Minggu, 31 Mei 2026

Mata Kakek Renta Berkaca-kaca, Uang Jualan Sapu Lidi Lenyap Dijambret

Abah, begitulah sosok kakek renta itu disapa. Jalannya terbungkuk-bungkuk, matanya berkaca-kaca setelah uang jualan sapi lidi lenyap dijambret.

Tayang:
Facebook/arif cahyana
Kakek penjual sapu lidi dijambret 

TRIBUNBATAM.id - Abah, begitulah sosok kakek renta itu disapa. Jalannya terbungkuk-bungkuk, matanya berkaca-kaca setelah uang jualan sapi lidi lenyap dijambret.

Berminggu-minggu Abah jualan sapu lidi menyusuri jalan. 

Sedikit demi sedikit hasil jualan itu ia kumpulkan.

Namun naas, penjambret yang mengendari mobil merampas harta Abah.

Kisah Abah ini viral di media sosial. 

Kisah itu viral usai diunggah oleh akun Facebook Arif Cahyana pada Kamis (31/12/2020).

"Di tempat bimbel tepatnya di samping Kodim Pandeglang, saya melihat seorang kakek terbungkuk-bungkuk berjalan. Saya memanggil beliau Abah.

Saya memang sering melihat beliau melintas di seputaran Pandeglang berjualan keranjang sampah dan sapu lidi."

Dalam postingan itu terlihat seorang kakek renta yang mengenakan kaos putih pendek, celana panjang dan peci hitam.

Kakek yang akrab disapa Abah itu membawa tas selempang warna coklat.

Sedangkan di depannya terdapat keranjang bambu yang ia gunakan untuk membawa sapu lidi.

"Ketika saya berhentikan untuk membeli sapu, saya melihat matanya berkaca-kaca. Tanpa saya tanya, beliau langsung berkata bahwa beliau dijambret/dicopet orang yang mengendarai mobil sejenis kijang berwarna putih. Uang empat ratus ribu yang selalu beliau bawa dalam tas raib. Ya, beliau memang selalu membawa uang hasil dagangannya di dalam tas." tulis pengunggah.

Kakek tersebut menceritakan kronologi penjambretan yang ia alami dalam bahasa Sunda.

Awalnya ia dipepet oleh pengendara mobil warna putih yang pura-pura menjadi pembeli sapu lidi.

Namun dua pria yang ada di dalam mobil itu malah merampas tas miliknya dan mengambil uang penjualan sapu lidi, bahkan Abah mengaku didorong-dorong oleh pelaku.

Abah juga menunjukkan tasnya yang kosong usai dijambret.

Dari keterangan yang ditulis oleh Arif, selama ini Abah tidur di gudang Pasar Badak.

Uang yang dirampas oleh para penjmbret itu merupakan uang hasil jualannya selama berminggu-minggu.

Dan rencananya akan disetorkan kepada bos tempat ia mengambil sapu jualan.

Unggahan inipun langsung mendapat banyak komentar dari para netizen.

Nunun "Tega banget orang yang udah ngambil uang nya abah, semga aja tuh si jambret kena azab."

Dede Mulyadi "semoga yg menjabret dibukakan pintu hatinya minta maaf ke sikakek dan mengembalikan uangnya"

Tyo Mcfc "Nangis saya liatnya ya Allah, semoga si abah diberikan kesehatan dan rezeki yang banyak oleh Allah SWT..."

Aisyah Dermawan "sungguh miris yg ngambil uang nya...ga punya hati nurani ...gak ingatkah mereka juga bakal tua dan punya orang tua..buat abah semoga sehat trs dan dilimpahkan rezeki nya.."

Yuli Indah "Sedih banget. Sindikat nya udh biasa kayanya ya target nya org lansia atau org tua gt,hrs segera di tindak.moga aja cpt ke tangkap aparat.
Abah semoga sehat sll,ya Allah kl ktmu mau borong sapu nya"

Ada juga netizen yang mengajak netizen lain untuk membuka donasi.

Dari informasi yang diunggah oleh akun Instagram @pandeglangeksis Kakek itu sendiri bernama Sarman (87).

Ia merupakan penjual sapu lidi dengan penghasilan kurang dari Rp 30 ribu seharinya.

Abah tinggal di gudang Pasar Badak itu selama 19 tahun.

Ia juga memiliki 3 orang anak, namun mirisnya ketiganya tidak pernah menengok dirinya.

Abah pun kini menerima uang donasi yang dikumpulkan oleh komunitas @berbaginasipandeglang sebesar Rp 11 juta rupiah. (Lex) 

Artikel ini telah tayang di Tribunjateng.com dengan judul Miris Kakek Penjual Sapu Lidi Dijambret, Uang Rp 400 Ribu Raib

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved