Tentara Nasional Malaysia Hadapi Serangan Siber, Panglima: Untung Cepat Terdeteksi
Serangan siber terhadap jaringan Angkatan Bersenjata Malaysia itu terjadi pada Senin (28/12/2020) waktu setempat
Penulis: Mairi Nandarson | Editor: Mairi Nandarson
KUALA LUMPUR, TRIBUNBATAM.id - Tentara Nasional Malaysia atau Angkatan Tentera Malaysia (ATM) / Malaysian Armed Forces /MAF ) melaporkan mendapat serangan siber.
Serangan siber terhadap jaringan Angkatan Bersenjata Malaysia itu terjadi pada Senin (28/12/2020) waktu setempat.
Panglima Angkatan Tentera Malaysia, Jenderal Tan Sri Affendi Buang mengatakan, serangan siber itu berhasil cepat dideteksi oleh Bahagian Siber dan Elektromagnetik Pertahanan (BSEP) serta Pusat Operasi Pertahanan Siber (CDOC) Angkatan Tentera Malaysia.
"Kami mengonfirmasi bahwa ada serangan dunia maya pada data jaringan milik Tentara Malaysia," kata Tan Sri Affendi Buang seperti dikutip dari thestar.com.my.
Baca juga: Singapura Mulai Vaksin Rabu 30 Desember 2020, Tahap Pertama Diberikan Kepada Petugas Kesehatan
Baca juga: Pemain Manchester City Positif Covid-19, Pertandingan Lawan Everton Dibatalkan
Baca juga: AC Milan Tawarkan Kontrak Baru Senilai 3,5 Juta Euro, Hakan Calhanoglu Minta 5 Juta Euro
"Insiden itu terdeteksi oleh divisi Cyber and Electromagnetic Defense serta oleh Cyber Defense Operation Center (CDOC)."
"Begitu serangan itu terjadi, baik divisi maupun CDOC mengisolasi lalu lintas data untuk menutupi lokasi data penting dan melindungi jaringan yang menjadi target para peretas," katanya dalam sebuah pernyataan, Selasa (29 Desember).
Dia menambahkan Angkatan Tentera Malaysia menyadari upaya serangan siber yang terus-menerus terhadap jaringan data Kementerian Pertahanan dan Angkatan Tentera Malaysia.
"Angkatan Tentera Malaysia selalu memantau dan meningkatkan keamanan dunia maya melalui peran divisi dan CDOC."
"Kedua entitas tidak hanya memperkuat komunikasi dan pemantauan pertahanan MAF, mereka juga melindungi komunikasi pertahanan strategis bangsa," katanya.
.
.
.