Breaking News:

Jumlah Pengangguran di Tanjungpinang Makin Bertambah Selama Pandemi Covid-19, Batam?

BPS Tanjungpinang mencatat Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) per Agustus 2020 mengalami kenaikan signifikan dibandingkan Agustus 2019

Editor: Dewi Haryati
wahyu indri yatno
ilustrasi PHK. Jumlah pengangguran di Tanjungpinang makin bertambah selama pandemi Covid-19 

TANJUNGPINANG, TRIBUNBATAM.id - Angka pengangguran di Kepri makin bertambah selama pandemi Covid-19.

Banyak perusahaan yang mengenakan Pemutusan Hubungan Kerja ( PHK) kepada karyawannya.

Sebagian lagi ada yang merumahkan karyawannya.

Di antara penyebabnya, karena kondisi keuangan perusahaan tak sebagus sebelum pandemi Covid-19.

Kondisi ini turut menyumbang angka pengangguran di Kepri, khususnya di Tanjungpinang.

Lantaran karyawan yang sebelumnya bekerja di perusahaan tak lagi bisa bekerja seperti sedia kala.

Meningkatnya angka pengangguran selama pandemi Covid-19 ini didukung data Badan Pusat Statistik (BPS) Tanjungpinang.

BPS Tanjungpinang mencatat Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) per Agustus 2020 mengalami kenaikan signifikan sebesar 2,99 persen dibandingkan Agustus 2019.

Dari data yang ada, TPT di Kota Tanjungpinang mencapai 9,30 persen atau sebanyak 9.537 jiwa sedang di tahun 2019 mencapai 6,31 persen atau 6.356 jiwa.

"Peningkatannya cukup tajam. Akibat pandemi Covid 19, banyak terjadi pemutusan hubungan kerja dan jika menurun justru menjadi anomali dengan keadaan tentunya," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Tanjungpinang, Mangampu Tua Gultom, Kamis (17/12/2020) di Kantor BPS Tanjungpinang.

Mangampu menambahkan, Pandemi Covid 19 saat ini menyasar tajam sektor pariwisata dan industri kecil menengah hingga berakibat tutup sementara atau sampai waktu yang tidak ditentukan.

Baca juga: INFO CUACA KEPRI - BMKG Ingatkan Ancaman Gelombang 4 Meter di Dua Wilayah Kepri Ini

"Akibatnya omset menurun dan upaya yang mereka lakukan tentu menekan biaya produksi dan mengurangi tenaga kerja. Jadi yang bertahan pada umumnya itu adalah usaha yang mempekerjakan keluarga," ungkapnya.

Di sisi lain tercatat data Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) mengalami kenaikan sebanyak 0,09 persen dengan jumlah 62,46 persen di tahun 2019 dan 62,56 persen di tahun 2020.

"Untuk jumlah bekerja di tahun 2020 mengalami penurunan tercatat 92.996 jiwa sedangkan di tahun 2019 sebanyak 94.349 jiwa," sebut Mangampu.

Selanjutnya lapangan kerja utama per Agustus tahun 2020 yang mengalami penurunan justru di sektor jasa yakni, 73.070 jiwa dari 76.186 jiwa tahun 2019

Lain halnya di sektor pertanian, mengalami kenaikan per Agustus 2020 di angka 4.135 jiwa dari 2.978 jiwa tahun 2019 dan manufaktur diangka 15.791 dari 15.185 tahun 2019.

PHK Massal di Batam

Sebelumnya diberitakan, pekerja di Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri) tak luput dari badai Pemutusan Hubungan Kerja ( PHK) dampak pandemi  Covid-19 berkepanjangan.

Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Batam bahkan memiliki jadwal tetap baru, yakni memediasi antara pekerja dan perwakilan perusahaan yang melakukan PHK sepihak.

 Tim Baintelkam Polri Turun ke Batam, Gudang Penimbun Sembako Ilegal Sudah 1 Tahun Beroperasi

Kadisnaker Batam Rudi Syakirti mengakui,  Covid-19 menjadi alasan tunggal terjadi  PHK massal di sejumlah perusahaan.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Batam
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved