Breaking News:

PILKADA 2020

Kronologi Penyerangan 3 Rumah Pendukung Calon Bupati Luwu Utara, 2 Mobil Dibakar OTK

Begini Kronologi Penyerangan 3 Rumah Pendukung Calon Bupati Luwu Utara, 2 Mobil Dibakar OTK

Editor: Danang Setiawan
Tribun Timur
PILKADA 2020 - Kronologi Penyerangan 3 Rumah Pendukung Calon Bupati Luwu Utara, 2 Mobil Dibakar OTK 

"Melihat adanya kobaran api, saksi Nurmiati berteriak dan bapaknya Fandi bangun, kemudian datang warga sekitar untuk membantu memadamkan kobaran api," jelasnya.

Selanjutnya sekitar pukul 02.42 Wita, terjadi percobaan pembakaran garasi mobil milik Murtoyo (40) di Desa Sidomukti.

Saksi Heru (38), sekaligus tetangga korban sementara tidur dan tiba-tiba bangun karena mendengar suara motor.

Setelah bangun ia langsung keluar rumah.

"Saksi melihat rumah korban sudah terbakar di bagian atap garasi mobil, melihat kejadian itu saksi berteriak meminta tolong untuk memadamkan api," jelasnya.

Irwan mengatakan masih memburu pelaku dalam kasus ini.

"Pelaku masih dalam lidik, sementara situasi di TKP tetap aman dan terkendali," tutup Irwan.

Tanggapan bupati

Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani saat mencoba menaiki kendaraan ojek menuju Kecamatan Seko, yang merupakan daerah terpencil, beberapa waktu lalu, Sabtu (13/06/2020)
Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani saat mencoba menaiki kendaraan ojek menuju Kecamatan Seko, yang merupakan daerah terpencil, beberapa waktu lalu, Sabtu (13/06/2020) (MUH. AMRAN AMIR)

Sementara itu, Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani menyesalkan aksi penyerangan terhadap rumah pendukungnya di Desa Sidomukti dan Desa Patoloan, Kecamatan Bone-bone, Jumat (11/12/2020) dinihari.

Pernyataan kecewa ditulis bupati sekaligus calon petahana pada halaman Facebook-nya.

"Saya pikir tahapan pilkada 2020 sudah selesai, tinggal menunggu hasil resmi dari KPU. Tapi rupanya masih ada pihak-pihak yang tidak puas lalu menggunakan cara-cara tidak terpuji," tulis Indah.

"Mereka melakukan kekerasan dan teror dengan menyerang dan membakar. Relawan BISA (Bersama Indah Suaib) yang dijadikan sasaran serangan dalam waktu yang hampir bersamaan. Kejadian pada pukul 01.30 Wita, saat tuan rumah dan kita semua sedang tertidur nyenyak," sambungnya.

Indah menyebut, tiga relawan BISA yang jadi korban penyerangan adalah Fandi dan Murtoyo di Desa Sidomukti serta Fajar di Desa Patoloan.

"Sungguh, ini tindakan keterlaluan, sehingga saya minta aparat keamanan untuk diusut tuntas. Pihak kepolisian harus segera tangkap pelaku dan otak di baliknya, agar kejadian serupa atau lebih tidak terulang. Tidak ada ruang buat cara-cara kekerasan dan tidak bertanggung jawab seperti ini," tuturnya.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved