Masjid di Batam Bertambah, Hadir di Area Bandara Hang Nadim, Kubahnya Berbentuk Tanjak

Dengan adanya masjid di area Bandara Hang Nadim Batam, nantinya bisa memudahkan calon penumpang salat. Terutama saat hari Jumat

Editor: Dewi Haryati
TRIBUNBATAM.ID/ISTIMEWA HUMAS Pemko Batam
Peletakan batu pertama pembangunan masjid di kawasan Bandara Hang Nadim Batam. Masjid ini memiliki kubah berbentuk Tanjak 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Masjid di Batam bakal bertambah. Itu dengan hadirnya sebuah masjid di area Bandara Hang Nadim. Kubahnya berbentuk tanjak.

Pembangunan masjid di kawasan Bandara Internasional Hang Nadim akhirnya terealisasi. Hal ini tidak terlepas dari komitmen Wali Kota Batam, Muhammad Rudi yang saat ini juga menjabat sebagai Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam.

Data dari Bimas Islam Kementerian Agama (Kemenag) Batam, masjid ini merupakan masjid ke 1332 di Batam.

Dalam sambutannya, Rudi mengatakan dengan dibangunnya masjid di dalam kawasan Bandara Internasional Hang Nadim bisa memberikan kenyamanan bagi masyarakat. Khususnya yang hendak melakukan penerbangan ke luar Batam.

Karena itu, pembangunan masjid di kawasan Bandara Internasional Hang Nadim tersebut harus dilakukan karena selama ini belum ada tempat ibadah yang layak di kawasan tersebut.

"Sekarang ini hanya tempat kosong dijadikan musala. Karena itu, hari ini mulai kita lakukan pembangunan masjid dan semoga secepat mungkin bisa diselesaikan," kata Rudi, baru-baru ini,

Dengan adanya masjid, nantinya diharapkan bisa memberikan kemudahan bagi calon penumpang. Terutama saat hari Jumat, tidak perlu lagi mencari masjid yang lokasinya jauh dari bandara.

"Kalau jadwal pesawatnya pukul 13.00 wib misalnya, bisa ketinggalan kalau salat Jumat dulu yang lokasinya jauh dari bandara. Karena itulah kenapa masjid ini perlu kita bangun," katanya.

Pada kesempatan itu, Rudi juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh Forkompinda di Batam yang telah mendukung penuh rencana pembangunan masjid yang didesain khusus menyerupai tanjak tersebut.

Ia juga mengungkapkan alasannya memilih tempat tepat di atas bukit sebelum pintu masuk bandara. Menurutnya, tidak hanya letaknya yang strategis, tapi juga lokasinya yang memang dekat dengan banyak pepohonan.

"Sehingga diharapkan juga bisa menghemat listrik, tak perlu pendingin ruangan yang banyak karena kalau di atas anginnya pasti sudah kencang," kata Rudi.

Sebagaimana diketahui BP Batam mengucurkan anggaran sekitar Rp 39,9 miliar untuk pembangunan masjid di Badara Internasional Hang Nadim Batam. Proyek rumah ibadah tersebut rencananya akan selesai dalam jangka waktu 16 bulan atau awal tahun 2022 mendatang.

Konsep Tauhid

Sementara itu, masjid dengan konsep tauhid juga hadir di Batam. Lokasinya di kawasan BP Batam di Batam Center.

Setelah peletakan batu pertama mengawali pembangunannya 9 bulan silam, tepatnya tanggal 8 Juni 2019, akhirnya Masjid yang dibangun oleh Badan Pengusahaan (BP) Batam sudah bisa digunakan dengan pelaksanaan salat Jumat perdana, Jumat (13/3/2020) lalu.

Masjid ini berlokasi di antara gedung utama dan Bifza Annex 1 BP Batam.

Filosofi Masjid BJ Habibie BP Batam ini adalah cerminan dari kalimat Tauhid.

Tauhid artinya menyembah hanya kepada yang Satu, yaitu Allah Subhanahuwata’ala.

Konsep Tauhid ini diimplementasikan ke bentuk fasade bangunan mesjid berupa lafadz Allah pada bagian Selatannya dan lafadz Muhammad pada bagian Utara.

Masjid dengan luas bangunan ± 1.154 meter per segi ini terdiri dari lantai dasar, ruang jamaah pria di lantai bagian atas dan ruang jamaah wanita di lantai mezzanine.

Untuk memudahkan berwudhu disediakan tempat wudhu pria dan wanita yang letaknya terpisah, serta masjid ini mampu menampung kurang lebih 600 jamaah.

Masjid ini dibangun dilatarbelakangi kebutuhan Pegawai BP Batam akan tempat ibadah saat Salat Jumat dan Salat wajib lainnya.

Selama ini selalu mengandalkan Ruang Balairung Sari di lantai 3 Gedung BIDA dan musholla-musholla kecil di tiap sudut lantainya.

Saat jamaah Salat Jumat pertama berdatangan, ada rasa takjub dan bahagia yang terlihat dari raut wajah rombongan pegawai BP Batam berserta jamaah di pegawai instansi lainnya sekitar kantor Badan Pengusahaan Batam.

Pada pelaksanaan Salat Jumat pertama beberapa waktu lalu di masjid yang rencananya akan diberi nama Masjid BJ Habibie ini diisi khutbah oleh Ustadz Luqman Rifai, pengurus MUI Kota Batam dan sekaligus Ketua IPIM Kota Batam.

Mampu Tampung 25 Ribu Jemaah

Sebelumnya diberitakan, selain dikenal karena destinasi wisata bahari, Batam juga populer dengan wisata religi hingga kuliner.

Salah satu destinasi wisata religi di Batam yang populer hingga ke mancanegara adalah Masjid Agung Sultan Mahmud Riayat Syah.

Masjid Agung Sultan Mahmud Riayat Syah memiliki kemegahan yang membuat wisatawan terkagum-kagum saat mengunjunginya.

Masjid ini terletak di Kelurahan Tanjung Uncang, Kecamatan Batu Aji, Kota Batam.

Berdiri di atas lahan seluas 57.144 meter persegi, bangunan masjid ini memiliki luas mencapai 41.422 meter persegi.

Dengan ukuran tersebut, Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah bisa menampung hingga 25.000 jamaah.

Baca juga: Fakta-fakta Warga Binaan Rutan Batam Meninggal Dunia Karena Terpapar Corona

Masjid yang juga dikenal dengan nama Masjid Agung II hingga Masjid Agung Batu Aji ini menyuguhkan nuansa syahdu melalui pilihan warna dominan putih.

Pengunjung bisa menikmati suasana sejuk di dalam masjid yang ruang salat utamanya tak bertiang ini.

Selain itu, duduk di pelataran dengan bernaungkan payung membran juga bisa menjadi pilihan untuk bersantai sembari menikmati suasana masjid.

Arsitektur

Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah merupakan satu-satunya masjid di Kepulauan Riau yang memiliki menara pandang setinggi 99 meter.

Menara ini terbuka untuk publik yang ingin melihat Batam dari ketinggian, bahkan bisa melihat negeri tetangga seperti Singapura.

Setelah dua bulan ditutup, kerinduan umat muslim di Kota Batam melaksanakan shalat Jumat di Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah Batam sedikit terobati.
Setelah dua bulan ditutup, kerinduan umat muslim di Kota Batam melaksanakan shalat Jumat di Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah Batam sedikit terobati. (TRIBUNBATAM.id/IAN SITANGGANG)

Untuk naik ke puncak menara, pengunjung cukup menggunakan lift sehingga tak perlu kelelahan menaiki tangga.

Masjid ini terdiri atas dua lantai, dimana lantai dasar sebagai lahan parkir dan lantai satu sebagai ruang salat utama.

Masjid ini juga memiliki bentang kubah terbesar di Indonesia yakni selebar 63 meter yang menutup ruang utama salat.

foto terkait Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah di Batam. Masjid ini menjadi salah satu destinasi wisata religi. Bangunan masjid mengadopsi bangunan masjid di Turki dan Arab Saudi
foto terkait Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah di Batam. Masjid ini menjadi salah satu destinasi wisata religi. Bangunan masjid mengadopsi bangunan masjid di Turki dan Arab Saudi (istimewa)

Terdapat 8 payung membran mirip dengan Masjid Nabawi yang dipasang untuk membuat jamaah tidak kepanasan saat beribadah di luar.

Payung-payung tersebut bisa membentang hingga 25 meter, ukuran ini lebih besar dari Masjid Nabawi.

Luas pelataran dengan payung membran tersebut adalah 5.832 meter persegi.

Adapun untuk ruang salat utama berukuran 63x63 meter dengan kubah utama berdiameter 46 meter dan ketinggian 41 meter. 

foto terkait Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah di Batam. Masjid ini memiliki payung membran seperti masjid di Madinah
foto terkait Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah di Batam. Masjid ini memiliki payung membran seperti masjid di Madinah (istimewa)

Sejarah

Pendirian masjid berkapasitas 25.000 jemaah ini atas inisiasi Wali Kota Batam, Muhammad Rudi.

Proses pembangunan dimulai pada 30 April 2017 dan diresmikan pada September 2019.

Peletakan batu pertama dihadiri almarhum ustaz Arifin Ilham dari Majelis Zikir Az-Zikra dan ribuan warga Batam.

Warga tampak berswafoto dengan latar Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah, Kecamatan Batuaji, Kota Batam, Provinsi Kepri Minggu (24/5/2020). Meski ditutup sementara akibat pandemi Covid-19, masih ada sejumlah warga yang datang dengan niat beribadah di masjid terbesar di Sumatra ini.
Warga tampak berswafoto dengan latar Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah, Kecamatan Batuaji, Kota Batam, Provinsi Kepri Minggu (24/5/2020). Meski ditutup sementara akibat pandemi Covid-19, masih ada sejumlah warga yang datang dengan niat beribadah di masjid terbesar di Sumatra ini. (TribunBatam.id/Bereslumbantobing)

Memimpin doa, Arifin berharap Masjid Agung Batam II itu diberkahi Allah SWT.

Masjid ini tak hanya menjadi masjid untuk para pekerja pabrik dan galangan kapal, tapi sudah menjadi ikon Kota Batam.

Selain itu, masjid terbesar di Kepri ini merupakan salah satu destinasi wisata religi di Kota Batam.

Pembangunan Masjid Agung II dikerjakan oleh PT Adhi Karya dengan konsultan pengawas PT Yodya Karya.

Total anggaran untuk pembangunan masjid ini mencapai Rp 260 miliar.

foto terkait Masjid Sultan Mahmud Riayah Syah di Batam
foto terkait Masjid Sultan Mahmud Riayah Syah di Batam (istimewa)

Fasilitas

Untuk fasilitas, Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah dilengkapi dengan ruang toilet yang minimalis tapi modern.

Terdapat lokasi wudhu yang luas, ruang kantor, ruang imam, dan ruang keagamaan yang bisa dipergunakan sebagai sarana pertemuan.

Lokasi

Kelurahan Tanjung Unjang, Kecamatan Batu Aji, Batam.

Sultan Mahmud Riayat Syah

Pengunjung saat berada di Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah, Batam, Senin (25/5/2020)
Pengunjung saat berada di Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah, Batam, Senin (25/5/2020) (TRIBUNBATAM.ID/BERES LUMBANTOBING)

Nama masjid ini merupakan nama seorang pahlawan nasional asal Provinsi Kepri.

Sosok ini fenomenal karena dilantik menjadi sultan di usia yang sangat belia.

Ia terpilih menjadi sultan menggantikan ayahnya, Sultan Alauddin Riayat Syah I.

Sultan Mahmud Riayat Syah merupakan salah satu dari empat tokoh yang dianugerahi gelar Pahlawan Nasional Tahun 2017 yang berasal dari Kepulauan Riau.

Sultan Mahmud Riayat Syah adalah pemimpin Kesultanan Riau-Lingga-Johor-Pahang.

Kisah kepahlawanannya yang begitu tersohor adalah perlawanannya terhadap pasukan Belanda di Tanjung Pinang.

Terutama keterlibatannya dalam mengalahkan VOC.

Makamnya ada di belakang Masjid Sultan di Daik Lingga, Kabupaten Lingga. 

(*/TRIBUNBATAM.id/Roma Uly Sianturi/Widi Wahyuningtyas)

Baca juga berita Tribun Batam lainnya di Google

Sumber: Tribun Batam
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved