Breaking News:

ADVERTORIAL

Tindaklanjut Kerja sama dengan PDAM Tirta Kepri, ATB Diminta Selesaikan 8 Masalah Ini

ATB akan mengasistensi PDAM Tirta Kepri untuk menyelesaikan masalah pelayanan air bersih di Pulau Bintan

Tribunbatam.id/ Istimewa Humas ATB
Direktur Teknik ATB, Paul Bannett, didampingi sejumlah manager ATB tengah mengadakan pertemuan virtual dengan jajaran direksi dan manajemen PDAM Tirta Kepri terkait tindak lanjut kerjasama peningkatan kualitas layanan air bersih di Pulau Bintan. 

BATAM, TRIBUNBATAM.id – PT Adhya Tirta Batam (ATB) akan mengasistensi PDAM Tirta Kepri untuk menyelesaikan masalah pelayanan air bersih di Pulau Bintan. Setidaknya ada 8 masalah krusial yang dipaparkan PDAM Tirta Kepri untuk segera diselesaikan.

PDAM Tirta Kepri telah berdiri sejak tahun 1971. Namun hingga kini, PDAM tersebut belum mencapai performa optimalnya. Tirta Kepri berniat membenahi diri, agar mampu memberikan pelayanan terbaik bagi ibu kota Provinsi Kepri.

Dalam rangka itu, PDAM Tirta Kepri meminta ATB untuk mengevaluasi beberapa hal, dan mengasistensi PDAM tertua di Kepri ini untuk membenahi beberapa faktor penting yang dianggap mendesak.

“Ada delapan poin yang sudah kami petakan. Beberapa diantaranya sangat mendesak,” ujar Direktur PDAM Tirta Kepri, Mamat.

Lebih jauh Mamat menjelaskan, poin pertama yang penting untuk dipetakan adalah kebutuhan air bersih untuk 25 tahun kedepan. Saat ini PDAM Tirta Kepri telah mengolah air bersih sebesar 400 liter perdetik. Itu merupakan kapasitas maksimal yang bisa dioptimalkan dari sejumlah instalasi Pengolahan Air (IPA) yang dikelola oleh Tirta Kepri.

Baca juga: Sister Company ATB Hadir di Lampung, Berikan Kualitas Pelayanan Air Bersih Nomor Wahid

Baca juga: Masih Jadi Acuan Pengelolaan Air, Sumsel Ingin Contoh ATB untuk Perkuat Layanan Air Bersih

Namun di sisi lain, cakupan layanan PDAM ini baru mencapai 51 persen. Artinya, PDAM Tirta Kepri belum melayani hampir separuh penduduk Bintan, namun sumber air yang ada sudah tidak mencukupi lagi.

Selain mengestimasi kebutuhan air bersih 25 tahun kedepan, ATB juga diminta untuk mengevaluasi penggunaan pompa dan jaringan pipa ke masing-masing IPA. PDAM Tirta Kepri juga meminta asistensi ATB untuk mengevaluasi kapasitas terpasang, jaringan distribusi yang ada.

“Evaluasi ini bertujuan agar penggunaan pipa dan pompa bisa lebih efisien,” jelasnya.

Selain itu, masalah kehilangan air juga menjadi momok menahun yang harus diselesaikan oleh PDAM Tirta Kepri. ATB dinilai sebagai ahlinya dalam menurunkan angka kehilangan air, karena berhasil menekan angka Non Revenue Water (NRW) di Batam hingga 14 persen. Prestasi yang belum pernah dicapai oleh perusahaan air dengan pelanggan di atas 100 ribu lainnya.

Sebenarnya, Tirta Kepri sudah mulai melakukan langkah dengan membentuk District Meter Area (DMA) untuk menekan angka kebocoran. Namun, menurut Mamat, DMA yang dibangun Tirta Kepri juga akan dievaluasi oleh ATB agar semakin efisien.

Halaman
12
Editor: Dewi Haryati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved