Breaking News:

KSPI Prediksi Terjadi Ledakan Gelombang PHK di Tahun 2021, Ini Pemicunya

Ramalan KSPI terkait terjadi ledakan gelombang PHK di mana-mana menjadi kabar buruk 2021

Editor: Danang Setiawan
kompas.com
KSPI Prediksi Terjadi Ledakan Gelombang PHK di Tahun 2021, Ini Pemicunya. Foto: Sejumlah pekerja menggunakan masker berjalan kaki setelah meninggalkan perkantorannya di Jakarta, Rabu (29/7/2020). 

Editor Danang Setiawan

TRIBUNBATAM.id - Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia ( KSPI) memprediksi terjadi ledakan gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) pada tahun 2021.

Kabar ancaman PHK massal ini menjadi kabar buruk 2021.

Ancaman PHK massal ini dilatarbelakangi kondisi ekonomi Indonesia di tengah pandemi covid-19.

Hal tersebut diungkapkan Said Iqbal, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia ( KSPI).

"Karena resesi ekonomi masih menghantui outlook 2021, maka isu kedua yang besar adalah ledakan PHK.

Memang fase ledakan PHK yang pertama yang dirumahkan maupun yang di-PHK mendekati 3-4 juta, diantaranya 387.000 di-PHK itu pariwisata dan UMKM turunannya," ujar Iqbal melalui konfrensi pers virtual, Senin (28/12/2020).

Baca juga: IHSG Berpeluang Melesat Lagi Selasa (29/12), Cermati Pergerakan Deretan Saham Hari Ini

Baca juga: IHSG Melesat, Inilah Deretan Saham Hari Ini yang Banyak Diburu

Baca juga: Prediksi Saham 2021: IHSG Menguat 2,8 %, Ini 10 Saham Paling Banyak Diburu Asing Pekan Ini

"Fase kedua di 2021, dimulai dari akhir 2020, kemudian masuk ke 2021, ledakan PHK itu akan lebih meningkat karena pariwisata belum bergerak dan PSBB juga makin ditingkatkan kan.

Apalagi ada varian baru covid dari Inggris yang sudah masuk ke Singapura, Malaysia, tidak menutup kemungkinan masuk ke Indonesia itu pariwisata tetap terpukul," lanjut dia.

Ketua KSPI Said Iqbal
Ketua KSPI Said Iqbal (TRIBUNNEWS/ILHAM RIAN PRATAMA)

Di sisi lain, lanjut Iqbal, realisasi investasi belum bisa dibuktikan.

Hal tersebut disebut memicu ledakan PHK yang sudah terjadi di mana-mana.

Sebab, menurut dia, ledakan PHK sudah menyentuh industri manufaktur.

Bahkan, ke depannya tidak menutup kemungkinan akan merambah ke sektor kesehatan.

"Menurut catatan KSPI, sepanjang 2021 akan menimpa industri manufaktur, baik padat karya maupun padat modal. Industri tekstil, garmen, sepatu sudah ada PHK. Industri otomotif sebagian sudah ada PHK. Industri perbankan, ritel-ritel sudah ada PHK di mana-mana. Industri farmasi bahkan yang tidak terkait dengan Covid-19 pun sudah ada PHK," ujar Iqbal.

Halaman
12
Sumber: Kontan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved