Minggu, 31 Mei 2026

PILKADA BATAM

Hasil Pilkada Batam - 210.177 Pemilih Tak Berikan Hak Suaranya di Pilkada Serentak 2020

Herrigen bilang,warga Batam yang memberikan hak suaranya 377.350,sementara jumlah DPT Batam 587.527.Artinya ada 210.177 pemilih tak berikan hak suara

Tayang:
Editor: Dewi Haryati
TRIBUNBATAM.id/Beres Lumbantobing
Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Batam, Herrigen Agusti. Herrigen menyebut tingkat partisipasi pemilih Batam mencapai 64 persen. Dari data, setidaknya 210.177 Pemilih Tak Berikan Hak Suaranya di Pilkada Serentak 2020 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Sebanyak 210.177 pemilih Batam tak memberikan hak suaranya di Pilkada Serentak 2020.

Baik itu untuk Pilkada Batam maupun Pilkada Kepri.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Batam menduga, di antara penyebabnya karena saat ini sedang pandemi Covid-19.

Sehingga mempengaruhi minat warga menyalurkan hak pilihnya untuk kepemimpinan lima tahun yang akan datang.

Tahun ini persentase partisipasi pemilih yang menggunakan hak pilihnya saat Pilkada Serentak mencapai 64 persen.

Hasil ini memang lebih rendah dari target KPU yakni di angka 77 persen.

"Setelah kita rampungkan pleno rekapitulasi hasil pemungutan surat suara tadi malam, datanya seperti itu.

Warga yang memberikan hak suaranya berjumlah 377.350, sementara jumlah DPT Kota Batam 587.527. Artinya jumlah itu baru mencapai 64 persen," ujar Ketua KPU Batam, Herrigen Agusti saat dihubungi Tribunbatam.id, Jumat (18/12/2020).

Walau begitu, Herrigen mengakui, jumlah itu sudah cukup tinggi di masa pandemi covid-19.

Menurutnya, tingkat partisipasi masyarakat memilih tahun ini juga jauh lebih tinggi dibandingkan Pilkada tahun 2015 lalu. 

Tahun 2015 lalu, tingkat partisipasi pemilih hanya berkisar di angka 48 persen.

Baca juga: UPDATE Kasus Covid-19 di Anambas, 8 Orang Dipulangkan Setelah Jalani Karantina 14 Hari

"Tingkat partisipasi kita ada di angka 64 persen tahun ini. Cukup tinggi dari pilkada tahun lalu, kita apresiasi pada masyarakat Batam yang sudah menyalurkan hak suaranya," tuturnya.

Ia melanjutkan, jumlah pemilih sedikit lebih rendah tahun ini tak lepas dari masa pandemi.

"Coba gak Pandemi, bisa lebih tinggi lagi. Saya rasa sudah cukup bagus," bebernya.

Terkait jumlah pemilih golput atau yang tidak menyalurkan hak suaranya, Herrigen mengaku bisa dihitung dari jumlah DPT dikurangi jumlah pemilih yang menyalurkan hak suaranya. 

"Jumlah DPT kita dikurangi jumlah yang memilih, itulah pemilih yang golput atau yang tidak menyalurkan hak suara," tambah dia. 

38.604 Warga Sagulung Pilih Golput

Sebelumnya diberitakan, jumlah partisipasi pemilih di Sagulung menurun hingga di angka 40 persen pada Pilkada serentak 2020 kali ini.

"Berdasarkan laporan rekapitulasi pemilih tingkat kelurahan, persentase jumlah pemilih di Sagulung hanya mencapai 60 persen dari total jumlah penduduk," ujar Ketua Panwascam Sagulung Aldy Kurniawan saat ditemui di kantor Panwascam di kompleks pertokoan Graha Sabina, Kamis (10/12/2020).

Jumlah DPT di kecamatan Sagulung sebanyak 96.510 orang.

Data itu tersebar di 354 TPS.

Mengenai banyaknya warga yang tidak memilih atau datang ke TPS, Aldy enggan memberikan komentar.

"Hasilnya memang seperti itu, persentase pemilih hanya 60 persen, 40 persennya golput, artinya ada sebanyak 38.604 orang yang tidak mencoblos. Sebenarnya disayangkan namun itulah yang terjadi," ungkapnya. 

Untuk diketahui, kecamatan Sagulung merupakan jumlah DPT terbanyak di kota Batam

Banyak Pemilih Tak Dapat Undangan Nyoblos

Sementara itu, perolehan suara sementara pasangan calon (paslon) nomor urut 01, Lukita Dinarsyah Tuwo dan Abdul Basyid Has masih jauh dari harapan. 

Melansir dari laman resmi Komisi Pemilihan Umum (KPU) Indonesia, Jumat (11/12/2020) sekira pukul 13.49 WIB, persentase suara sementara Lukita-Basyid hanya sebesar 26,8 persen.

Jumlah ini tertinggal cukup signifikan dari paslon nomor urut 02, Muhammad Rudi dan Amsakar Achmad dengan persentase suara mencapai 73,2 persen.

Menanggapi ketertinggalan ini, Lukita Dinarsyah Tuwo mengaku heran dengan rendahnya tingkat partisipasi pemilih di Kota Batam.

Prakiraan dia, partisipasi pemilih hanya sebesar 45 sampai 50 persen saja

"Ada TPS yang partisipasinya tinggi sekali dan ada yang rendah sekali," kata Lukita kepada TRIBUNBATAM.id, Jumat (11/12/2020).

Walau tak ingin berspekulasi, Lukita mengatakan, rendahnya tingkat partisipasi ini ikut berimbas kepada perolehan suara dirinya dan Abdul Basyid Has.

"Saya melihat, banyak masyarakat yang tidak mendapat surat undangan untuk memilih sehingga banyak yang mengeluh," tambah dia.

Dalam hal ini, Lukita mencontohkan kepada permasalahan beberapa pendukungnya.

Kata dia, banyak pendukung paslon nomor urut 01 mengaku tidak mendapatkan surat undangan untuk mencoblos.

Walau diakuinya, hal ini tidak menjadi salah satu acuan utama rendahnya partisipasi pemilih di Kota Batam.

"Saya bertanya kepada teman-teman pendukung, ada yang harus mencoblos di TPS yang agak jauh dari tempat tinggalnya. Hal ini sedikit banyak tentu mempengaruhi mereka untuk memilih," katanya lagi.

Walau timbul penyesalan akibat beberapa pendukungnya tak dapat mencoblos, Lukita tak ingin berspekulasi saat disinggung adanya potensi kecurangan.

"Terkait pelanggaran hukum, sepanjang tak ada bukti, saya belum mau bicara," katanya.

Rudi-Amsakar Menang Telak

Pasangan calon (paslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Batam, Rudi-Amsakar menang telak melawan Lukita-Basyid di Pilkada Batam 2020.

Sebelumnya, kemenangan paslon petahana Rudi-Amsakar ini memang sudah diprediksi dari awal.

Setelah pencoblosan suara, perolehan suara Rudi-Amsakar jauh melampaui pesaingnya, Lukita-Basyid dari hasil penghitungan suara sementara untuk Pilkada Batam.

Kemenangan ini dikuatkan lagi dari hasil Pleno KPU Batam.

Paslon Rudi-Amsakar meraih suara terbanyak 267.497. Sedangkan Lukita-Basyid hanya mendapat 98.638 suara untuk Pilkada Batam 2020.

KPU Batam merampungkan pleno rekapitulasi hasil pemungutan surat suara Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Batam, Kamis (17/12/2020) sekira pukul 23:50 WIB.

Ketua KPU Kota Batam Herrigen Agusti mengatakan, pembacaan rapat pleno hasil rekapitulasi perhitungan suara dibacakan dihadapan para saksi, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dan PPK tiap kecamatan.

"Untuk penetapan calon terpilih kita agendakan tiga hari setelah pembacaan hasil rekapitulasi pleno," kata Herrigen.

Lukita tak Mau Komentar

Sementara itu, calon Walikota Batam, Lukita Dinarsyah Tuwo tak ingin berkomentar banyak terkait perolehan suaranya dalam Pilkada serentak, Rabu (9/12/2020) kemarin.

Kandidat nomor urut 01 ini mengatakan, dia dan Abdul Basyid Has masih menunggu hasil resmi dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Batam.

"Tunggu real count saja," tegas Lukita kepada Tribun Batam, Jumat (11/12/2020).

Akan tetapi, Lukita mengaku masih terus optimis. Walau di beberapa Tempat Pemungutan Suara (TPS), perolehan suaranya tak sesuai harapan.

"Apapun hasilnya, kami mengucapkan terimakasih kepada seluruh orang yang mendukung kami selama ini," katanya.

Sementara itu, pantauan TRIBUNBATAM.id di laman resmi KPU Indonesia, persentase suara Lukita-Basyid sebesar 26,8 persen.

Jumlah ini tertinggal jauh dari pasangan calon (paslon) nomor urut 01, Muhammad Rudi dan Amsakar Achmad yang memperoleh 73,2 persen suara.

Persentase ini didapat dari jumlah suara di 598 TPS yang telah melaporkan hasil perhitungan kepada KPU.

Atau sebesar 27,47 persen suara masuk dari 2.177 TPS di Kota Batam.

(Tribunbatam.id/Beres Lumbantobing/Ichwan Nur Fadillah)

Baca juga berita Tribun Batam lainnya di Google

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved