Breaking News:

KARIMUN TERKINI

RUTIN Gelar Razia Masker, Pelanggar Aturan di Karimun Diancam Denda Atau Kerja Sosial

Tim Terpadu Satgas Covid-19 menggelar razia protokol kesehatan di sejumlah titik keramaian. Para pelanggar terancam hukuman denda atau kerja sosial.

TRIBUNBATAM.id/YENI HARTATI
Kepala Kesatuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Karimun, Tejaria memberikan arahan terhadap masyarakat yang melanggar protokol kesehatan 

KARIMUN, TRIBUNBATAM.id - Untuk memutuskan penyebaran Covid-19 yang masih belum reda di Kabupaten Karimun, Tim Terpadu Satgas Covid-19 menggelar razia protokol kesehatan di sejumlah titik keramaian.

Seperti yang terlihat Sabtu (26/12/2020) sore, tim gabungan yang terdiri dari Satpol PP, Pemda, Polri dan TNI ini menggelar operasi Prokes ini di persimpangan Tugu MTQ Coastal Area, Teluk Air, Kecamatan Karimun.

Kepala Satpol PP Karimun, Tejaria, menjelaskan, razia seperti ini sebenarnya sudah dilakukan sejak Oktober lalu. Namun sangat disayangkan, masih banyak warga yang disiplin protokol kesehatannya rendah.

“Kita tiga kali seminggu turun ke lapangan untuk melakukan penindakan terhadap pelanggar Prokes. Namun, masih saja banyak warga yang tidak disiplin,” kata Terajea.

Mengunakan kendaraan Truk Dalmas Satpol PP dan sejumlah mobil patroli milik Satpol PP, Polres Karimun, TNI AL, TNI AD, Kodim, serta mobil patwal Dinas Perhubungan Kabupaten Karimun, tim langsung mengamankan sejumlah warga yang tidak memiliki masker.

Mereka langsung ditindak. Selain membuat surat pernyataan pelanggaran, mereka juga dikenakan denda administrasi atau sanksi sosial. Di Coastal Area, Sabtu lalu itu, ada 46 orang yang melanggar.

Baca juga: 152 Warga Batam Terjaring Razia Masker di Batu Ampar, Hasil Rapid Test 4 Orang Reaktif

Sebanyak tujuh orang dikenai sanksi denda administrasi sebesar Rp 350 ribu.

Kemudian 33 orang sanksi kerja sosial. Sedangkan enam lainnya, karena usia mereka di bawah umur, hanya diwajibkan membuat surat pernyataan.

Surat itu kemudian ditembuskan kepada orangtuanya agar mengedukasi anaknya disiplin terhadap protokol kesehatan.

Banyak warga di Karimun saat ini memang mulai abai terhadap protokol kesehatan. Selain tidak disiplin menggunakan masker, aturan jaga jarak atau tidak berkerumun juga mulai banyak diindahkan.

Kondisi ini bisa dilihat di beberapa tempat publik, terutama pasar.

Padahal, di Karimun, saat ini kasus Covid-19 masih terjadi. Update terbaru, Minggu (27/12/2020), ada lima kasus baru sehingga total kasus di kabupaten itu saat ini mencapai 326 kasus.

Kepala Dinas Kesehatan Karimun Rachmadi mengatakan, kasus baru itu umumnya transmisi lokal dan hanya satu orang yang bergejala.

Empat pasien lainnya merupakan pasien tanpa gejala dan merupakan kontak erat dengan pasien yang sudah terkonfirmasi sebelumnya.

Hal ini menunjukkan bahwa jaga jarak dan disiplin terhadap protokol kesehatan menjadi sangat penting.

“Covid-19 masih menjadi ancaman di daerah kita karena masih ditemukan kasus baru. Karena itu, disiplin 3M menjadi sangat penting. Semua warga sebenarnya sudah tahu, namun tidak disiplin,” katanya. ( TRIBUNBATAM.id/Yeni Hartati)

Sumber: Tribun Batam
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved