provinsi Kepulauan Riau membantu mengembangkan komunitas  masyarakat  yang berada di  Pulau Amat Belanda, Belakang Padang untuk memanfaatkan lingkungan sekitarnya.

Bantuan tersebut dilakukan dengan memaksimalkan potensi kekayaaan laut di wilayah Provinsi kepulauan Riau melalui pengembangan budidaya rumput laut.

Untuk menyukseskan program ini, bright PLN Batam memberikan bantuan sebanyak 100 unit keramba jaring apung dan 3.7 ton bibit rumput laut cottonii yang diberikan pada bulan April 2020 lalu.

Komisaris bright PLN Batam, Vicky Arya Muda, dalam sambutannya mengatakan bantuan ini merupakan bentuk komitmen bright PLN Batam untuk membantu peningkatan kesejahteraan masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19.

“Rumput laut merupakan satu dari sekian banyak potensi yang dimiliki oleh Provinsi Kepulauan Riau. Kami siap bersinergi dengan POSPERA dalam memanfaatkan potensi kelautan yang ada. Saya optimistis, sektor ini bisa membantu meningkatkan pendapatan sehingga kesejahteraan masyarakat di wilayah kepulauan ikut terdongkrak,” jelas Vicky. 

Vicky juga menjelaskan dikarenakan faktor alam seperti badai dan hama rumput laut, tingkat keberhasilan budi daya rumput laut cottonii kurang maksimal di Pulau Amat Belanda dan sekitar namun masih cocok di Pulau Terong dan Pecong.

“Untuk memaksimalkan keramba jaring apung yang sudah tersedia serta melihat potensi alam lainya, maka sesuai dengan kesepakatan komunitas nelayan dan POSPERA mengalihkan fungsi 100 unit kerambah jaring apung, 50 unit dijadikan Rakit Apung sebagai alat untuk memaksimalkan pengambilan rumput laut dan 50 unit lagi dipergunakan untuk proses pengeringan rumput laut jenis sargassum (seaweed),” jelasnya.

Pemanfaatan jenis rumput laut sargassum ternyata sangat potensial dan cocok untuk pengembangan  komoditas rumput laut di pulau Amat Belanda.

Ditambah keberadaan rumput laut sargasum merupakan kekayaan alam yang melimpah di perairan Kepulauan Riau.

Perubahan budidaya tersebut mendapatkan antusias dari masyarakat dan menjadi solusi alternatif pekerjaan dimasa pandemi, sehingga saat ini hampir seluruh masyarakat di pulau Amat Belanda menjadikan kegiatan ini sebagai profesi utamanya.

Halaman
123
Editor: Tri Indaryani
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved