Breaking News:

Komjen Senior Akpol 88 Kelahiran Sumbar Ini Calon Kuat Kapolri Pengganti Jenderal Idham Azis

Presiden Jokowi dikabarkan sudah mengantongi nama Komjen senior sebagai calon kapolri pengganti Jenderal Idham Azis

TRIBUN/IQBAL FIRDAUS
Kapolri Jenderal Idham Azis 

Menurut Neta, peluang jenderal bintang dua Polri untuk masuk dalam bursa calon Kapolri telah tertutup usai penunjukkan tersebut.

"Padahal sebelumnya ada salah satu dari tiga jenderal bintang dua polri yang disebut sebut akan menjadi bintang tiga dan masuk dalam bursa calon Kapolri, yakni Irjen M Fadil (Kapolda Metro Jaya), Irjen Lufthi (Kapolda Jateng), dan Irjen Dofiri (Kapolda Jabar)," kata Neta.

3. Taktik Ulur Waktu

Neta menuturkan pergantian Kepala BNN yang terlambat 23 hari dinilai sebagai strategi untuk mengulur waktu agar mengunci masuknya jenderal bintang dua agar bisa ikut di bursa calon Kapolri.

"Strategi ini sebenarnya adalah tindakan maladministrasi dimana seorang pejabat negara yang sudah pensiun tapi tak kunjung diganti.

Kepala BNN Komjen Heru sebenarnya sudah pensiun sejak 1 Desember 2020 tapi tak kunjung diganti.

Pergantian baru dilakukan pada 23 Desember ini," ungkapnya.

"Memang jika pergantian dilakukan pada akhir November lalu tentu sarat dengan manuver politik berbagai pihak.

Sebab dalam pertarungan jenderal bintang dua itu melibatkan orang-orang dekat elit kekuasaan, mulai dari Kapolri Idham Azis, Presiden Jokowi, dan kubu Pejaten. Sementara Irjen Petrus adalah sosok netral.

Sehingga tarik menariknya sangat kuat," sambungnya.

Dengan tertutupnya jenderal bintang dua masuk dalam bursa, kata dia, calon Kapolri saat ini hanya diisi para calon dari jenderal bintang tiga berpangkat Komjen.

Diperkirakan, pekan depan, baik Dewan Kebijakan Tinggi (Wanjakti) Polri maupun Kompolnas sudah memproses nama-nama calon Kapolri untuk diserahkan kepada Presiden Jokowi.

"Dari nama-nama itu, Jokowi akan memilih satu nama yang akan diserahkan ke DPR agar bisa dilakukan uji kepatutan oleh Komisi III.

DPR sendiri saat ini masih reses dan baru akan mulai beraktivitas pada 11 Januari 2021," jelasnya.

Diperkirakan saat DPR memulai aktivitas, nama calon Kapolri sudah dikirimkan Istana Kepresidenan ke lembaga legislatif.

Kompolnas dan Wanjakti Sudah Ajukan Dua Nama

Sementara itu, Kompolnas akan segera menyerahkan nama calon Kapolri yang bisa menjadi pertimbangan Presiden Jokowi dalam waktu dekat ini.

"Sedang on going proses, mohon bersabar. Pak Idham pensiun 1 Februari 2021.

Kompolnas dalam waktu dekat akan menyerahkan pertimbangan kami kepada Presiden, sehingga beliau akan memilih dan mengirimkan kepada DPR untuk disetujui," kata Komisioner Kompolnas Poengky Indarti dalam keterangannya, Senin (21/12/2020).

Kompolnas, kata Poengky, akan menyerahkan lebih dari satu nama yang bisa menjadi pertimbangan presiden Jokowi.

Namun demikian, tidak dijelaskan secara rinci daftar nama tersebut.

"Pokoknya dalam waktu dekat ya. Kompolnas akan menyerahkan lebih dari satu nama untuk bisa dipilih Presiden," jelasnya.

Dijelaskan Poengky, Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia (UU Polri) Pasal 38 ayat (1) huruf b menjelaskan, Kompolnas bertugas memberikan pertimbangan kepada Presiden dalam pengangkatan dan pemberhentian Kapolri.

Merujuk pasal 11 ayat (6) UU Polri, calon kapolri merupakan perwira tinggi (pati) Kepolisian Negara Republik Indonesia yang masih aktif dengan memperhatikan jenjang kepangkatan karier.

"Ini sedang kami saring berdasarkan pasal 11 ayat (6) UU nomor 2 tahun 2002 dan berdasarkan kriteria hasil FGD Kompolnas. Kami lihat prestasinya, integritasnya dan track recordnya.

Jadi belum bisa menentukan berapa nama yang nanti akan kami serahkan kepada Presiden," pungkasnya.

Istana Piliha Dua Calon

IPW Sebut Istana Sedang Pertimbangkan Dua Nama Bakal Calon Kapolri

IPW memperkirakan saat ini pihak istana sedang mempertimbangkan dua nama bakal calon Kapolri pengganti Idham Azis.

Neta S Pane memperkirakan pertengahan Januari 2021, satu dari dua nama calon Kapolri itu sudah dikirim ke Komisi III DPR untuk uji kepatutan.

"IPW mendapat informasi ini tapi mengingatkan kalangan Istana bahwa minimal 20 hari sebelum Kapolri Idham Azis pensiun, nama calon penggantinya sudah bisa diproses," kata Neta dalam keterangannya, Sabtu (19/12/2020).

Meskipun kalangan istana sudah melirik dua nama bakal calon, IPW mengharapkan proses pencalonan kapolri tetap melalui prosedur yang baku.

Pertama melalui Kompolnas yang mengusulkan nama bakal calon ke presiden.

Wanjakti Polri yang juga mengusulkan nama bakal calon ke presiden.

"Tidak seperti saat Idham Azis menjadi Kapolri, yang tidak melalui proses Wanjakti.

Nama Idham Azis diperoleh Presiden hanya melalui usulan Kompolnas," ungkapnya.

Untuk itu, kata Neta, saat ini sudah saatnya Wanjakti Polri memproses nama calon Kapolri pengganti Idham Azis, sehingga Minggu pertama Januari 2021, bisa diusulkan kepada Presiden Jokowi.

Dalam menilai calon Kapolri pengganti Idham Azis, IPW melihal ada tiga poin penting yang harus diperhatikan Presiden Jokowi maupun lingkaran dalamnya di Istana.

Pertama, sejauh mana loyalitas dan kedekatan sang calon dengan Presiden Jokowi.

Kedua, calon Kapolri pengganti Idham Azis harus bisa mengkonsolidasikan internal kepolisian.

Khususnya, jam terbang yang dimilikinya, kapasitas dan kapabilitasnya yang bisa diterima senior maupun junior di tubuh Polri, dan kualitas kepemimpinan yang mampu menyelesaikan masalah di internal ataupun eksternal kepolisian.

Ketiga, sejauhmana figur calon Kapolri itu tidak memiliki kerentanan masalah, terutama masalah yang bisa menjadi polemik di masyarakat di masa sekarang maupun ke depan.

"Ketiga kriteria ini menjadi bahasan serius dalam menentukan dan memilih calon Kapolri pasca Idham Azis.

Sebab masalah Polri ke depan tidak lagi sekadar menghadapi para kriminal dan ancaman keamanan zaman old," jelasnya.

Di era milenial sekarang ini, dia menuturkan tantangan tugas Polri harus menghadapi dampak Covid-19 dan setelah Covid 19, menghadapi maraknya kelompok radikal, intoleransi, terorisme, sparatisme dan sebagainya.

"Jika Kapolri baru tak bisa mengkonsolidasikan Polri dengan kapabilitas dan jam terbang yang tinggi, tentu akan merepotkan Presiden Jokowi.

Apalagi jika Kapolri pengganti Idham Azis itu memiliki kerentanan masalah yang akut, tentu Polri dan pemerintahan Jokowi akan menjadi bulan bulanan kelompok tertentu yang ingin mengacaukan Kamtibmas," ujarnya.

Jokowi Cenderung Pilihan Komjen Senior, Siapakah Dia?

Namun Neta melanjutkan, lantaran DPR masih reses sampai 11 Januari 2020, nama calon Kapolri diduga saat ini sudah dikirimkan pihak Istana ke lembaga legislatif.

Dua nama itu merupakan jenderal bintang tiga senior dan junior.

"Dari informasi yang diperoleh kalangan istana kepresidenan saat ini sebenarnya sudah menjaring dua nama calon Kapolri, yang satu jenderal bintang tiga senior dan satu lagi junior."

"Kedua nama itu akan dikaji lagi dengan masukan nama nama calon dari Wanjakti Polri maupun Kompolnas. Namun diperkirakan Presiden Jokowi akan memilih figur jenderal senior sebagai Kapolri pengganti Jenderal Idam Azis," katanya.

Sosok Wakapolri Komjen Pol Gatot Eddy atau Kabareskrim Komjen Listyo Sigit Prabowo.

Berikut Komjen Senior yang Berpengalan di bidang reserse, terorisme dan pernah menjabat Kapolda Metro Jaya:

1. Komjen Gatot Eddy Pramono

Komjen Pol Dr Drs Gatot Eddy Pramono, M.Si disebut sebagai calon kuat Kapolri pengganti Idham Aziz

Seperti diketahui Komjen Pol Dr Drs Gatot Eddy Pramono lahir di Solok, Sumatera Barat, 28 Juni 1965, umur 55 tahun

Dia adalah seorang perwira tinggi Polri yang sejak 20 Desember 2019 mengemban amanat sebagai Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia.

Seperti diketahui, Gatot, lulusan Akpol 1988 ini berpengalaman dalam bidang reserse.

Jabatan terakhir jenderal bintang tiga ini adalah Kepala Kepolisian Daerah Metro Jaya.

2. Komjen Pol Dr Drs Boy Rafli Amar, MH

Seperti diketahui, Komjen Pol Dr Drs Boy Rafli Amar, MH adalah sosok penting di tubuh Polri, dan dia disebut sebagai sosok calon kuat Kapolri.

Boy Rafli Amar menempuh pendidikan di AKABRI bagian Kepolisian (AKABRI Kepolisian) dan lulus pada tahun 1988

Dia asli keturunan Minangkabau sebab itu dia memilik gelar Datuak Rangkayo Basa, meski lahir di Jakarta, 25 Maret 1965 dan kini berumur 55 tahun.

Komjen Pol Dr Drs Boy Rafli Amar, MH, adalah seorang perwira tinggi Polri yang sejak 6 Mei 2020 menjabat sebagai Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT). Namun catatan lainnya, juga berpengalaman di bidang reserse dan kriminal, namun tak pernah menjabat Kapolda Metro Jaya, dia hanya menjabat sebagai Kabid Humas Polda Metro Jaya dan Kadivhumas Polri.

3. Komjen Pol Drs Listyo Sigit Prabowo, MSi

Komjen Pol Drs Listyo Sigit Prabowo, MSi, adalah sosok kuat calon Kapolri, sebab jenjang karirnya juga jelas dan dia dekat dengan Presiden Jokowi.

Komjen Pol Drs Listyo Sigit Prabowo, MSi lahir di Ambon, Maluku, 5 Mei 1969, kini berusia umur 51 tahun, dan menjadi Komjen paling muda.

Kini menjabat Kepala Badan Reserse Kriminal Polri sejak tanggal 6 Desember 2019.

Listyo tercatat pernah menduduki sejumlah jabatan penting. Dia adalah Ajudan Presiden RI Joko Widodo. Ia kemudian menjabat Kepala Kepolisian Daerah Banten, Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan Kepolisian Negara Republik Indonesia dan terakhir sebagai Kepala Badan Reserse Kriminal Polri.

Kesimpulan Sementara

Jika melihat rejam jejak di atas, maka Komjen Pol Dr Drs Gatot Eddy Pramono, M.Si disebut sebagai calon kuat Kapolri pengganti Idham Aziz.

Boy, lulusan Akpol 1988 ini berpengalaman dalam bidang reserse. Sebelumnya, dia menjabat sebagai Wakil Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Polri.

7 Jenderal digeser

Berikut daftar mutasi Polri terbaru berdasarkan surat telegram dengan nomor ST/3488/XII/KEP./2020 dan ST/3489/XII/KEP./2020.

Menurut daftar tersebut, ada 153 perwira tinggi dan menengah Polri yang dimutasikan ke jabatan baru.

Salah satunya adalah jabatan Dirresnarkoba Polda Jatim yang kini diisi oleh mantan Dirreskrimsus Polda Kepri, Kombes Pol Hanny Hidayat.

Selain itu, ada tujuh jenderal polisi yang dipindah tugas.

Mereka adalah Brigjen Pol Jaya Subriyanto, Brigjen Pol Irlan, Brigjen Pol Hariyanto, Brigjen Pol Ruslan, Brigjen Pol Agung Julianto, Brigjen Pol Hartono, dan Brigjen Pol Yehu Wangsajaya.(*)

Baca berita terbaru lainnya di google news

Artikel ini telah tayang di surya.co.id dengan judul 2 Komjen Masuk Bursa Calon Kapolri Pengganti Idham Aziz, Jokowi Diprediksi Pilih Sosok Jenderal Ini,

Editor: Agus Tri Harsanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved