Breaking News:

Dosa Siti Aisyah Diganjar JPU Tuntutan 10 Tahun Penjara, Tampung Uang Haram Dagangan Sabu Abang

Nekat menampung uang hasil dagangan sabu-sabu abangnya, seorang ibu rumah tangga di Medan dituntut 10 tahun penjara

Editor: Irfan Azmi Silalahi
istimewa
Dosa Siti Aisyah Diganjar JPU Tuntutan 10 Tahun Penjara, Tampung Uang Haram Dagangan Sabu Abang. Foto ilustrasi 

TRIBUNBATAM.id - Dosa Siti Aisyah Diganjar JPU Tuntutan 10 Tahun Penjara, Tampung Uang Haram Dagangan Sabu Abang.

Nekat menampung uang hasil dagangan sabu-sabu abangnya, seorang ibu rumah tangga di Medan dituntut 10 tahun penjara.

Siti Aisyah (33) tak sendiri, bersama Anggi Pramana dan Amran ketiganya dituntut sama oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU), Anita pada sidang yang digelar online di ruang sidang Cakra III, Pengadilan Negeri Medan, Selasa (1/12/2020).

Ketiganya juga didenda Rp 1 miliar dan apabila tidak dibayarkan akan ditambah masa kurungannya selama enam bulan.

Baca juga: Dua Warga Binaan Lapas Narkotika Klas IIA Tanjungpinang Dapat Hukuman Mati, Tampung 889 Narapidana

Baca juga: Penganiaya Brimob di Klub Malam Positif Narkotika, Termasuk Oknum Anggota DPRD dari PDIP?

"Menuntut terdakwa Siti Aisyah, Anggi Pramana dan Amran dengan pidana penjara selama 10 tahun, denda Rp 1 miliar dengan subsider 6 bulan penjara," kata JPU.

JPU membacakan tuntutan kepada ketiga terdakwa dalam sidang yang digelar secara online di ruang sidang cakra III, Pengadilan Negeri Medan, Selasa (1/12/2020)
JPU membacakan tuntutan kepada ketiga terdakwa dalam sidang yang digelar secara online di ruang sidang cakra III, Pengadilan Negeri Medan, Selasa (1/12/2020) (TRIBUN MEDAN/GITA)

JPU menjelaskan ketiga terdakwa tersebut telah terbukti bersama-sama melakukan tindak pidana narkotika untuk dijual, sehingga perbuatannya sebagaimana diatur dan diancam pidana melanggar Pasal 114 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (1) UU No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

JPU menjelaskan perkara tersebut bermula pada tahun 2019 saat saksi Ismail Hsb Bin Kosim berkenalan dengan sesama warga binaan bernama Ayem (dalam daftar pencarian orang/DPO) di Lapas Kelas II A Labuhan Ruku Kab. Batubara.

Baca juga: ARTIS CATHERINE WILSON Resmi Jadi Tersangka Kepemilikan Narkotika, saat Ditangkap Pakai Daster

Setelah Ayem selesai menjalani hukuman dan keluar dari Lapas, lalu Ayem dan Ismail berkomunikasi serta sepakat untuk bekerjasama, dalam penjualan sabu milik Ayem.

Ismail berperan untuk menjualkan sabu, dan pembayaran akan dilakukan setelah sabu-sabu laku dijual.

Lalu untuk transaksi yang pertama Ismail menerima sabu sebanyak 1 kg untuk dijualkan kepada pembeli.

Baca juga: 20 Ribu Pil Ekstasi dan 8,3 Kilo Sabu-sabu Diamankan di Batam, Tiga Orang Jadi Tersangka

Baca juga: Anggota DPRD Labura Bikin Malu! Tak Berkutik Digerebek Polisi Bersama Teman Wanita Pesta Sabu

Baca juga: BNNP Kepri Musnahkan 36,6 Kilogram Sabu-sabu Dari Dua Laporan Kasus, Empat Tersangka Dihadirkan

Halaman
123
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved