Breaking News:

Bupati Bintan Apri Sujadi Soroti Macet di Gunung Kijang, Cek Kesiapan Libur Natal dan Tahun Baru

Bupati Bintan Apri Sujadi langsung memimpin Rapat Persiapan menghadapi libur Natal dan Tahun baru bersama FKPD serta OPD terkait, di Ruang Rapat II Ka

TRIBUNBATAM/ALFANDI
Suasana saat Bupati Bintan, Apri Sujadi memimpin Rapat Persiapan menghadapi libur Natal dan Tahun baru bersama FKPD serta OPD terkait, di Ruang Rapat II Kantor Bupati Bintan,Jum'at (11/12). 

BINTAN, TRIBUNBATAM.id  -Usai cuti kampanye hingga Pilkada 9 Desember lalu, Bupati Bintan Apri Sujadi langsung memimpin Rapat Persiapan menghadapi libur Natal dan Tahun baru bersama FKPD serta OPD terkait, di Ruang Rapat II Kantor Bupati Bintan, Jumat (11/12/2020).

Pembahasan difokuskan pada persiapan dan antisipasi meledaknya jumlah masyarakat yang berlibur ke beberapa destinasi wisata khususnya di kawasan Pantai Trikora. 

Apri menyebutkan, bahwa hal ini merupakan tradisi tahunan yang memang harus selalu dipersiapkan.

"Masih di masa pandemi, lanjut ke era new normal. Tapi tidak bisa kita memaksa untuk menahan lonjakan yang akan terjadi. Kita yang harus fokus agar tidak terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan," terang Apri.

Selanjutnya, masih kata Apri, seluruh instansi terkait harus melakukan persiapan matang.

"Khusus di Trikora, pelampung keselamatan, batas area berenang dan tak lupa Prokes yang harus diterapkan. Jangan sampai kita kekurangan personil, standby dan siaga selalu," sambungnya.

Kemudian Apri juga menyinggung persoalan arus lalu lintas yang setiap libur akhir tahun selalu menimbulkan kemacetan bahkan tak jarang terjadi kecelakaan.

"Gunung Kijang macetnya luar biasa kalau sudah akhir tahun sampai H +2 awal tahun. Dishub, koordinasikan terus dengan Satlantas, kalau perlu berlakukan rekayasa lalu lintas one way dan sebagainya," kata Apri.

Sebelum menutup tak lupa juga diingatkan kepada seluruh stakeholder untuk dapat menyampaikan, kepada masyarakat agar menahan diri dan tidak terlalu beruforia dalam perayaan tahun baru.

Memang tidak bisa dilarang sepenuhnya, namun usahakan untuk memberi batasan terlebih masih di masa pandemi.

"Kita sampaikan jauh-jauh hari, jangan sampai nanti masyarakat kaget, sudah persiapan tiba-tiba kita himbau. Kita himbau dulu, walau cuma perayaan kecil sedapat mungkin tetap sesuai standar prokes yang telah ditentukan," tutupnya.(als)

Penulis: Alfandi Simamora
Editor: Agus Tri Harsanto
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved