Selasa, 28 April 2026

BATAM TERKINI

Warga Batam Heran Beli Tiket Kapal Pelni Harus Rapid Test, Meski Jadwal Berangkat Masih Lama

Warga Batam mempertanyakan kebijakan Pelni yang mengharuskan calon penumpang menunjukkan hasil rapid test saat akan membeli tiket kapal.

TRIBUNBATAM.ID/BERES LUMBANTOBING
BELI TIKET - Suasana di loket pembelian tiket kapal Pelni di Batam. 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Puluhan masyarakat yang hendak membeli tiket Pelni di Kantor Pelni Sekupang mempertanyakan kebijakan Pelni yang mengharuskan calon penumpang menunjukkan hasil rapid test.

Erna, warga Sagulung yang berencana pulang kampung ke Sumatera Utara akhir Desember 2020 mendatang misalnya, mengaku kecewa saat datang ke kantor Pelni Sekupang.

Aturan itu membuat dirinya tidak bisa membeli tiket

"Kita sudah datang jauh- jauh. Tapi malah dipersulit,"kata Erna.

Dia mengatakan pihak Pelni meminta agar dirinya terlebih dahulu melakukan rapid test.

"Ini sangat tidak masuk akal, soalnya rencana berangkatnya masih lama. Kalau kita Rapid test sekarang, nanti begitu mau pulang, waktu rapid tesnya sudah habis. Terpaksa rapid test lagi. Kalau kayak gitu sudah lebih mahal nanti biaya rapid test," kata Erna.

Baca juga: JELANG Natal dan Tahun Baru 2021, Pelni Kerahkan 26 Kapal Penumpang, Tiket Bisa Dibeli Online

Mengenai keluhan warga tersebut Tumbur Hutasoit, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Batam, meminta agar pihak Pelni meninjau kembali kebijakan yang dibuat.

"Aturan pemerintah sudah jelas, kalau ada warga yang hendak bepergian, harus terlebih dahulu melakukan pemeriksaan Rapid test. Tetapi tidak ada aturan yang mengatakan harus rapid test dulu baru beli tiket," kata Tumbur.

Dia mengatakan mengenai rapid test itu diperiksa saat keberangkatan.

"Jadi kalau ada warga yang membeli tiket sebelum melakukan rapid test, itu tidak masalah. Kalau seandainya nanti warga yang bersangkutan reaktif. Itu sudah resiko," kata Tumbur.

Dia mengatakan kebijakan yang dibuat Pelni, terkesan mempersulit masyarakat untuk mendapatkan tiket.

"Kita tahu warga itu sudah jauh jauh datang ke Kantor Pelni, masa mereka harus pulang," kata Tumbur.

Yang parahnya lagi warga yang hendak membeli tiket harus mengisi data diri di Aplikasi eHAC.

"Ini sangat tidak masuk akal, karena eHAC itu di isi di tempat tujuan," kata Tumbur.

Dia mengatakan, saat ini harga tiket pesawat sudah tinggi masyarakat yang hendak pulang mencari tiket murah.

"Jadi kita meminta kepada Pelni agar tidak mempersulit masyarakat," kata Tumbur. (TRIBUNBATAM.id/Ian Sitanggang)

Baca juga berita Tribun Batam lainnya di Google

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved