Breaking News:

KISAH Pasutri di Tanjungpinang Jual Tanaman Hias hingga Kerja Serabutan, Rayakan Natal saat Pandemi

Suaminya yang dulu punya pekerjaan tetap, kini beralih jual tanaman hias dan pupuk kompos bersama Yunita. Belum lagi kerja serabutan lainnya

Editor: Dewi Haryati
TRIBUNBATAM.id/MOMENTUM JALINAN SIMANJUNTAK
Yunita, ibu muda dari dua anak ini punya cerita tersendiri saat merayakan Natal tahun 2020 bersama keluarga kecilnya. 

TANJUNGPINANG, TRIBUNBATAM.id - Natal 2020 kali ini terasa berbeda bagi Yunita dan keluarga kecilnya di Tanjungpinang

Bukan karena mereka tak bisa merayakan Natal lebih semarak. Tapi ada alasan lain. 

Natal kali ini dirayakan secara sederhana oleh keluarga Yunita.

Pasalnya, sepanjang 2020, telah banyak cerita kehidupan yang dilewati ibu muda dari dua anak ini.

Mulai dari suaminya tak lagi bekerja di tempat sebelumnya hingga mesti kerja serabutan demi mencukupi kebutuhan harian mereka berempat.

Suaminya Safetius kini tak lagi bekerja sebagai pengurus sapi di kandang Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan (DP3) Kota Tanjungpinang seperti sebelumnya.

Selain itu pandemi Covid-19 pun menambah berat beban hidup yang mesti dijalaninya. Hal itu memaksa dirinya dan suami untuk berfikir keras mencari uang untuk memenuhi kebutuhan hidup bersama dua anak lelakinya yang masih balita.

"Sekarang cari uang susah, suami pun sudah tidak lagi bekerja kayak dulu. Biasa tiap bulan ada yang diterima walaupun sedikit. Sekarang kami coba beralih jual tanaman hias dan pupuk kompos kotoran sapi yang diolah sendiri," ungkapnya.

Wanita yang pernah bekerja di pelabuhan Sri Bintan Pura (SBP) Tanjungpinang ini mengutarakan, selain menjual tanaman hias dan pupuk kompos kotoran sapi, suaminya juga bekerja secara serabutan mulai dari membersihkan lahan kebun orang sampai bangunan.

"Penghasilan dari jualan kan nggak menentu, kalau hanya itu yang diandalkan tentu tidak cukup. Jadi suami mencari kerja tambahan, pernah juga baru-baru ini bersihkan lahan kebun orang di daerah sini dan ngecat rumah salah seorang jemaat gereja yang mau Natal dan tahun baruan. Lumayan lah bang nambah-nambah beli daging buat Natal dan tahun baruan di rumah," katanya.

Yunita beserta keluarga kecilnya pun mengaku belum memiliki tempat tinggal permanen, kini mereka tinggal di lahan kosong garapan yang sewaktu-waktu dapat digusur oleh si pemilik lahan.

"Ini tanah garapan bang, bulan Januari tahun depan kita masuk 2 tahun. Di sinilah kami bermukim dulu entah sampai kapan, mungkin sampai pemilik lahan datang. Beli tanah mahal apalagi ambil rumah KPR kita belum mampu bang," terangnya.

Baca juga: KISAH Briptu Veranika Sumantri, Polwan yang Ajak Bayinya Amankan Natal di Tanjungpinang

Meski begitu yunita tidak menyesalkan kondisi perayaan Natal yang dialaminya bersama keluarga tahun ini.

Justru Ia mengaku bersyukur dapat merayakan Natal tahun ini dengan sederhana bersama keluarga kecilnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved