Breaking News:

KORUPSI BPHTB DI TANJUNGPINANG

Kuasa Hukum Tersangka Korupsi BPHTB Keberatan Sikap Kejari Tanjungpinang, Tersangka Tunggal?

Kuasa hukum tersangka kasus BPHTB menilai, Kejari Tanjungpinang dalam menetapkan status tersangka kliennya dianggap tidak masuk akal.

Penulis: Endra Kaputra | Editor: Septyan Mulia Rohman
tribunbatam.id/Endra Kaputra
Kuasa hukum tersangka korupsi BPHTB keberatan dengan sikap Kejari Tanjungpinang. Tampak Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasipidsus) Kejari Tanjungpinang, Aditya Rakatama menjelaskan modus yang dilakukan tersangka. 

TANJUNGPINANG, TRIBUNBATAM.id - Kuasa hukum YR, tersangka kasus dugaan korupsi Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) di Badan Pengelola Pajak dan Distribusi Daerah (BP2RD) Tanjungpinang, Iwan Kesuma Putra keberatan dengan sikap Kejari Tanjungpinang.

Ia menilai, penetapan tersangka kliennya tidak masuk akal. Kepada TribunBatam.id, pihaknya mengklaim jika YR tidak menggelapkan uang pajak seperti yang disampaikan Kejari Tanjungpinang dalam konferensi persnya, Senin (21/12).

Menurutnya, YR hanya sekali mencoba membuka sistem tersebut. Iwan pun mengaku heran terhadap penetapan tersangka hanya pada kliennya.

Iwan mengungkapkan, kliennya pernah mencoba pada bagian sistem dengan mencoba membuka dengan password angka secara acak pada 2019.

Secara mengejutkan, sistem tersebut bisa terbuka. "Tapi kami tegaskan, klien kami tidak menggunakan uang di sistem tersebut.

Apalagi disampaikan pihak Kejari ada puluhan wajib pajak di 2018 dan 2019 dengan total kerugian Rp 3 Miliyar lebih. Kami menilai tidak masuk akal saja," ucapnya, Selasa (22/12/2020).

Iwan pun sudah mengetahui penetapan tersangka status kliennya pada Senin (21/12) pagi kemarin.

Ia pun akan berdiskusi menentukan langkah hukum apa yang akan dilakukan terhadap penetapan klaennya tersangka.

"Seperti disampaikan, kami merasa penetapan tersangka ini sangat prematur. Kami mau diskusi dulu untuk menetukan langkah hukum apa selajutnya.

Kepada masyarakat kami minta tetap mengedepankan asas praduga tidak bersalah terhadap klien kami. Tentu kami juga mendukung agar kasus ini terang-benderang terbuka.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved