Breaking News:

PENYELUNDUPAN BABY LOBSTER

Penyelundupan Baby Lobster Digagalkan di Batam, Benur Akhirnya Kembali ke Alam Bebas

Sebanyak 41.500 benih lobster atau benur akhirnya dilepas di perairan Pulau Nguan, Batam.

ist
BENIH LOBSTER - Sebanyak 41.500 benih lobster atau benur akhirnya dilepas di perairan Pulau Nguan, Batam. 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Sebanyak 41.500 benih lobster atau benur akhirnya dilepas di perairan Pulau Nguan, Batam.

Menurut Kepala Stasiun Balai Karantina Ikan, Pengendalaian Mutu dan Hasil Perikanan (BKIPM) Batam jenis lobster ini merupakan ikan paling mahal dari kategori budi daya air laut.

"Alhamdulliah iya, serangkaian kegiatan pelepasliaran benih baby lobster telah selesai.  Ribuan benih lobster itu kita kembalikan ke habitatnya dikawasan yang telah ditentukan," ujar Agung.

Benih lobster atau baby lobster itu merupakan hasil tangkapan dari penyelundupan benur di KM Kelud, Minggu (6/12/2020).

Benih lobster berjenis lobster mutiara dan lobster pasir itu rencananya akan diselundupkan ke  Vietnam melalui Singapura.

Tiga karung goni berisi baby lobster atau benur disita di salah satu kamar kelas bisnis KM Kelud.

Penyelundupan benih lobster digagalkan berkat kerjasama tim gabungan Kantor Kesyabandaran dan Otoritas Pelabuhan atau KSOP kelas I khusus Batam didampingi polisi, Bea Cukai Batam dan BKIPM.

Baca juga: Lobster Mutiara Diselundupkan ke Vietnam via Batam Jenis Langka dan Termahal

Tim gabungan yang dipimpin langsung Kepala Bidang Keselematan Berlayar Penjagaan Dan Penegakan Hukum, kantor KSOP kelas I khusus kota Batam, Eko Handoyo langsung memasuki kapal.

"Kami mendapat informasi ada hal yang mencurigakan di kapal Pelni ini. Penumpang membawa suatu barang dilarang," ujarnya kepada TribunBatam.id.

Suasana penggeledahan itu dilakukan secara masif.

Halaman
1234
Penulis: Beres Lumbantobing
Editor: Agus Tri Harsanto
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved