Breaking News:

BATAM TERKINI

Simpan Sabu dalam Anus, 2 Penumpang Pesawat di Bandara Hang Nadim Batam Diamankan Polisi

Dua orang penumpang di Bandara Hang Nadim tertangkap karena membawa sabu di dalam anusnya saat akan naik pesawat terbang, Rabu (25/11/2020).

TRIBUNBATAM.id/Ronnye Lodo Laleng
Bea Cukai Batam kembali menggagalkan upaya penyelundupan sabu yang dilakukan oleh dua orang penumpang di Bandara Hang Nadim Rabu (25/11/2020). 

BATAM, TRIBUNBATAM.id -  Bea Cukai Batam kembali menggagalkan upaya penyelundupan sabu yang dilakukan oleh dua orang penumpang di Bandara Hang Nadim Rabu (25/11/2020).

Penangkapan itu didasari hasil analisa penumpang oleh petugas Bea Cukai Batam.

Sabu seberat 68,2 gram tersebut disembunyikan di dalam anus pria yang berinisial M (52 thn) dengan rute perjalanan Batam – Surabaya – Lombok. 

Berdasarkan pemeriksaan badan dan barang bawaan kedua tersangka, petugas Bea Cukai tidak menemukan hal-hal yang mencurigakan.

Selanjutnya, petugas Bea Cukai melakukan urine test untuk mendeteksi adanya obat-obatan terlarang dalam tubuh tersangka tersebut.

Hasil dari urine test menunjukkan positif mengonsumsi narkoba, untuk itu kedua tersangka dibawa ke RS Awal Bros untuk dilakukan rontgen dan ditemukan ada 2 bungkus sabu di dalam tubuh tersangka.

Undani, Kepala Seksi Layanan Informasi mengatakan penindakan sabu ini merupakan penindakan ke-43 Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Batam di tahun 2020.

"Selanjutnya tersangka dan barang bukti diserahkan ke Kepolisian Daerah Provinsi Kepulauan Riau untuk diproses lebih lanjut," katanya, Rabu (2/12/2020).

Tangkapan ini serupa dengan dua tangkapan Bea Cukai Batam sebelumnya dengan modus yang sama yaitu jasa “burung”.

Baca juga: 20 Ribu Pil Ekstasi dan 8,3 Kilo Sabu-sabu Diamankan di Batam, Tiga Orang Jadi Tersangka

Burung adalah istilah untuk kurir yang memasukkan sabu ke dalam anus dan mengeluarkannya setelah sampai di lokasi penerima.

Sabu tersebut dikemas bulat seperti telur dengan plastik bening atau kondom kemudian dibungkus lagi dengan lakban hitam lalu diolesi dengan baby oil agar mudah keluar masuk anus.

“Tersangka dijerat dengan dugaan melakukan tindak pidana kepabeanan dalam pasal 114 ayat (1) Undang-Undang No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman pidana mati/ penjara seumur hidup, atau paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun, serta pidana denda maksimum Rp10 miliar,” kata Undani. (TRIBUNBATAM.id/ Ronnye Lodo Laleng)

Simak berita Tribun Batam lainnya di Google News

Penulis: ronnye lodo laleng
Editor: Tri Indaryani
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved