Breaking News:

Ekspresikan Diri di Tengah Pandemi, Pelukis Batam Taja Pameran Lukisan Tunggal Bertema Covid-19

Haryanto akan memajang seluruh lukisannya dalam sebuah ekshibisi lukisan tunggal bertajuk “Mengadang Covid-19” di Nagoya City Walk

TRIBUNBATAM.id/Rimna Sari
Haryanto, SSR, saat merampungkan lukisan bertema Covid-19 yang hendak dipamerkan dalam solo painting exhibition bertajuk "Mengadang Covid-19" di Nagoya City Walk. 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Menyalakan asa di tengah malam, ini yang dilakukan pelukis Batam Haryanto, SSR: membuat lukisan yang seluruhnya bertemakan pandemi Covid-19. Sejak Covid-19 merebak awal tahun, Haryanto praktis hanya mengurung diri, “bersemedi.” Tapi justru karena terkurung, ia malah fokus. Insting seni membara, tiada hari yang dilewatinya tanpa goresan kuas.

Ditemui di Rubeka Café, akhir pekan lalu, Haryanto tampak tengah asyik memegangi kuas, menyapukannya berulang-ulang di atas permukaan kanvas. Beberapa lukisan yang telah selesai, terlihat menumpuk disandarkan ke dinding, persis di sisi kanan kiri meja kerjanya.

“Ini, saya lagi finishing lukisan jenazah korban Covid-19 yang teronggok di ranjang rumah sakit, jelang dipindahkan tim Gugus Tugas untuk dikuburkan,” urainya, sembari memperlihatkan sebuah lukisan berwarna pucat temaran yang diberinya judul “jenazah.”

Di ruang kerjanya yang menyempil di sudut Rubeka Café, Haryanto menuturkan kalau hingga kini, total lukisan yang telah dirampungkannya sudah mencapai hitungan 60 buah. Semua, bertemakan pandemi Covid-19.

“Saya menangkap fenomena Covid-19 yang kita hadapi sehari-hari ini, lalu saya ekspresikan dalam wujud lukisan. Bayak ide yang lahir dari Covid-19, tentang handsanitizer, masker, jaga jarak, tim medis, gugus tugas hingga hal-hal kecil yang selama ini luput dari tangkapan media,” urainya lagi.

Praktis, hampir enam bulan ia melakoni “semedi,” kalau tidak di Rubeka Café, dilakukannya di rumah. Ia hanya sekali waktu ke luar “kandang” ketika ada panggilan melukis atau merampungkan proyek seninya di sejumlah tempat. Selebihnya, sebagian besar waktunya benar-benar tersita untuk merampungkan lukisan tematiknya, pandemi Covid-19.

Mengikut jadwal, Haryanto akan memajangkan seluruh lukisannya dalam sebuah ekshibisi lukisan tunggal bertajuk “Mengadang Covid-19” yang ditaja di Main Hall Nagoya City Walk, Nagoya tanggal 12 Desember mendatang.

“Saya bekerjasama dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam serta Batam Tourism and Promotion Board untuk mengeksekusi acara ini. Jaman gini, kita gak bisa kita jadi superman. Harus berkolaborasi,’‘ ujarnya.

Dalam pameran itu, lanjutnya, akan dipamerkan seluruh lukisan yang telah dibuat. Akan juga dilakukan lelang tulisan yang sebagian hasil penjualannya disumbangkan untuk membantu penanganan wabah Covid-19 di Kota Batam. “Selain melukis, kami seniman ini, ya itulah yang bisa kami lakukan. Tak lebih. Semoga saja nanti bisa serba sedikit membantu Tim Gugus Tugas,’‘ harapnya.

Ardi Winata, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam yang dikonfirmasi membenarkan rencana pameran solo tersebut. “Kami sambut antusias ide dan niat Pak Haryanto. Maka ketika dibincangkan soal rencana pameran, saya langsung iyakan. Sesuai benar temanya dengan kondisi kita saat ini. Semoga saja mendapat atensi dan apreasiasi masyarakat luas,” katanya.

Ditanya tentang harapan akan acara dimaksud, Ardi Winata menggarisbawahi bahwa apresiasi besar sebenarnya ia lebih tujukan kepada seniman yang dalam masa pandemi justru tidak kehilangan asa. Ia yakin, hal serupa dilakukan oleh seniman-seniman lain di Batam.

“Pandemi selalu memunculkan blessing in disguise. Malanya menghampiri tapi di satu sisi justru jadi momen bagi seniman untuk makin berkarya lebih hebat. Dan itu, contoh nyatanya sudah dibuktikan oleh Pak Haryanto ini,” sebutnya.

Edi Sutrisno, Direktur Eksekutif Batam Tourism and Promotion Board yang akan membantu mengorganisasikan acara, tak menampik kalau solo exhibition lukisan “mengadang Covid-19” bakal memantik atensi khalayak. Ia juga berjanji akan mengundang para ekspatriat termasuk wisatawan asing yang masih berada di Batam untuk turut lebur menikmati pameran.

“Ini pameran lukisan bertema Covid-19 pertama yang dieksekusi di tanah air di era new normal ini. Saya yakin bakal direspon hangat publik,” timpalnya sembari mengungkapkan apreasiasi besarnya kepada Haryanto yang memiliki ide brilian melukis mono tema di tengah Batam dihimpit badai pandemi.

“Kreativitas orang-orang tertentu justru kadang meledak-ledak dalam situasi terhimpit. Ini dibuktikan oleh Pak Haryanto. Pandemi bukan biang alasan untuknya berhenti bergerak dan berkarya,’‘ paparnya. (*)

Penulis: Rimna Sari Bangun
Editor: Rimna Sari Bangun
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved