Breaking News:

Memasuki Fase 2, Singapura Susun Prototipe Keamanan untuk Turis Mancanegara

Langkah ini diambil guna menghidupkan kembali industri pariwisata dan MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition).

Channel News Asia
Orang-orang tampak mengenakan masker di Dermaga Bedok, di sepanjang East Coast Park, Singapura, pada (19/7/2020). Foto Ilustrasi: - 

TRIBUNBATAM.id, SINGAPURA - Pemerintah Singapura saat ini tengah menyusun prototipe keamanan untuk para turis mancanegara yang akan berkunjung selama pandemi Covid-19

Langkah ini diambil guna menghidupkan kembali industri pariwisata dan MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition).

Saat ini, Singapura sudah memasuki fase 2. Itu artinya, ruang publik, perkantoran, dan sekolah sudah mulai dibuka kembali meski restoran dan tempat hiburan masih dengan kapasitas yang terbatas.

Restoran dan tempat hiburan dibuka dengan kapasitas sekitar 50 persen dari keadaan normal.

Akan tetapi pihak pemerintahnya, termasuk STB)'>Singapore Tourism Board ( STB), sudah mulai menyusun protokol keamanan dan keselamatan untuk turis di masa mendatang. 

Sebagai percobaan, acara pameran dagang travel TravelRevive pun diselenggarakan. 

Tak hanya pameran, acara ini juga mengajak peserta untuk menjalani tur yang aman namun tetap menyenangkan yang kemungkinan akan digunakan untuk para turis di masa mendatang. 

Baca juga: Parlemen Malaysia Gelar Rapat Bahas Anggaran 2021, PM Muhyiddin Yassin Ketar-ketir

"Ini adalah prototipe yang sedangkan dikembangkan. Jadi apa yang kita pelajari dari tur ini juga akan dilaporkan dan kita akan improve untuk turis normal, turis Asia untuk masa mendatang," ujar perwakilan STB, Mohamed Firhan Abdul Salam saat berbincang dalam acara TravelRevive di Singapura, Kamis (26/11).

Firhan mengatakan, saat ini pihak STB dan pelaku industri travel masih terus menggodok protokol yang terbaik bagi para turis.

Dengan demikian, meski dalam keadaan pandemi, pengunjung tetap dapat melakukan perjalanan dengan aman.

"Yang terpenting adalah bagaimana menyiapkan protokol yang baik untuk pengunjung setelah post-Covid, bagaimana kita beradaptasi dalam tur dan program untuk secara global," kata Firhan.

Dalam percobaan tur ini, turis dibagi menjadi beberapa kelompok, maksimal terdiri dari lima orang. Kelompok tersebut tidak boleh bertukar grup guna memudahkan dalam pelacakan jika ada yang positif virus corona. 

Dalam setiap kunjungan ke destinasi wisata ataupun restoran, grup turis ini pun harus selalu bersama. Mereka harus selalu menjaga jarak aman, menggunakan masker, dan memakai token TraceTogether sebagai aplikasi pelacak. (*) 

Simak berita terbaru lainnya di Google News

Baca juga: Pilkada Kepri - Ansar Ahmad Janji Sejahterakan Masyarakat Pulau saat Kampanye di Kundur Karimun

Baca juga: Presiden Jokowi Diyakini Sudah Pegang Nama Penganti Idham Azis Sebagai Kapolri, Siapa Dia?

Baca juga: Imlek 2021, Feng Shui Shio Kambing di Tahun Kerbau Logam, Mystic Node Talisman Bikin Beruntung

Baca juga: Arti Mimpi Menikah, Jika dengan Pacar Tanda Kalian Memang Cocok, Bagaimana jika dengan Mantan Pacar?

 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved